Gelar Cita Rasa Solo – Festival untuk Masa Depan Bangsa

image

Yang Tua Bernostalgia, yang Muda Belajar Mengenal dan Mencintai.

Ini adalah salah satu semangat regenerasi budaya yang harus kita gali untuk menumbuhkan kecintaan terhadap Tanah Air. Ya, setidaknya itulah yang saya pelajari dalam jejak pengalaman hidup saya #ciee #soktuabanget hihihi. Tapi kenyataan loh, kalau dari kecil kita ngga kenal sama budaya bangsa sendiri, bagaimana kita bisa mencintai negeri yang membesarkan kita?

Dan bagi saya pribadi, budaya itu ngga hanya soal seni dan tarian, melainkan juga cita rasa kulinernya. Sebagai seorang perantau, awal awal di Jakarta saya sangat merindukan aneka hidangan khas Kampung Halaman. Lalu saat merantau di Jepang dan Malaysia, kerinduan untuk pulang Indonesia juga disebabkan oleh cita rasa masakan nusantara. Padahal sejak Kuliah, saya adalah penggemar fanatik beberapa masakan Jepang dan Malaysia. Ini terlihat jelas dari ulasan di web saya. Misal ke Resto Jepang Umaku Sushi, dalam setahun tinggal di pondok rangon saya minimal seminggu sekali pasti makan disana.

Lalu mengapa saat di Jepang saya masih begitu merindukan masakan Indonesia bahkan sampai rela belajar masak demi menikmati selera Indonesia. Nah jadi sudah jelas buat saya, bahwa kebiasaan menyantap suatu hidangan dimasa kecillah yang kadang membuat kita rindu untuk ‘kembali’.

Seperti kadang kita merindukan Ibu karena rindu masakannya. Begitulah bentuk psikologi rasanya. (Ada ya psikologi rasa??? Hihihiii)

Aneka jajanan di GCRS 2015

Aneka jajanan di GCRS 2015

Acara di hari pertama

Acara di hari pertama

Dagangan yang laris manis

Dagangan yang laris manis

Nah maka begitu tau Dapur Solo Ny. Swan akan menggelar Festival Kuliner Tematik dengan tema Gelar Cita Rasa Solo, saya pun dengan semangat 45 bersedia jadi media partner. Karena acaranya benar benar berbobot. Acara yang diadakan tahun ini adalah yang ketiga. Kalau penasaran dengan acara yang pertama dulu, bisa klik disini untuk baca artikelnya.

Namun sayang, justru di hari H nya saya malahan ngga bisa datang karena tiba tiba saya yang tengah hamil tua, sudah mulai mengeluarkan cairan dan dokter menyarankan untuk tidak bepergian jauh dari rumah. Karena takut tiba tiba ketuban pecah dan harus segera dilarikan ke rumah sakit, nanti ngga keburu dengan kemacetan Jakarta yang tak sederhana ini hihihi. Ya sudahlah akhirnya saya hanya bisa mupeng dengar laporan teman teman dan juga melirik instagram @dapursolo1988 yang menceritakan perkembangan acara GCRS 2015 tersebut. Jadilah artikel ini isinya foto foto yang saya ambil dari Instagram para peserta GCRS 2015 yang beberapa diantaranya adalah temanku.

Gelar Cita Rasa Solo 2015

Acara ini dibuka oleh Walikota Jakarta Utara, Rustam Effendi dan dimeriahkan oleh letusan kembang api dan aneka tarian tradisional khas Jawa Tengah. Meriah sekali.

Acara digelar sejak tanggal 11-13 Desember 2015. Sontak Halaman parkir Restaurant Dapur Solo Ny. Swan Sunter Jakarta Utara yang biasanya dipenuhi mobil, 3 hari itu menjadi cerah berwarna warni. Karena halaman dipenuhi oleh 30 tenda yang menjual aneka hidangan rakyat dan kerajinan tangan. Selama 3 hari itu pula, resto diramaikan oleh celoteh ramah sang Master Ceremony dan nyanyian merdu siteran dan keroncong plus lagu lagu Jawa.

Misi membangkitkan nostalgia dan memperkenalkan budaya dan kuliner Asli Indonesia ini tampaknya sukses. Karena banyak juga pengunjung yang bertanya tanya:

“Ini apa ya?”. Dan mereka mau mencoba kemudian bergumam bahwa apa yang dimakannya enak dan suka. Kemudian terlihat opa oma yang bercerita kepada anak dan cucunya soal hidangan yang ada di hadapan mereka adalah makanan favorit mereka saat masih kecil dulu di kota Solo dan banyak kisah lainnya yang ga kalah seru.

Live music

Live music

Workshop membuat mini tumpeng unik

Workshop membuat mini tumpeng unik

MC di hari pertama : Teddy Tamasya

MC di hari pertama : Teddy Tamasya – sahabatku yang super kocak ini jago banget ngemse … Buat yang butuh MC monggo #loh malah promosi hehhee

Kumpulan foto workshop membatik dari IG @nyirocker

Kumpulan foto workshop membatik dari IG @nyirocker

Yuuppp, kebanyakan menu yang dijual di booth booth adalah hidangan tradisional Solo yang sudah mulai langka di pasaran. Sebut saja : Cabuk Rambak, Brambang Asem, Tumpang Letok dan hidangan khas Solo lainnya.

Oya disini tak hanya ada pertunjukkan budaya dan booth booth yang menjual aneka hidangan tradisional, Solo khususnya, tapi juga ada beberapa kegiatan seperti membatik dan membuat tumpeng mini unik. Alat alat untuk workshop bento dan batik sudah disiapkan panitia. Jumlah peserta yang dibatasi juga menjadikan acara ini jadi lebih mengena. Peserta merasa puas dan mendapatkan ilmu sesuai harapan sebelum ikut acara.

Tahun depan acara seperti ini akan diadakan lagi loohhh. Karena memang merupakan acara tahunan Dapur Solo. Dan semoga tak ada halangan lagi untuk menikmati kemeriahan acara di Dapur Solo tahun depan.

Alamat Dapur Solo Ny. Swan : Danau Sunter Utara no 7 Jakarta Utara atau lebih lengkap (punya 5 restaurant si Jakarta dan Serpong) bisa lihat di web nya www.dapursolo.com

Noted : makasih buat para pemilik instagram yang fotonya saya pakai 🙂 sukses selalu ya

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: