Lanjutan dari Taiwan Seru #01 nih!
Pagi itu suasananya sedikit berbeda, mungkin karena aku seakan berada di dunia lain (bukan dunia lain yang mistis itu…tapi yahh, tahu lah ya hehe). Keluar dari kamar aja yang aku lihat bukan lagi bangunan ato kendaran berlalu-lalang, melainkan jembatan yang dilengkapi dengan bangku di sekitarnya disediakan untuk mereka yang ingin duduk ngobrol, baik dengan orang baru maupun sahabat lama, ditambah pula dengan langit biru cerah secerah hatiku saat itu (cieee)….
Dan sungguh terbangun dengan suasana seperti dalam film silat itu benar-benar menghipnotis diriku, apalagi ketika berjalan melewati lentera-lentera yang tergantung di sepanjang lorong. Mereka seakan-akan berayun-ayun berlomba untuk menyapaku di pagi hari. (please, jangan di malam hari karena agak horor gitu kesannya :D)
Forte Dong-Shan Villa
Forte Dong-Shan Villa terletak di wilayah yang dipisahkan dengan sebuah jembatan. Sebagai penyuka bangunan bersejarah, sungguh aku suka banget nih bangunan luar dari Villa ini, termasuk material yang mereka gunakan, desain dan cat warna-warni yang mereka gunakan untuk kusen jendela dan pintunya! Fyi aja, aku suka banget liat pintu atau jendela apalagi yang berwarna. Antik sih memang diriku. Tapi ya gitu, I am drawn to the doors and windows.
#iknowiamweird #butilovedoors #differentdoors #uniquedoors
Dan Tahukah Kamu?
Ketika aku pergi ke Taiwan untuk kali pertama di tahun 2013, aku melihat bahwa di sepanjang perjalanan kami, kita ketemu banyak banget mesin ramal/mesin peruntungan – hampir di setiap tempat ada deh rasanya. Dan tadaa…. ^-^. Aku keliatan si mesin ramal bentuk ikan di dekat resepsionis.
Gimana sih cara kerjanya?
1) Masukkan koin (aku lupa bayar berapa, maaf) – 2) Tunggulah beberapa detik – 3) tadaaa, kertas berisi peruntunganmu akan keluar dan kamu siap-siap baca apa aja yang tertulis. Namunnn…sayangnya kertas itu bertuliskan bahasa alien aka bahasa Mandarin :p
Area Administrasi dan Kesiswaan
Dalam perjalanan menuju ke tempat makan, ada perpustakaan. Karena aku ga bisa baca tulisan Mandarin, jadinya ya aku cuman ambil foto bagian luar ruang perpustakaannya dan swa-foto aka selfie karena aku suka banget ama dekorasi di temboknya. ?
Perpustakaan di Forte Dong-Shan Villa
Restoran terletak di lantai 2 dan buka dari jam 7 – 10 pagi untuk Sarapan. Makanan yang disajikan disini cukup sederhana dan dapat dimakan baik untuk tamu yang vegetarian maupun tidak vegetarian.
Mereka menyediakan nasi, bubur beserta lauk-pauknya, daging, sayur-mayur, telur, salad, buah-buahan, jus buah segar, kopi dan teh. Berhubung saya memang penyuka teh, tentu saja pilihanku jatuh pada teh hangat pagi hari itu. 😀
National Center for Traditional Arts (NCTA)
Seperti yang telah daku utarakan di pos sebelumnya,National Center for Traditional Arts (NCTA) ini adalah tempat atraksi kelas dunia yang mempertunjukkan budaya dan sejarah Taiwan – dilengkapi dengan pertunjukan-pertunjukan menarik dan kegiatan yang melibatkan pengunjung, dan tidak lupa juga ada pameran interaktif. Beraneka ragam toko dan aktivitas di dalamnya benar-benar akan memuaskan rasa keingintahuanmu akan kebudayaan tradisional Taiwan. Tentunya jangan sampai kelewatan Kesenian Rakyat Taiwan yang juga ditampilkan di NCTA.
Karena hari masih pagi dan kebanyakan toko beserta kegiatannya baru dimulai jam 10 pagi keatas, maka setelah sarapan usai, aku memutuskan untuk langsung capcus berusaha menghilangkan lemak-lemak dengan berjalan-jalan di tamannya dan menikmati angin sepoi-sepoi. Dan memang alamnya sendiri sangat indah disertai dengan udara yang segar, dan aku dapat pencerahan baru – bahwa NCTA ini ternyata sangat luas, saudara! Total area dari pusat budaya ini seluas 24 hektar termasuk Forte Dong-shan Villa sebagai akomodasinya.
Kediaman Scholar’s Huang
Dibangun di tahun 1877, kediaman ini sebenaranya merupakan rumah istri ke-empat dari Huang Tsan-shu, seorang sarjana Chu-jen dan orang asli Yilan. Rumah ini aslinya bertempat di pusat kota Yilan. Seiring dengan berjalannya waktu, rumah ini rusak dan kedua sayap rumahnya menjadi makin parah. Ketika pemerintah kota merencanakan pembangunan kembali, NCTA memutuskan untuk memindah struktur kayu original itu ke dalam area taman NCTA dan didirikan ulang disana. Karena rumah itu adalah kediaman pribadi, dekorasinya sendiri cukup sederhana, namun dengan melihat ruangan yang dicat di bagian belakang rumah, kita dapat merasakan memang ada aura terpelajar disana.
Waterfront Boulevard
Disamping Waterfront, terlihatlah serentetan rumah yang dibangun dengan gaya China Selatan. Garis atap yang berbeda dipadukan dengan kontras pemandangan yang indah semakin menonjolkan pesona yang menggoda hati dan menyajikan keindahan sebuah negara perairan. Di sepanjang boulevard ini, kita dapat beristirahat sambil menikmati sajian khas makanan ataupun kue Taiwan dari penjaja makanan di sepanjang tepi “sungai” ini.
Folk Art Boulevard
Tampak luar bangunan di sepanjang jalan ini menunjukkan arsitek kota tua di Taiwan, dimana ada percampuran antara kebudayaan tradisional Fujien Selatan dan gaya arsitektural Baroque. Menyusuri jalanan ini membuat diriku seakan-akan sedang berada di drama jaman dulu. Ga salah kalau tempat ini sering digunakan sebagai tempat untuk foto pre-wedding.
Terlepas dari bangunan bersejarah, di antara bangunan tersebut, ada banyak sekali toko-toko yang menjual karya seni buatan sendiri, mainan tradisional, permen dan penganan serta jajanan tradisional, dimana pengunjung juga dapat melihat cara membuat atau bahkan berpartisipasi membuat sendiri selagi berbelanja di pasar yang unik ini. Uniknya lagi, toko yang satu terkadang ada pintu jalan tembus ke toko yang lain, jadi nya toko ini seakan-akan sambung menyambung tanpa kita perlu keluar masuk dari pintu depannya.
Satu lagi yang aku suka adalah detail dari dekorasi dan interiornya. Suka banget deh pokoknya. Rekomendasi.
NCTA menyediakan beraneka ragam masakan Taiwan untuk dicoba, dari mie sapi yang terkenal itu sampai hidangan pencuci mulut dan minuman segar ala Taiwan.
Merindukan sesuatu yang sedikit dekat di hati? Starbucks! Ya mereka bahkan memiliki starbucks di dlm area NCTA! Wiseruker bisa menikmati pemandangan di sungai sambil menikmati kopi yang tentu rasanya tidak diragukan lagi.
=========================================================
Wiseruker bisa coba tinggal di Forte Dong-Shan Villa, utamanya bila sedang mencari tempat untuk retreat, team building, rapat tahunan, atau bahkan mempererat tali silahturami dengan keluarga, kerabat maupun kawan.
Segala macam kegiatan dari seni sampai dengan olah raga, untuk anak sampai lansia, semuanya dapat ditemukan di sekitar area ini.
=========================================================
Forte Dong-Shan Villa
No. 201, Section 2 in Wujie Village, Wujie Township, Yilan, Taiwan
Tel: +886 3 960 2121
Untuk Pesan Hotel: klik DISINI
Cara Menuju ke Forte Dong-shan Villa:
Dengan Kendaraan Umum
Melalui Kereta Api: Berangkat dari Taipei atau Hualien,turun di Stasiun Kereta Api Luodong Train
Melalui Bis: Dari Taipei Wiseruker bisa naik 1) Capital Bus (MRT City Hall station exit 3) – kemudian naik Bis no 1570 seperti yang PS ceritakan di atas, atau 2) Kamalan Bus (Terminal Bis Taipei)
**Untuk jadwal pasti, silahkan cek di website busnya**
Turun di Stasiun Luodong baik dari Taipei maupun Hualien
* Naik taxi. Naik taksi sekitar 15 menit dan membayar sekitar NTD 200
* Naik Bus UmumYilan County No. 241 or 261 di Terminal Capital Bus Luodong. Untuk jadwal bus dan biayanya, bisa lihat di Capital Bus Website atau telpon ke +886 800 000 866
* Naik Shuttle Bus Jurusan Dongshan River , naik shuttle sampai pemberhentian terakhir : National Center for Traditional Arts
* Naik Bus Jurusan Luodong ke Nanfang-ao (melewati Chinshuei) dikelola oleh Kuo-Kuang Bus (Tel: +886 3 956 7505) di Stasiun Kereta Api Luodong, turun di Jembatan Jialiyuan Bridge dan jalan sekitar 10 menit untuk menuju ke NCTA.
Supir Taxi di Luodong
Mr Li (李禹樵)
Mobile/WA: +886 (0) 920 764559
Line ID: trevelertaxi
WeChat ID: Taxi659
Email: toyotaa33223@gmail.com
**Supir Taxi yang bisa berbahasa Inggris**




































Leave a Reply