Celaka Membawa Ilmu di Tangga MRT Singapore

Pagi yang cerah. Hari ke dua di Singapore, Saya dan Zara sudah siap siap hendak menuju ke Harbour Front (disana tinggal naik skytrain dan sampailah kita ke Sentosa Island yang ada Universal Studio nya). Kami rencana berangkat dengan naik MRT (Kereta).

Saya dan Zara keluar rumah bersama Sophia yang sekalian hendak berangkat kerja dengan MRT yang sama (Sophia : kakak saya yang tinggal di Singapore).

Dalam perjalanan menuju MRT, Sophia memberi banyak arahan, panduan dan cerita tentang keseruan jika kami sudah sampai disana. Dan tralaalallaa saat asyik mengobrol di tangga MRT tiba tiba saya kehilangan keseimbangan dan terjatuh sekitar 10 anak tangga. Dang dung ding dong gubraaakk !!! Tambahan catatan : saya jatuh sambil menggendong Zara. (bisa dibayangkan kondisinya) – Dan ini foto tangga tempat saya jatuh.

spore-tangga-toa-payoh

Sesampai dilantai bawah, saya langsung melihat Zara yang terdiam dalam pelukan. Tuhan Baik, Zara tak ada luka apapun. Luka hanya terjadi pada tulang kering kaki saya yang terbentur berkali kali. Sakiitttt cyiiinn.

Tak perlu menunggu lama, puluhan orang sudah mengitari saya, termasuk Sophia yang langsung lari lagi pergi ke toko obat. Dan dalam hitungan detik, wooww sudah ada ibu ibu yang memijat kaki dan badan saya. Sambil puluhan orang memandang saya dengan cemas sambil menanyakan apakah saya baik baik saya dan apakah ada bantuan yang bisa mereka lakukan? (Dibawah ini foto kaki saya usai dibersihkan)

spore-jatuh

Termasuk ada satu orang yang menawarkan memanggil ambulance. Ia tampak sangat galau. Saya katakan tidak dan ia pergi lalu datang lagi tanya lagi pergi lagi dan datang lagi meyakinkan saya bahwa saya benar benar tidak butuh bantuannya. Ia datang dan pergi sampai 5x … hmmm ia sangat mencemaskan saya orang yang tak dikenalnya. Saya sangat terharu. Sayang saya nyaris pingsan jadi tak sempat ngobrol apalagi tanya nomor telpon hehhee. Yang jelas ia termasuk salah satu orang yang membuat saya sadar bahwa orang singapore tak se cuek yang saya kira selama ini.

Ya, 4x ke Singapore, kesan saya terhadap orang Singapore adalah sangat cuek, individual, tidak peduli orang lain dan kurang ramah. Namun kejadian ini membuat saya memiliki pandangan yang 180 derajat berbalik. Ternyata orang Singapore sangat peduli pada orang lain yang benar benar membutuhkan.

(selama kurang lebih 7 menit duduk terkulai ditangga, selama itu pula puluhan orang mengerumuni saya sambil terus bertanya apa yang bisa mereka bantu)

Tak lama setelah Sophia berhasil mengobati saya, datanglah petugas MRT dan mengajak saya beristirahat di kantornya. Setelah saya pulang dari kantor MRT. Tak disangka sore harinya petugas tersebut menelpon kakak saya selaku wakil keluarga saya di Singapore dan menanyakan kondisi saya apakah baik baik atau membutuhkan bantuan lebih lanjut.

Pelajaran kedua yang saya petik dari kejadian ini adalah : Rasa Tanggung Jawab pihak MRT yang masih menanyakan kembali kondisi saya setelah pulang. Mereka bahkan bersedia menangung jika saya minta ke dokter. Padahal tak ada yang salah pada tangga mereka, saya sendiri yang kurang berhati hati.

Pelayanan terhadap konsumen yang luar biasa ramah. Saya makin salut saja dengan Singapore.

——-

Dan taukah anda??? Sejak kejadian jatuh tersebut, saya mencoba berkomunikasi dengan orang Singapore di jalanan. Daann hasilnya??? Sangat diluar dugaan!!! 5 orang berbeda memiliki respon yang kurang lebih sama. Salah satunya :

Saya melihat seorang wanita kantoran dengan wajah datar sedang duduk menunggu MRT datang. “Maaf kalau mau ke China Town, dimana antrinya?” tanya saya. Tak disangka tiba tiba wanita yang sedang datar tersebut langsung tersenyum sangat lebar dan berdiri demi mensejajarkan wajahnya dengan wajah saya. Sangat sopan.

Lain kesempatan juga saya mencoba untuk tersenyum pada beberapa orang dan ternyata lebih banyak yang membalas senyuman daripada tidak. Hmmm ternyata orang Singapore tak se individual yang selama ini saya kira.

Mereka memang tak ingin mengurus orang lain tapi jika ada orang yang membutuhkan bantuan, mereka memiliki sikap sangat terbuka dan tulus. Hmmm andai saya tak terjatuh, mungkin saya tak akan mengetahui sisi keramahan orang Singapore ini. Celaka membawa Ilmu.

spore-zara-renang spore-renang spore-area-bermain

 

Demi tak ingin mengecewakan Zara, saya pun usai bisa berjalan, saya tak langsung menuju ke apartemen Sophia tempat saya menginap. Melainkan mampir mampir dulu ke Play Ground Play Ground yang ada di tiap sudut di Toa payoh sini. Usai puas bermain, Zara pun berenang di kolam renang apartemen. Dan wuhuuu saya pun semakin menikmati Singapore. Semoga artikel ini bermanfaat.

—————————————————

Penulis : Catur Guna Yuyun Ang
Instagram : @catur_guna & @wisataseru
Email : [email protected]

Untuk mendapatkan Update artikel kami, bisa ikuti kami di :

Twitter : @wisataseru
FB Group : https://www.facebook.com/groups/wisataseru/
Like FB wisataseru disini, Klik Here




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: