Warung Langganan Pak SBY jika ke Magelang

kupat-tahu-pojok-magelang

Saya tahu Warung Kupat Tahu ini dari Bu Ani Yudhoyono – wuih sombongnya. Hohohoooo, maksudnya gara gara lihat instagram Bu Ani, saya jadi penasaran dengan warung ini. Yup jadi begitu sampai Magelang, tujuan utama kuliner saya adalan mencicip Kupat Tahu Magelang langganan Bu Ani dan Pak SBY yang kata Bu Ani, “Langgan kami sejak 20 tahun silam”.

kupat-tahu-langganan-sby

Instagam @aniyudhoyono

Naik Angkot turun di depan alun alun (ceritanya saya salah berhenti, karena memang buta Magelang). Ternyata warungnya ngga persis di alun alun, tapi masuk jalan kecil (2 mobil) sekitar 15 meter dari alun alun atau kurang lebih 500 meter dari tempat saya berdiri sekarang hahaha, karena saya ada di sisi lain dari alun alun tempat si tahu berada. Untung Zara si kecilku yang baru 3 tahun ini kuat jalan, jadi tak masalah meski pun nyasar.

Dan begitu sudah sampai di jalan Tentara Pelajar tempat Warung tersebut berada, saya nyaris nyasar lagi. Yuhuuu karena di ujung jalan (paling pojok) ada warung bernama Warung Pojok!!! warung tersebut tutup!!! So, dengan sedih saya berbicara, “Ya warung pojok tutup Zara” dan keluhan saya pada Zara di dengar oleh pemudi yang nongkrong tepat di depan saya.

“Nyari warung apa mba?”, “Warung Kupat Tahu Pojok Mas, tapi tutup. Padahal jauh jauh cuma pengen coba ini”. Kata si mas mas tersebut, “Ow mungkin yang mba maksud warung Pojok yang itu”, katanya sambil menunjuk papan nama Tahu Pojok Magelang yang kurang lebih 15 meter dari lokasi saya berdiri saat itu. “Ahhhh, yaaaaa betul itu mas, makasih makasih”, kata saya kegirangan. Untuk warung pojok yang pertama saya lihat, tutup heheee.

kupat-tahu

Mejeng dulu sama Bu Kuntari (pemilik) – Hiks Zara lagi ngambek gara gara pengen masuk Klenteng, tapi Klentengnya tutup. Jadi ga mau foto

Begitu sampai di warung, hmmm harum bumbu kacang dan tahu yang sedang digoreng membuat saya lapar!!!

Warung ini sangat sederhana (seperti tampak pada foto) namun sangat terjaga kebersihannya. Mulai dari kolong meja dan bangku, mejanya, piringnya, gelasnya, toples toples dan bahkan jendela kayunya tersebut. Kemudian hal lain yang menarik hati saya adalah terpajangnya foto foto sejumlah petinggi negara dan artis legendaris di dinding warung (termasuk foto Pak SBY dan Bu Ani). Wuih memang legenda nih warung. Tulisannya “Sejak 1942”, yuhuuuu sebelum Indonesia Merdeka loohh.

Kini yang berjualan adalah Generasi ke 3 yaitu Ibu Kuntari. Bu Kuntari mengaku ia terus mencoba untuk mempertahankan keaslian rasa dan suasana supaya pelanggan bisa terus merasakan nostalgia. Untuk itu ia juga menjaga sendiri warungnya. Ia pun tetap rendah hati, meski pelanggannya adalah kaum kaum jetset. Kerendahan hati itu terlihat pada warung yang tetap sederhana, makanan yang tetap murah meriah dan yaaa seperti tak terusik oleh siapapun yang pernah makan diwarungnya. Apapun pangkat dan status sosialnya, asal masuk ke resto ini, ia tetap adalah pelanggan Bu Kuntari. Yes.

Eaaaa … nyaris setengah abad menulis, saya malah keasyikan ngomongin soal warung dan lupa menceritakan rasa. Hahhaaa maklum masih terpukau dan ikutan merasa bangga bisa makan di warung langganan Pak SBY.

kupat-tahu-enak

Kupat Tahu Magelang dan Es Campur nya

Terus terang ini adalah pertama kalinya saya makan Kupat Tahu Magelang. Eaaa cukup katrok secara di Jakarta lumayan banyak beredar warung penjual menu ini. Tapi saya menganggap ini sebuah keberuntungan, karena dengan begini saya bisa tahu rasa asli kupat tahu magelang ketika besok kembali ke Jakarta.

Tak disangka, rasanya begitu spektakuler. Saya langsung jatuh cinta pada sendokan pertama. Kupatnya padat namun lembut saat dikunyah. Bumbunya fantastis!!! Bumbu kacang setengah cair ini terasa mengalir di seluruh dinding lidah. Manis namun sangat lembut dan ngga bikin eneg.

Terdengar lebay? Ya mungkin karena saya memang dalam posisi sangat lapar saat itu. Tapi asli ini enak banget!!! Dan gorengannya berasa spesial luar dalam. Saya sampai tambah gorengan 2 kali. Gorengan bakwan yang baru saja matang dari penggorengan tersebut renyah di luar dan syedap di dalam. Dan saat dimakan bersama krupuk, Inilah Syurgaaaa.

Usai menikmati sepiring penuh kenikmatan ini minumannya es campur khas Tahu Pojok. Wooowwww, sejujurnya saat itu saya membayangkan es campur dengan gundukan es yang bersusu dan bersirop. Tapi ternyata es campur cair dalam gelas ini justru malah menuntaskan kelegaan saya. Es campurnya ngga lebay. Ngga terlalu manis dan ngga terlalu banyak buah, sehingga diminumnya syegeerrr banget.

kupat-tahu-magelang

Bumil ketagihan Tahu Magelang

Oaaa… Magelang, besok kalau saya kesini lagi, sudah pasti saya akan bertingkah seperti Pak SBY #soknyamain xaxaxaaa,… Tahu Pojok Magelang pasti akan selalu menjadi kuliner nomor pertama yang akan saya kunjungi!!!

Dan ohyeah, makanan disini murahnya kebangetan xaxaxaaa,… saya makan seporsi kupat tahu, segelas es campur, 1 botol air mineral, 2 gorengan dan 2 bungkus krupuk, hanya bayar 23 ribu rupiah sahaja. Tahukah anda? sekembalinya saya ke Jakarta, saya jadi berasa mahal sekali makan di Jakarta hohoho.

———————

Spesial Menu Makanan Daerah : Kupat Tahu
Tahu Pojok Magelang
Jl. Tentara Pelajar Kios no 14
Magelang Jawa Tengah
Terima Pesanan / Telp : 0815 785 66127
Bu Kuntari (pemilik) 0856 430 21215

——————————————-

Angkutan menuju ke Kupat Tahu Magelang / Alun Alun Magelang

  1. Angkot : Bisa naik Angkot jalur 1, 3, 6, 7, 8, 10, dan 12. Turun di depan Tahu Pojok.
  2. Taksi : AFDA Taksi

Hotel yang dekat dengan Kupat Tahu Magelang / Alun Alun Magelang ini adalah Hotel Puri Asri, Hotel Saraswati Borobudur dan The Oxalis Regency Hotel.

Ditulis oleh:

Untuk mendapatkan update artikel, ikuti kami di sini:
wisataseru
catur_guna
wisataseru.id
Wisata Seru Group
wisataseru
wisataseruid

 




%d bloggers like this: