Tak Usah Takut ke Jepang, Pesan Makanan sungguh Mudah disini

bagian luar resto, terpampang aneka replika menu mereka

Yokatta!!! Akhirnya pesawat GA884 sampai juga di Bandara Narita, tepat pukul 08.00 pagi. Setelah ambil bagasi dan melewati imigrasi, saya langsung bertemu suami yang sudah menunggu di lobby bandara. “Yuk makan dulu”, ajaknya yang tentu sudah kelaparan menunggu. “Okeeeee”. Kami pun naik eskalator kemudian turun kembali di bagian lain bandara dan menjumpai aneka macam resto yang “Woooowwww, …. ” semua resto saling menonjolkan restonya dengan berbagai tampilan replika makanan di depan resto yang tentu saja sangat menggoda selera. Inilah hebatnya negeri sakura ini, orang tak bisa bahasa Jepang pun dijamin tak akan salah pilih makanan!!! Karena nyaris semua menu andalannya, dibuat replika yang 99% mirip makanan aslinya. Jadi tak usah takut salah masuk resto, karena dari depan saja kita sudah tau, makanan seperti apa yang mereka jual.

Salah satu contoh restonya, tentu resto yang kami datangi ini, La Toque. Lihatlah,betapa mudahnya imagi seorang wisatawan yang tak bisa berbahasa Jepang dalam memesan makanan. Kita tinggal memilih dan bilang, “Kore” yang dalam bahasa Jepang artinya “Ini” sambil bergerak ala tarzan dengan kode tangan, satu atau dua atau berapa jumlah yang ingin kita pesan. Selesai.

Setelah itu, kita tinggal duduk manis dan datanglah segelas air putih atau kadang segalas ocha, tergantung resto. Ketika di La Toque ini yang muncul adalah segelas air putih dingin yang … hm … rasanya segar sekali … setelah saya rasa rasa, tampaknya air ini diberi sedikit perasan lemon, sehingga ia memiliki aroma dan rasa yang tak sekedar air tawar. Lumayaaan, gretoong. Jadi tak perlu pesan minuman lagi. Hebatnya lagi, pesanan kami datang begitu cepatnya, tak lebih dari 10 menit.

insert : gambat kroket dengan lelehannya

Ketika makanan datang, jujur saya sempat terkejut, karena hidangan yang ada di hadapan saya, sungguh miriiiiiiip dengan replika yang saya lihat di depan sana. Tak hanya bentuk omeletnya bahkan cara dia meletakkan sausnya pun sungguh mirip. Mengapa bisa begitu mirip, replika dan asilnya? Sekali waktu saya pernah berkenalan dengan pengrajin replika makanan dan melihat caranya membuat replika yang terbuat dari lilin tersebut. Ternyata untuk menghasilkan replika tersebut, sang pemilik resto diwajibkan memberikan masakan jadi kepada pengrajin, kemudian sang pengrajin akan menyiram makanan tersebut dengan cairan silikon. Setelah kering, cairan silikon tersebut berubah menjadi cetakan padat dengan tekstur yang 99% mirip aslinya. Lalu barulah diisi lilin dan kemudian diwarna. Hm… pantas,… hidangan dan replikanya sangat mirip ya. Pemilik resto di Jepang memang sangat kreatif dalam memanjakan pelanggan baik itu wisatawan asing maupun domestik.

Oya pesanan saya ketika itu adalah Rice Omelet & Fried Seafood seharga 1160 yen atau dalam rupiah sekitar Rp. 116.000/ porsi. Hm …soal rasa… tak usah ditanya … Udang berbalur tepung tersebut, sungguh sangat segar dan benar benar segar. Ketika dimakan yang berbunyi kress bukan hanya tepungnya saja, melainkan daging udangnya pun terasa kreeesss di gigi. Rasa dagingnya pun manis. Enaknya!!!

Nasi dan Omelet … enak. Tak usah diragukan lagi pulennya nasi Jepang yang nikmat itu, namun yang membuat saya nagih merem melek adalah kroketnya. Yaitu gorengan bulat yang ada disebelah udang tepung. Woooowww ,… begitu kroket dibelah, maka akan mengepul panas yang hangat dan keluarlah lelehan putih yang harum. Lembut sangat creamy di lidah. Saya tak tahu isinya apa dan itu terbuat dari apa, heheheee mau nanya juga gak tau bahasanya. Tapi sepertinya terdapat daging kepiting didalam lelehan yang lembut itu. Enaaaak sekali.

replika dan aslinya, mirippppp buanget

Oya, selain omelet kami juga memesan Fried Shrimp. Sekali lagi,… di Indonesia banyak resto menjual hidangan sejenis dan tak pernah sekalipun dari sekian resto di Jakarta yang memiliki rasa udang goreng seenak dan senikmat yang ada disini. Udangnya benar benar udang segar yang membuat kita enggan untuk berhenti mengunyah. Ya … jika di Jakarta para koki mungkin lebih berkutat untuk meracik mayonise nya supaya memiliki ke khasan sendiri dibanding dengan resto lainnya dan atau untuk menutup rasa udang supaya rasa mayo lebih in dari udangnya sendri, maka disini, saya menyebutnya, tak usah diberi mayonise pun, udangnya sungguh sangat nikmat.

Oya kelebihan lain yang membuat Jepang terasa ramah bagi wisatawan adalah, resto tidak membebankan biaya diluar harga yang tercantum. Tak ada pajak tak ada biaya servis dan lain lain. Bahkan anda tak perlu meletakkan sejumlah uang untuk “Tips”. Karena orang Jepang tidak menerima tips. Bahkan ketika kembalian anda hanya senilai 1 yen pun (100 rupiah), ia akan memberikan kembalian itu kepada anda. Waaaahhhhh selamat bersenang senang dengan kuliner Jepang …. sungguh mudah memesan makanan di Jepang dan sungguh nikmat rasa masakan mereka.

Hohohooooo berhubung saya tak bisa berbahasa Jepang, jika anda ingin menikmati resto di tempat saya dan suami makan ini, silahkan di print dan di tunjukkan pada petugas disana, alamat difoto bill ini.

Booking Hotel di Jepang, Klik Disini.




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: