Jangan karena tissue kamu mendapat malu di Singapore

hawker centre food

Inilah Singapura. Negara kecil multietnis yang memiliki 1 kesepakatan bersama dalam beberapa hal / kebiasaan. Salah satunya adalah tentang TISSUE.

Disini saya tak akan membahas tentang tissue yang harus beli di lokasi makan di Singapore. Karena buat anda yang akan ke Singapore atau pernah ke Singapore pasti sudah tau itu. Baik lewat artikel di google ataupun pengalaman pribadi.

Dimana setiap lokasi makan di Singapura tidak menyediakan tissue. Kalau mau, silahkan beli dan itu ada harganya, tissue kering biasanya 20 cent per bungkus. Sementara tissue basah 30-50 cent per biji. Nah lebih jauh tentang ini, pasti sudah banyak infonya di google.

 

Maxwell Hawker Centre

Maxwell Hawker  Centre – Biasanya penjual minuman, jualan tissue kering

Artikel ini akan bercerita tentang TIPS NGE-CUP TEMPAT DUDUK DI HAWKER (opo iki bahasa Indonesianya nge-cup ya hahaha. Menandai. Yes, menandai bahwa ini kursi ku loh mba/ mas, ojo diduduki ya)

Jadi seperti dibahas diatas, bahwa di Singapura meski terdiri dari banyak etnis dengan budayanya masing masing, tapi ada kebiasaan yang sama sehingga dapat dikatakan, “Ini caranya kalau di Singapore”. Salah satunya adalah cara nge-cup tempat duduk, di hawker. Yaitu : LETAKKAN TISSUE DI ATAS MEJA!!!

Nge-cup Kursi pake tissue

Nge-cup Kursi pake tissue

 

Hmmm kebayang kalau anda sebagai wisatawan dan tak tahu kebiasaan ini. Ada tissue diatas meja dan anda main duduk aja karena menganggap anda sedang beruntung karena ada tissue ketinggalan, Oh No ini akan sangat memalukan bukan???

Ya, karena hawker itu situasinya ramai dan terbuka. Kalau naruh tas sebagai penanda, kalau ilang gimana? Sementara kalau temen harus nungguin, iya kalau sama temen, kalau sendiri? Selain itu time is money bro. Kawan yang datang bersama mungkin juga mesti buru buru pesen makanan dan memakannya. Jadilah ini sebagai tandanya, meletakkan tissue diatas meja.

Lau Pa Sat

Lau Pa Sat – Salah satu hawker bersejarah di Singapore

Buat yang belum tau Hawker itu apa, Hawker adalah lokasi dimana banyak tempat makan berkumpul. Beberapa orang mungkin susah membedakan mana foodcourt dan mana hawker. Untuk menjelaskan mungkin bisa saya jabarkan : jika di Indonesia kita mengenal Foodcourt seperti di Mall Mall. Banyak tempat makan dalam satu lokasi, jualannya macam macam mulai dari masakan lokal hingga manca negara dan biasanya lantas ada 1 spot khusus untuk menjual minuman. Yes, di Singapura pun itu di sebut foodcourt.

Sementara yang di sebut hawker adalah — hmm definisinya sama sih : banyak tempat makan dalam satu lokasi. Namuuun bedanya adalah hawker ini didominasi makanan lokal dan tempatnya lebih ‘sederhana’ dibanding foodcourt.  Kenapa begitu? Karena hawker ini sendiri benernya tempat yang disediakan bagi para penjaja kaki lima supaya ga ngemper dimana-dimana dan supaya kebersihan makanan lebih terjaga. Yaaa jadi kalau di Indonesia mungkin bisa disamakan dengan : lokasi makan karyawan di mall atau kantor. Yup di mall atau kantor besar bisa kita perhatikan selalu ada kumpulan penjual makanan yang 90% yang makanannya lokal. Seperti sate, bakso, padang, prasmanan sunda, dll. Hmmm lokasi seperti ini di Indonesia apa nama spesifiknya ya??? Zaman ngantor dulu saya kalau mau makan di hawker kantor bilangnya cuma “makan di tempat biasa” dan temen temen sudah pada tau hihihi.

Nah panjang ya artikelnya. Padahal intinya saya cuma mau kasih satu tips itu doang hahahaaaa. Anyway busway semoga tips dari saya ini bermanfaat buat anda yang akan ke Singapore.




10 comments

  • Justru budaya tissue itu yang memalukan, budaya nafsi dan nafsi yg penting diri dulu, makanan pun belum di tangan, orgtua, ibu2, anak2 yg kebingungan cari duduk pun urusan belakangan.. tidak setuju? coba jawab ini: What gives people the privilege to reserve seats?

  • Halo Fin Marin, makasih udah mampir ke website kami.

    Di artikel ini kami membahas budaya tidak tertulis di hawker centre ataupun food court. Memang tidak ada hukumnya. Sehingga pun kalau misalkan tissue nya mau diminggirkan, ya sah-sah saja. Namun bagi yang udah di Singapura, ada kemungkinan karena waktu jam makan yang terbatas, sehingga ketika sekelompok orang hendak membeli makanan, mereka akan cenderung meninggalkan “sesuatu” (bisa berupa tissue, payung, atau apapun) sebagai tanda bahwa kursi tersebut di reserve oleh yang memiliki barang tsb. Karena kalau misalkan mengharuskan ada orang yang menunggui tempat tersebut, kemungkinan besar orang tersebut habis waktunya menunggu teman2 nya kembali dan tidak akan sempat makan dengan nyaman.

    Kenapa mereka reserve kursi, krn mereka memang mau makan dan memastikan bahwa ketika mereka sudah membeli makanan, bisa langsung makan bersama dengan teman2 mereka dan setelah itu kembali bekerja.

    Dan sebenernya, orang Singapura juga punya hati kok. Kalaupun mereka melihat ada orang tua atau ibu dengan anak2, mereka juga bisa memberikan tempat, terutama kalau mereka tidak terburu2.

    Mengenai masalah privilege, menurut saya tidak ada privilege apapun, hanya masalah budaya yang berbeda.

    Perlu diketahui, pada saat jam makan siang biasanya super ramai dan buru2, jadi harap maklum. Dan dengan menuliskan artikel ini, sebenarnya supaya kita juga bisa lebih mengenal, dan mungkin juga bersiap2 untuk mencari tempat duduk terlebih dahulu sebelum membeli makanan apabila kita bepergian di Singapura.

    Salam Wisata Seru

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: