Sensasi Masakan dari Negeri Khalil Gibran di Beirut Lebanon Restaurant

Begitu memasuki beirut lebanon restaurant ini, anda akan langsung disambut dengan foto kota Beirut dan aneka benda bersejarah seperti pistol dan pedang prajurit Lebanon abad ke 16 dan 17. Di dinding juga dipajang piring besar, yang biasa digunakan warga lebanon untuk perjamuan makan bersama dan ada pula shisha, rokok warga lebanon yang bermanfaat untuk menghilangkan aroma kambing sehabis makan.

Untuk rasa? Meski belum pernah ke Lebanon, tapi menurut para pengunjung yang mayoritas memang orang Timur Tengah ini, rasanya mendekati sempurna dengan yang ada di Lebanon sana. Saya nyobain juga nih, aneka makanannya mulai dari yang pembuka sampai penutup.

Emang rasa khas Timur Tengah sih ya, rasa Bawang Bombay-nya mantab banget, manis gurih. Bahkan porsinya juga porsi Timur Tengah!!! Astagaaa, saya sungguh nggak menyangka, hidangan pembuka yang saya kira imut bin ringan, ternyata ukurannya jumboooo!!!

Maklum saya nggak tau nama nama makanan Lebanon, jadi untuk semua hidangan yang saya pesan sih terserah sama pelayannya saja, “Pokoknya satu satu semua ya, mulai dari pembuka, utama sampai penutup”, begitu kata saya. Pas keluar, ya elaaaaah!!! Porsi Jumboooo Jet (buat saya ya, tapi pas saya liat kanan kiri, ternyata memang porsinya gede gede semua. Hebatnya mayoritas orang Lebanon yang ada disini, kalau makan emang selalu memesan menu pembuka sampai penutup, lengkap seperti saya -untuk satu orang- dan mereka semua habis dengan sempurna tanpa merasa kekenyangan). Wow …

Hidangan pembukanya, berasa segar lemon … enaaak … tapi baru makan hidangan pembuka saja saya sudah lumayan kenyang hehehe, jadi perlu istirahat dulu untuk lanjut kemakanan berikutnya.

Mas Handy sedang menikmati Lahemnena nya

Yup, si utama, Namanya Musyakal Masyawi. Roti yang diisi dengan daging sapi berbentuk sosis (digiling bersama dengan peterseli – aromanya harum dan rasa dagingnya gurih asin). Lalu ada daging domba yang dipanggang setengah matang. Dibawahnya terdapat pula aneka sayur dan ahiiiing rasanya enak sekali. Gurih daging bercampur dengan kemrenyes sayur segar.

Sementara teman saya Mas Handi, dia mencicip Lahemnena. Lahemnena ini terdiri dari nasi yang terbuat dari Basmati (aduuuh rasanya gurih dan ini kan sudah dibumbu, bumbunya kerasa banget khas Timur Tengahnya). Dagingnya terlihat empuk sekali. Apalagi ketika dicocol dengan saus kari, wow tampaknya Mas Handy tampak sangat menikmati.

Terakhir saya nyam nyam penutupnya nih. Namanya Omali. Semacam pudding tapi kayak roti, nah loh. Pokoknya lembut banget dan rasanya manis … xixixiii …. Omali ini ini merupakan penutup yang sangat sempurna setelah semenjak tadi menikmati aneka masakan beraroma bawang. Dan tak terasa, ternyata saya habis juga menyantap ke tiga porsi jumbo … wakkakakaka … ayo ayo, sekali kali coba dong masakan Lebanon, meski sama sama Timur Tengah, tapi rasanya beda lo dengan masakan dari Timur Tengah lainnya. Dia lebih lembut dan tidak terlalu menyengat (misal bawang Bombay = memang terasa tapi tidak sekeras aroma masakan Timur Tengah lainnya, begitu pula dengan bumbu lainnya. Tampaknya lebih netral di lidah kita orang Indonesia… um secara khusus, lidah saya maksudnya)

Alamat : Beirut – lebanon restaurant. Jl. H agus salim no 57. Jakarta pusat. 021 319 38 147




%d bloggers like this: