Hawker di Singapore (Panduan Kuliner di Singapore)

Setelah di artikel sebelumnya saya mengabarkan tentang beberapa tips mengenai Singapore, kali ini saya akan membahas informasi kuliner di Singapore. Ya, karena jika kita datang ke suatu Negara tentu yang paling membuat kita kangen untuk datang dan datang kembali kebanyakan adalah karena kulinernya bukan??? Yuk mari lanjut dibaca.

Kuliner di Singapore tidak harus mahal

Untuk makanan menurut saya, di Singapore, tidak terlalu susah, mungkin karena saya orang chinnese. Tapi bagi muslim pun saya amati juga tidak terlalu susah karena banyak masakan Indonesia , contohnya di setiap food republic (seperti food court di vivo city, wisma atria, far east, suntec city, nge ann city, ion, city hall, marina square, etc) disana tersedia masakan padang atau masakan Indonesia dan makanan halal. Harga makanan disana variasi dari 3,50 – 7 Sgd malah kadang ada yang 2.70.

Jangan takut bila masuk kedalam rumah makan di mall. Karena nggak semuanya mesti mahal, seperti ketika saya ada di esplanade plaza (sebuah café keren dekat pintu masuk – saya lupa namanya) saya menemukan nasi lemak kurang lebih hanya 3 sgd. Murah meriah tak ubahnya makan di warung pinggiran di pasar.

Pengalaman saya juga, di daerah Bugis, di ruko yang terpelosok. Disana ada restoran Chinese yang sungguh ramai bila di hari sabtu atau minggu, bahkan harus waiting list seperti antri di Sushi Tei. Nama tempat makannya Victor Kitchen (jangan heran bila menu ditulis dengan huruf pinyin dan bahasa cina, karena yang menjual ya orang cina, tapi bisa bahasa inggris dan bisa bahasa melayu sedikit sedikit) harganya cukup lumayan terjangkau, saya dan teman saya habis 7 mangkuk dimsum, dan total 40 dolar kurang lebih, saya anjurkan untuk minum teh cina yang berguna untuk melarutkan lemak lemak yang baru saja masuk.^__^

Hawker, Apa itu?

Oya, di Singapore, kita akan mendengar kata Hawker. Apa sih Hawker itu? Dia adalah istilah untuk pusat jajanan kaki lima, tempat para penduduk lokal biasa nangkring untuk makan, terutama pada malam hari. Karena disukai penduduk lokal, jadi sebaiknya datangilah tempat tempat hawker untuk bisa tau selera asli Singapore.

Berbeda dengan lokasi kaki lima di Indonesia yang kebanyakan (nggak semua loh) kumuh dan seadanya. Hawker disini tampil sangat rapi dan bersih sekali, bahkan pemerintah setempat juga membuat semacam kategori A atau B atau C. Yang artinya, A adalah paling bersih dan seterusnya.

Dimana lokasi Hawker?

Mau mencari satay yang khas, yuk mari mampir ke Lau Pa Sat Market. Pusat jajanan ini konon sudah berdiri sejak 100 tahun silam lebih. Nah, jika anda maniak terhadap Nasi Hainam, jangan lupa mampir ke kedai Tian Tian Hainanese Chicken Rice, stall no 10 di Maxwell Food Centre. Nah jika anda sebaiknya datang ke lau Pa Sat setelah jam 7 malam, maka saya sarankan untuk datang ke Tian Tian Hainam ini sebelum jam 7 malam, karena saking larisnya, biasanya jam & persediaan hainam disana sudah menipis.

Ada juga suatu tempat bernama Newton Food Centre. Hm,.. disini terkanal dengan pelayan yang sangat ‘nyebelin’ alias menguntil aja sampe kita membeli dagangannya. Tapi, meski nyebelin, lokasi ini rame bener. Yang paling menonjol disini adalah Ah Heng Carrot Cake di kios no 1. Jajanan khas Singapore yang dijual juga di Eat n Eat Kelapa Gading.

Atau anda lagi jalan jalan di Orchard Road dan kelaparan??? Hawker terdekat adalah di Food Republic Wisma Atria. Selain harganya terkenal miring dibanding café / resto sekitar, disini juga banyak masakan yang kita kenal juga di Indonesia, semacam batagor dan nasi padang.

Buat anda yang mencari suasana romantic, saya sendiri menyarankan anda untuk datang ke tepi sungai Singapore yang bernama Clarke Quay. Tempat ini dikelilingi banyak sekali tenda makanan yang bergemerlapan lampu. Tak hanya bagian food areanya aja, bahkan nyaris semua gedung yang ada di area sana dipenuhi oleh gemerlap lampu yang mayoritas berwarna kuning emas indah sekali. Sangat sepadang dengan sungainya yang bersih dan sesekali tampak melintas kapal wisata.

Untuk makanannya sendiri, disini yang banyak diburu adalah Chili Crab nya. Namun, bagi saya sendiri, chili crab tak terlalu penting lah karena di Indonesia banyak sekali kepiting jumbo yang dimasak tak kalah lezat dengan harga yang tentunya jauh lebih murah dari disana. Jika kemari, wow yang penting adalah suasananya yang sangat romantis. Apalagi suasana sekitar adalah bangunan kuno yang masih berfungsi dan sangat di rawat. Oya disekitar sini juga ada banyak tempat dugem, tapiii saya nggak pernah kesana, jadi maaf nggak tau infonya.

Kesimpulannya adalah

Intinya di Singapore banyak daerah untuk berwisata kuliner jadi jangan mutar – mutar hanya di daerah orchard saja. ^_^ Untuk aneka tempat makan lainnya sendiri, bisa anda buka artikel tentang Singapore lainnya di wisataseru ini. Semoga bermanfaat.

Penulis : Christal Fransisca Mandagie, di edit oleh Catur Guna Yuyun Angkadjaja. Untuk berhubungan dengan Christal bertanya lebih detail bisa drop comment di artikel ini atau langsung ke [email protected]

(Maaf karena keterbatasan foto, jadi foto fotonya rada ngga nyambung hehee… buat yang mau peta MRT Singapore dalam ukuran lebih besar, email aja yach ke [email protected] ntar dikirim ukuran lebih oke)




8 comments

  • Wah.. Samaa.. Hawker memang selalu jadi pilihan dan buruan saya kalau lagi jalan-jalan ke singapore, selain harganya lebih murah daripada di mall, menu yang lebih bervariasi, porsinya juga lebih banyak! 😀 Thanks ya infonyaa 🙂

  • dulu pernah nyasar sampai ke People’s Park Centre…
    ga sengaja nemuin orang antri panjang banget di bagian lantai dasar, food court situ….
    sambil ngintip-ngintip ternyata yang di jual itu Curry Puff…enak banget…kulitnya garing, isinya banyak…hahhahaaa….

  • klo di indo itu istilahnya “pastel” hahahaa…. 😀
    ada pula cakwe juga…
    pokok e euenak wesss…yummy…. =))

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: