Review Kuliner Sop (Buntut, Iga, Sumsum, Daging) di Jakarta

Nah dibawah ini adalah review singkat beberapa sop buntut di Jakarta yang belum sempet aku review secara panjang lebar. Tapi, semoga bermanfaat yach : (untuk artikel lain tentang sop buntut bisa di search di wisataseru) Sop buntut cut mutia. Jl.Menteng Kecil I Jakarta Pusat. 021 3924213 Niiii daging buntutnya, walaaaah empuuuuuk setengah jaman. Dagingnya masih kemerah – merahan gitu, tampilan yang segar … begitu digigit sari pati daging itu langsung melekat erat dilidah … apalagi dagingnya gendut gendut, jadinya guriiiih kres kres enak banget. Rekomendasi banget deee sop buntut yang satu ini. Meski warungnya keciiiil begini bahkan persisnya mepet tembok sebelah, banyak menteri yang langganan di sini looo, tapi aku lupa sapa aja. Yaaa meski aku kurang setuju dengan standart kuahnya yang menurutku terlalu asin….

Rasa Sebakul Harga Gak Mukul di Bakul Tukul

cumi bakar ... nyum nyum

Rasa sebakul, harga nggak Mukul. Begitulah Tagline si rumah makan Bakul Tukul ini. Terpampang di spanduk sepanjang toko pun harganya memang terlihat murah meriah, punya duit 15 ribu aja udah bisa makan dan minum dapet ayam tuh … nasi dan sambal pun bisa nambah sepuasnya tanpa kena biaya lagi … wah pikir punya pikir, ini dia, pas banget. Pas tanggal tua. Mampirlah saya bersama segerombolan siberat yang kelaparan dan dompetnya tebel sama bon tagihan ngutang bank wakakakak … begitu masuk nuansa sunda kentel banget. Bukan cuma karena dekornya bergebyok gebyok ria, tapi juga lagunya tarlingan sunda getooo. Pas buka menu, langsung terucap indah dari bibir, “Ikan gurame bakar, Ikan nila goreng, cumi bakar, cah kangkung dan semuanya es teh manis 6 gelas”. Begitu datang makanannya,…

Rehat Sejenak di Pangandaran

Meski langit agak gelap, tapi … pangandaran tetap tampak mempesona. Pantai yang terjaga kebersihannya berpadu dengan batuan alam. Dan 30 km dari pangandaran, kita akan sampai pada sebuah tempat bernama Batu Karas. Sebuah pantai yang memang banyak disinggahi orang untuk bermain selancar. Ombak di Batu Karas memang tidak ekstreem seperti di Bali, Nias, Pacitan atau Pelabuhan Ratu yang mengulung gulung. Tapi ombak disini cukup stabil untuk bermain selancar. Apalagi bagi mereka yang baru mau belajar selancar. Ombak sangat bersahabat dan pantai pun tidak terlalu dalam. Apalagi ditunjang dengan luas pantai yang tidak terlalu besar, ini sangat memudahkan para penjaga pantai untuk mengawasi seluruh kegiatan pengunjung. Disini pula disediakan tempat penyewaan papan selancar. Lengkap dah pokoknya. Wayang Golek Nah abis, main selancar saya pun mengunjungi dusun…

Kenikmatan ayam goreng di Ayam Betutu, nyuuuumy … slruuup

Ayam Betutu Bali. wow, … pertama liat logonya hehehe terus terang serem juga yach … begini amat bikin logo-nya … tapi, justru itu juga yang membuat aku penasaran untuk mencobanya. Masuk … dan astaga pelayannya kok lama, sampe temenku udah hampir emosi, “Kita gak boleh pesen nih bli?”, kata Mas Bayu yang sok berbahasa Bali. Terus pelayan datang dengan permohonan maaf khas Bali yang sangat ramah. Jadi, lupakan saja peristiwa kelambatan pelayanan ini, karena selanjutnya dan selanjutnya yang akan hadir adalah kenikmatan semata. Dan kejutan ada disini nih, begitu ayam datang … astagaaaaa haruuuuumnya … karena betutu disebut mas-nya pedas, jadi saya cuma pesan yang goreng, sementara teman yang lain pesan betutu. (maaf saking nikmatnya rasa ayam yang saya hadapi saya sampai lupa minta icip…

Baby Sling, Selendang Bayi masa kini yang praktis, nyaman dan modis … ayooo beliii, cocok buat dipake sendiri atau buat hadiah

Belanja dengan cara online sekarang ini makin ngetren aja yach … Kenapa sih? Udah pasti karena ongkos murah buat penjual karena nggak perlu sewa tempat dan mudah bagi pembeli karena nggak perlu cape cape pusing muter muter untuk mencari barang yang diperlukan. Hanya tinggal klik, m-banking dan sampailah barang ke rumah. Melihat kenyataan itu, kakak saya yang di Surabaya pun nggak mau ketinggalan. Pengalamannya susah mencari baby sling yang sesuai selera, membuat dia riweh sampai akhirnya huntinghingga ke S’pore dan ketemulah baby sling atau seledang gendong bayi yang hampir sesuai dengan keinginannya. Cocok, Pengen lagi dah ah. Hehehee … dasar manusia gak ada puasnya, punya 1 pengen punya lagi. Tapi, dasar tukang jahit, kakakku justru akhirnya bereksperimen membuat sendiri baby slingnya. Dengan memodifikasi sana sini…

Pecinta wayang, aku punya info pengrajin Wayang langganan orang orang penting di Indonesia nih

Membuat wayang, bukan pekerjaan mudah. Untuk menyelesaikan wayang berukuran 20 centimeter misalnya, butuh 3 – 4 hari. Itu belum termask proses membersihkan dan mengawetkan kulit untuk bahan dasarnya. Setidaknya itulah ungkapan hati Pak Sumarno, pimpinan sanggar kaligrafi di Rawamangun yang sekaligus pengrajin wayang kulit. Lamanya proses pembuatan tersebut, menurut Pak Marno, karena dirinya sangat detail dan lebih mengutamakan kualitas daripada kuantitas. Maka, tak heran, jika pelanggan Pak Marno sendiri merupakan orang orang penting di negeri ini, termasuk pendalang terkenal Pak Manteb. Bahkan koleksinya pun disebut Pak Marno bisa dilihat di Istana Negara. Meski demikian, Pak Marno tak lantas besar kepala dan langsung memperkerjakan banyak orang. Para pekerja yang ia didik memang ada, tapi untuk bisa menjadi pekerja yang ia percaya 100% mengerjakan wayang produksinya, haruslah…

Nongkrong di ‘cafe’ minumnya jamu, … seger nyaaa!!! Jamu Bukti Mentjos

aneka jamu mentjos

Jamu!!! Sejak lama saya suka sekali meminumnya. Maklum saya ini keturunan tukang jamu di kampung, di Tuban Jawa Timur sebuah kota kecil nan bersih dan dipenuhi oleh makanan makanan enak. Nah, di kampung saya, nama jamu racikan nenekku yang kini sudah diwariskan pada anak anaknya, si om dan my tante, adalah Jamu Pusoko Pipisan dan Jamu Pusoko Sejati. Hm, sayang sejak hijrah pada usia 13 tahun ke Jakarta, otomatis saya lama tak mencium aroma harum gubuk jamu warisan nenek di Tuban sana. Maka ketika saya mendengar informasi, “Ada café jamu tuh di salemba tengah, namanya Bukti Mentjos”. Wah, gak pake lama, saya langsung search di internet tentang lokasi pastinya dan meluncur dengan kesenangan hati. Oh my God, begitu masuk, aroma rindu langsung tercium, wangi betul,…

Gurihnya … bebek di goreng dalam kenci dan di bakar dalam kendil

bebek kendil

“Bebek bertebaran” … hm mungkin ini hanya kalimat biasa yang sering anda dengar, karena memang sejak booming 3 tahun lalu, seolah warung kaki lima sampai restaurant bintang lima ramai ramai berebut pasar dengan menghadirkan racikan bebek. Tapi, kalau kata “Bebek berterbangan!” ??? ups … pernahkah anda mendengar sebelumnya? Jika belum, yuk saya ajak anda mengenal sebuah resto yang cukup kreatif dalam menjaring pelanggan. Yakni, Bebek Kendil, dikawasan kemang Jakarta Selatan. Tapi sayang, atraksi ini tidak ada setiap saat, melainkan hanya pada hari hari dan jam jam tertentu saja, yang saya juga lupa nanya tuh, hari apa aja baru ada atraksi bebek terbang. Berbekal resep keluarga dan nama besar Bebek Kendil di Semarang Jawa Tengah, Budi Setianjaya pemilik Bebek Kendil yang baru saja membuka cabang di…

Sup Merah yang mulai langka di Surabaya, kutemukan di The Red Soup Bali (SUDAH TUTUP)

RESTO SUDAH TUTUP – Senang sekali rasanya saya membaca tulisan ‘The Red Soup’ di kawasan Kuta – Bali ini. Pasalnya sebagai penggemar sup merah, 6 tahun absen mencicip menu khas Surabaya ini tentu sangat menyedihkan. Faktor yang membuat saya lama tak menikmatinya tentu karena jarang sekali resto yang menyediakan sup merah. Ya, sebagai hidangan khas peranakan (tiong hoa – belanda) yang merupakan makanan rumahan, menu ini memang nyaris tak diperjual-belikan. Tak disangka, akhirnya aku kembali menikmati justru ketika sedang berada di Bali. Bayangkan, terakhir saya makan sup merah adalah ketika diajak temenku ester mudik ke rumahnya di kediri…. Soal rasa? sup merah yang merupakan makanan khas WNI keturunan tiong hoa penganut fasis belanda ini rasanya manis asem (karena bahan baku utamanya memang tomat segar yang…

Yum, yummy … Brownies hangat langsung dari oven

manisnya brownies

Ada kabar gembira buat pecinta brownies. Kemarin lagi gak sengaja aku nemu toko brownies yang unik tampilannya. Open kitchen. Jadi begitu masuk ke toko itu, bau wangi brownies langsung menusuk jantungku si pecinta roti bantat ini. Uniknya, disini brownies dibuat sangat simple. Kalau biasanya ngebuat brownies itu kan ribet yach, pake mentega, coklat batangan dan bubuk n da bla bla, naa kalau disini enggak, caranya guampang banget. Cuma tepung terigu, gula, coklat bubuk dan telor. Yuk Cuma 4 bahan doing yang kemudian diaduk sampe rata dan langsung diopen. Buset daaa tapi rasanya ueeenak banget. Tapi anda gak usah deh coba coba niru ngebuat, karena rasanya dijamin beda. Karena ternyata rahasia semua terletak pada bahan yang memang dipesan khusus oleh pemilik dari pabrik langsung. Jadi misal…

Bikin ngiler, Dim Sum home made racikan Koh Atun

Dimsum disini enak banget. Beneran looo… semuanya terasa fresh!!! Karena setiap hari, bahkan setengah hari dim sum selalu baru. Pemiliknya koh atun ini memang membuat sendiri dim sum nya dan karena memang laris, jadinya pagi dan sore dia selalu membuat dim sum baru untuk disajikan pada pelanggan. Saya paling suka disini, hakau dan bapao chasiaw. Hakau nya gurih dan kenyalnya tidak lengket di gigi. Rasanya??? Udang banget. Sedangkan chasiaw nya… waaa sampai saat ini, chasiaw disini menurutku masih yang paling enak (dengan harga Cuma 10.000 seporsi). Rasa ayam panggangnya itu looo… hmmmm bener bener manis dan karena segar dia masih basah (tidak kering) enaaaak banget. Hm… pecinta dimsum, cobain de… nggak bakal nyesel deee… apalagi rasa bintang lima harga kaki lima. Oya selain dimsumnya yang…

Saya suka kambing yang di ‘madu’

Buat pecinta kambing. Waaa tampaknya menu yang satu ini bisa dicobain looo… kambing bakar maduuuu…. Waaaa pertama ngeliat tampilannya saya langsung teringat dengan konro bakar makasar. Tapi begitu dirasain ya jelas beda dong hehehe… Kalau konro kan rasa rempah gurih ya dan bumbu kacangnya juga bumbu khusus yang diracik memang untuk konro. Naaa kalau yang ini kambing yang dibumbui dengan minim rempah, setelah empuk lalu dibakar pake madu… wuiii sensasinya memang beda sama konro bakar… sama sama enak hahaha…. Tapi sedikit mendeskripsikan, yang bakar madu ini manis gurih dan begitu dicocol dengan bumbu kacangnya, waaa beneran bumbu sate kayak sate madura gitu. Jadinya kayak makan sate tapi kambingnya empuk banget dan low kolesterol nih kayaknya, soalnya sudah direbus (berarti lemak sudah banyak hilang to). Udah…

1 74 75 76 77 78
%d bloggers like this: