Serunya Membatik bersama Daniel Mananta di Dapur Solo

image

Bertepatan dengan ulang tahun kota Solo yang ke 271, Dapur Solo Ny. Swan cabang Panglima Polim Jakarta, kembali mengadakan acara yang berbau budaya. Nah kali ini mereka berkolaborasi dengan  Daniel Mananta mengadakan acara membatik. Pesertanya??? Tentu adalah penggemar fanatik DAMN! I LOVE INDONESIA.

Serunya, dari ratusan pendaftar hanya dipilih 15 peserta saja. Jadi kebayang donk senengnya peserta yang terpilih. Antusias tersebut terlihat dari peserta yang bahkan jauh jauh dari Surabaya ke Jakarta hanya untuk menghadiri acara membatik bersama Daniel Mananta ini loh.

Selain itu juga ada peserta dari Bandung yang tiba tiba memberi DAMN! I LOVE INDONESIA cinderamata buatannya sendiri. Mengharukan.

Damn i love indonesia daniel mananta

Souvenir untuk Damn i love indonesia daniel mananta

Acara sendiri dimulai dari perkenalan singkat masing masing peserta. Berlanjut ramah tamah kemudian makan siang. Usai makan, wajah peserta sangat sumringah, ada apa gerangan??? Karena Nasi Langgi nya enak hihihi. Ya saya juga suka sama nasi langgi Ny. Swan ini. Mulai dari tampilan sampai rasa, top markotop. Apalagi dessertnya serabi solo, waahhh maknyuusss. Serabinya asli wenaaaakkk!!! Resep asli dari Dapur Solo.

Nasi langgi

Aneka lauk di nasi langgi ini bikin ketagihan beneran deh

Serabi solo

Rekomendasi !!! Asli serabi solonya enak banget

Huzzz lagi bahas acara malah bahas makanan hehhee. Soalnya enak sih, jadi pengen pamer dikit. Oke Back to the topic.

Usai kenyang nikmat dengan Nasi Langgi Dapur Solo Ny. Swan yang nikmat, kemudian acara membatik pun dimulai. Pengajar adalah Tim dari Segosae : Mas Hamdi dan Mbak Niken. Mereka owner workshop batik di Mall Kotakasablanka LG Floor.

Pelajaran dimulai dari pemberitahuan bagaimana cara duduk. Berlingkar memutari perapian lilin dengan posisi duduk yang tegak, “Inilah kenapa kalau kita lihat orang zaman dulu yang rajin membatik, sampai tua badannya bagus. Tegak”, kata mba Niken.

Untuk melihat video keseruan acara membatik ini dimata Zara, anakku yang masih 3,8 tahun, klik disini ya.

Kemudian secara detail selanjutnya dijelaskan cara membatik yang benar dan saat para peserta sudah mulai membatik, mba Niken bercerita banyak hal, mulai dari sejarah, nama nama alat membatik hingga arti motif pada tiap goresan. Seperti motif batik parang yang berarti perjuangan. Karena artinya inilah, sebaiknya batik dengan motif parang tidak di gunakan saat pergi ke acara nikahan.

Daniel mananta membatik

Ekspresi serius Daniel Mananta saat membatik

Anak anak membatik

Zara dan Kenzo dengan pewarna membatiknya

Membatik

Ekspresi para fans Daniel saat membatik

Damn i love indonesia

Pemenang membatik

Tante Swan Kumarga owner Dapur Solo. Sangat humble, cinta negara (selalu berupaya untuk memperkenalkan budaya dan kuliner indonesia ke siapapun terutama anak muda)

Tante Swan Kumarga owner Dapur Solo. Sangat humble, cinta negara (selalu berupaya untuk memperkenalkan budaya dan kuliner indonesia ke siapapun terutama anak muda)

Sekitar 1,5 jam. Peserta sudah mulai menyelesaikan batik dan penilaian pun dimulai. Pemenang 1-3 mendapat hadiah dari Segosae berupa kursus membatik gratis. Acara ditutup dengan foto bersama dan para peserta dipersilahkan melakukan aktivitas masing masing. Ada yang lanjut nongkrong, ada yang pulang.

Kesan pesan dari Ny. Swan pemilik Dapur Solo dan Daniel Mananta terhadap acara ini sendiri sangat senang. Karena pengenalan budaya harus terus dilakukan supaya generasi muda ini dapat tumbuh kecintaannya terhadap budaya bangsa.

————————————————————-

penulis : catur guna yuyun ang / [email protected]




%d bloggers like this: