Kalap di Jjigae House

jjigai-house-jakarta

Annyeonghaseo! Akhir-akhir ini saya lagi menggilai makanan korea, juga drama korea dan variety show Korea yang jujur saja menarik dan seru! Buat kalian yang belum pernah cobain makanan korea karena mungkin…. Makanan korea terlihat aneh dengan nama-nama asing dan ingredients yang gak biasa di Indonesia sehingga kalian takut ga cocok dengan taste kalian, saya merekomendasikan Jjigae House.

Kenapa? Karena menurut saya Jjigae House masih sesuai dengan lidah orang Indonesia. Let’s find out!
Kalau kebanyakan restoran Korea yang kalian temuin menyediakan menu grill dengan daging-dagingan, kali ini Jjigae House menawarkan Korean stew, atau makanan rebusnya. Jjigae sendiri dalam bahasa Indonesia artinya stew jadi memang restoran ini khusus makanan yang direbus. Tempatnya sendiri tidak terlalu besar, tapi interiornya comfy banget sehingga buat pengunjung yang baru masuk serasa baru pulang ke rumah.

Jjigae House didesain dengan tulisan-tulisan korea dan didominasi dengan warna hijau. Terdapat beberapa meja dengan kompor portable dibagian tengah untuk memasak jjigae-nya on the spot.

Dikedatangan pertama kali saya, jujur… Saya khilaf sehingga saya pesan cukup banyak makanan dan hanya akan dihabiskan oleh 2 orang saja. Yap, hidup untuk makan. Oops! Harusnya makan untuk hidup ya? Hahaha yaudahlah, yang penting bahagia aja ya! Kembali ke topik, saya kali ini memesan Dak Galbi, Jjigae, dan Mandu. Mari kita ulas!

Mandu

Mandu

Ini adalah appetizer Korea, sejenis pangsit atau kuotie kalau di Indonesia. Mandu ini isinya sayuran, tahu dan ayam cincang lalu dibungkus kulit pangsit dan digoreng. Mandu disajikan bersama dengan saucenya. Kalau makan Mandu-nya doang rasanya sedikit hambar jadi saya sarankan untuk dicocol bersama sauce yang disediakan. Rasanya jadi syedap.

Dak Galbi

Dak Galbi

Dak Galbi ini disediakan dalam 2 porsi, 1 porsi untuk berdua dan 1 porsi untuk berempat. Sayang sekali kalau kalian sendiri *ehem, jomblo*. Kalian tetep harus pesen porsi untuk berdua. Dak Galbi ini : stir-fried ayam bersama sayur-sayuran. Jjigae House menawarkan add-ons topping berupa daging-dagingan, ramen, cheese dan sebagainya.

Akhirnya saya memesa Dak Galbi set for 2 dengan topping tambahan yaitu ramen dan mozzarella cheese. YUMS! LOOK AT THAT PICTURE! Kejunya meleleh diatas ramen dan irisan daging ayam. Warna Dak Galbinya merah, but trust me, ini gak pedes kok! Rasanya gurih dan asin. Sayurnya banyak banget, cocok buat penggila sayuran. Mozzarella cheese ,ramen sama bumbu Dak Galbi nya enak banget!

Pork Kimchi Jjigae

Pork Kimchi Jjigae

Ini dia yang dinanti-nanti! The spotlight of the day! Jjigae house menawarkan jjigae dengan kuah kaldu 3 rasa yaitu kimchi (asam pedas), chicken dan beef. Untuk isinya, ada beef, prime beef, pork, chichken dan vegetarian. Jadi buat kalian yang muslim, tenang! HA to the LAL alias halal. Porsinya juga dibagi menjadi set for 2, set for 4 dan buat kalian yang sendiri *ehem, jomblo* ada kok porsi khusus individual! Hehehe just kidding!

Kali ini saya pesan pork dengan kuah kimchi jjigae. Untuk kalian yang pesan porsi individual, sayang sekali kalian gak bisa langsung masak sendiri, porsi individual langsung disediakan di mangkuk karena sudah dimasak di dapur. Sekarang kita bahas rasanya yuk! Begitu hotpot Jjigae disajikan, jujur menarik banget. Kuahnya berwarna merah dengan ekspektasi rasanya pedas, tapi sebetulnya tidak terlalu pedas loh! Kalau kalian justru mau yang pedas, kalian bisa minta ekstra cabe.

Rasa kuahnya enaaak, asem pedas gurih! Jjigae kali ini saya tambahin toppingnya berupa ramen dan cheese. Isi jjigae ini ada sosis, stem, sliced prok, sayur-sayuran, rice cakes, telur dan mushroom. Isinya banyak banget, 1 hotpot besar full jadi puas banget untuk mengisi perut saya disini.

So, itu review saya mengenai Jjigae House. So far, Jjiage dari Jjigae House JJANG!! *Jjang means the best!*
———————————————————–

Jjigae House
Jl. Muara Karang Raya No 40 A
Muara Karang
Jakarta Utara 11240
021-66602487
Opening Hours :
Wednesday – Monday : 11:00 am – 10:00 pm
Closed on Tuesday

——————————-

penulis : Francisca Widjaja – kontributor wisataser




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: