Inilah Dia, MACHU PICCHU, peradaban Inca yang sempat Terlupakan

image

Hai sahabat wisataseru, sesuai janji hari ini saya akan melanjutkan artikel Berburu kota yang sempat menghilang. Kali ini bahasannya : edisi ke kota tersebut, MACHU PICCHU !!!

Buat yang belum baca artikel pertama, bisa klik disini untuk membaca. Dan sedikit pengulangan dari artikel pertama, Machu Picchu memiliki arti Gunung Tua atau dalam bahasa Quechua memiliki arti Kota Inca yang hilang. Ia terletak di area Pegunungan Andes dengan ketinggian sekitar 2.400 mdpl.

 

Pukul 6:15 pagi kami meninggalkan hotel menuju stasiun Ollaytambo. Sebenarnya bisa berjalan kaki sekitar 15 menit, tapi kami memilih naik mototaxi, semacam bajaj. Ongkosnya 1.5 Soles per orang (1 soles 5000 IDR). Dekat, Tidak sampai 5 menit kami pun sampai di stasiun.

machu pichumachu pichumachu pichu

Di stasiun kami langsung ke loket untuk menukar slip pemesanan dengan tiket kereta. Yup karena sebelumnya kami sudah melakukan pemesanan dan pembayaran secara online di Inca Rail http://incarail.com. Sangat praktis dan menyenangkan ketika liburan sudah terencana.

Catatan: Jangan lupa bawa paspor dan kartu kredit yang digunakan untuk pemesanan, karena akan diperiksa.

Kereta kami berangkat tepat waktu pada pukul 6:40 pagi. Keretanya nyaman dan bersih. Perjalanan menuju Aguas Calientes yang memakan waktu sekitar 1.5 jam pun jadi terasa cepat dan menyenangkan.

Sekitar pukul 8 pagi kereta tiba di Aguas Calientes atau Machu Picchu town. Dari situ ada dua cara menuju Machu Picchu; naik bus 30 menit, atau hiking. Kami memilih baik bus, karena selain pertimbangan membawa balita, juga supaya hemat energi. Loket tiket bus dan pemberhentiannya terletak di seberang pasar.

Sampai di terminal bus, saya kaget !!! Antriannya panjaaang. Saya pikir hari Senin tidak akan ramai. Ternyata salah!!! Sepanjang bulan Juli adalah peak season di Machu Picchu, karena musim liburan sekolah dan cuaca yang kering juga bersahabat. Plus pekan itu bertepatan dengan libur panjang hari kemerdekaan Peru, jadi banyak turis lokal berbaur dengan turis mancanegara. Lengkap sudah.

Machu picchu

Machu picchu

Machu picchu

Untungnya meski antrian sangat panjang tapi bergerak cepat karena bus-nya banyak dan datang silih berganti.

Kalau sudah di bus, siap-siap ya. Jalan menuju ke atas sangat sempit, curam dan berliku. Bus kami beberapa kali harus berhenti dan mundur untuk memberi jalan bus dari arah sebaliknya. Wow lumayan dag dig dug duar. Perjalanan ke Machu Picchu ini memang membutuhkan mental yang kuat.

Sekitar pukul 9 kami tiba di pintu masuk Machu Picchu. Disini masih harus antri untuk pengecekan tiket. Tiket sudah saya beli sebelumnya di http://www.machupicchu.gob.pe

Catatan: Siapkan tiket dan paspor karena akan diperiksa.

Setelah melewati loket, mampir dulu di sebelah kiri untuk mengecap stamp Machu Picchu.

Di pintu masuk ada beberapa tour guide yang menawarkan jasa mereka. Ini opsional. Menurut teman yang menggunakan jasa mereka, biayanya US$20 untuk 2 jam.

Siapkan energi, karena dari sini waktunya menaiki puluhan anak tangga. Take your time. Kami pun sering beristirahat di tengah jalan.

Catatan: Sebaiknya bawa snack dan air minum, karena tidak ada warung disini hehe. Kami sendiri dibekali sandwich, apel, jeruk dan jus oleh hotel. Plus poin untuk Hostal Sauce.

Machu picchuMachu picchumachu pichuMachu picchumachu pichu

Inilah Machu Picchu, salah satu dari tujuh keajaiban baru di dunia. Berada disini membuat saya termenung dan membayangkan seperti apa ya tempat ini 500 tahun lalu, ketika kerajaan Inca sedang jaya-jayanya.

Kisah tentang Machu Picchu sudah banyak yang mengulas. Jadi saya cerita sedikit aja ya. Selayang pandang, Machu Picchu ini memiliki kontur yang bertingkat-tingkat. Katanya, semakin atas, semakin tinggi tingkat kekuasaan orang yang menempati. Di puncak tertinggilah tempat pendeta Inca mengadakan upacara untuk menghormati matahari setiap hari.

Di sana ada sebuah batu yang disebut ‘intihuatana’ (tempat tambatan matahari). Menurut kisah, Batu ini sebagai jam matahari. Selayang pandang, machu picchu memiliki lahan pertanian yang sangat luas. Menurut literatur, ladang ladang ini untuk ditanam jagung, koka dan bunga.

Selain itu tentu masih banyak yang bisa dieksplor dari tempat ini, namun karena kami membawa anak kecil, kami sebisa mungkin memilih jalur yang mudah dan tidak bahaya.

Soal kisah mengapa kota ini bisa menjadi kota hantu diatas awan, ada yang mengatakan karena serangan bangsa Spanyol ada juga yang mengatakan karena wabah cacar. Entahlah, …

Catatan: Machu Picchu tidak bisa dilalui stroller atau kursi roda. Siapkan gendongan, bila perlu. Dan supaya liburan ini lebih nyaman, saya membeli Piggibackrider. Terbukti alat ini sangat membantu. Jadi buat yang hendak ke lokasi wisata yang membutuhkan banyak perjalanan, saran saya belilah alat ini. Nyaman kok. Tentunya jauh lebih ringan daripada harus gendong tangan.

Machu picchu

Machu picchuMachu picchuMachu picchu

Okay, 2.5 jam cukup untuk menikmati arsitektur dan pemandangan alam di Machu Picchu. Pukul 12 kami memutuskan pulang dan woooww ternyata antri panjang lagi untuk naik bus menuruni gunung. Perjalanan dilanjutkan dengan naik kereta menuju stasiun Ollantaytambo, dan mototaxi ke hotel.

Catatan: Apabila menginap di Ollantaytambo/Cusco, atur waktu dengan baik supaya tidak ketinggalan kereta, apalagi saat peak season.

Baiklaahh selesai sudah artikel ke dua tentang Machu Picchu. Masih tersisa satu artikel lagi, tunggu tanggal tayangnya ya

Machu picchu

————————————-

Diceritakan oleh : Vina Mubtadi – Warga Indonesia yang tinggal di Washington DC – email : [email protected]

Atau Vina bisa dikontak di
Twitter @vinamubtadi
Facebook Vina Mubtadi (https://www.facebook.com/vinamubtadiofficial/?fref=ts)
Instagram @vinamubtadi

————————————–

Diedit oleh : [email protected] / [email protected]

 


Lake Titicaca & Machu Picchu Independent Adventure

Lake Titicaca & Machu Picchu Independent Adventure

Lake Titicaca & Machu Picchu Independent Adventure WISATA SERU KE DANAU TITICACA & MACHU PICCHU SECARA INDEPENDENT

Lewatkan petualangan seru selama delapan hari menjelajah daerah suku Inca, termasuk Lima, Danau Titicaca, Cusco dan 2 kali perjalanan tak terlupakan dengan Kereta Api. Kunjungi danau tertinggi di dunia dan temukan keunikan kota Puno sebelum menaiki kereta Andean Explorer untuk perjalanan mencengangkan ke Andes dan Cusco. Sekali lagi mengalami petualangan seru di Cusco dan the Sacred Valley dilanjutkan dengan naik kereta api ke Machu Picchu, “Kota Suku Inca yang Terhilang”.










Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: