Ski di Pegunungan Alpen: Menikmati Panorama dan Uji Nyali

gunung-alphen-6

Saya beruntung bisa berski di Pegunungan Alpen yang membentang melewati delapan negara di Eropa, dari Austria di timur sampai Prancis di barat. Sebelum pertama kali liburan ski, saya mengambil kursus singkat beberapa jam di sebuah arena ski buatan dalam ruangan. Ternyata saya merasa lebih mudah berski di alam terbuka di atas salju asli. Salju buatan di dalam ruangan cepat berubah menjadi es sehingga licin, sedangkan salju asli di pegunungan lebih kesat karena berupa serbuk.

Kebanyakan orang pergi berlibur ski biasanya selama tujuh hari atau yang singkat selama tiga hari. Lokasi yang dituju merupakan resor-resor di lembah yang mirip pedesaan lengkap dengan hotel, chalet (semacam vila), jasa laundry, persewaan perlengkapan ski, klinik, sistem transportasi, dan toko penjual segala kebutuhan mulai dari bahan makanan, deterjen, pakaian bermerek, sampai suvenir.

gunung-alphen-5 gunung-alphen-4'Ski 2012 Courmayeur, Italia
Ski pertama saya tidak jauh dari perbatasan dengan Prancis, di dekat Monte Bianco (Mont Blanc), puncak tertinggi di Eropa. Kami ber-12 menginap di hotel di tengah Courmayeur yang cantik. Atap setiap bangunan tertutup timbunan salju, tampak seperti kue bertabur gula halus. Karena ski pertama, saya hanya berski di rute hijau (paling datar dan mudah) dan kadang-kadang di rute biru yang lebih sulit. Itu saja masih sering jatuh tersungkur atau terjengkang. Lebam di beberapa bagian tubuh pun tampak sesampainya di rumah.

Ski 2013 Val Thorens, Prancis
Val Thorens merupakan resor ski tertinggi di Eropa. Untuk menuju ke sana, bus yang membawa kami dari Grenoble Airport harus melewati jalan menanjak dan berliku di tepi jurang. Kali ini kami ber-9 memakai paket liburan, jadi tiket pesawat, transfer, akomodasi, sarapan, dan makan malam sudah termasuk. Sayangnya, chalet yang kami dapat tidak sesuai harapan, agak berantakan dan tidak cantik. Di dalam chalet ada dapur tapi tidak ada mesin cuci. Setiap rombongan mendapat asisten yang bertugas memasak dan membereskan chalet. Saya hanya berski di rute biru dan masih sering jatuh. Kursus privat dua jam yang saya ambil tidak memberikan pelajaran apa-apa.

Ski 2014 Morzine, Prancis
Resor ini berada di dekat perbatasan dengan Swiss, jadi sengaja atau tidak kami ber-8 beberapa kali menyeberang batas selama berski. Karena tidak ingin kecewa lagi, kami tidak memakai agen perjalanan. Tiket pesawat, sewa mobil, chalet cantik lengkap dengan perapian, dan perlengkapan ski kami pesan terpisah. Kami memasak secara bergiliran, setiap dua orang mendapat jatah memasak satu malam. Satu malam kami memesan makanan dari pemilik chalet, satu malam kami makan di luar, dan makan malam terakhir oleh sukarelawan di antara kami. Chalet tiga lantai yang didominasi kayu ini kelihatan masih baru dan dilengkapi dua TV, mesin cuci, kamar mandi di setiap kamar, dan meja besar untuk makan bersama. Pada hari pertama, kami berbelanja keperluan sarapan, deterjen mirip Rinso, dan kebutuhan harian lain. Hasilnya, kami sangat puas.

gunung-alphen-3 gunung-alphen-2 gunung-alphen-1Ski 2015 Chamonix, Prancis
Mulai 2014, saya sudah mulai mencoba rute merah yang lebih curam dan pernah sekali tersesat di rute hitam (tersulit). Saya berhasil membuktikan bahwa saya lebih mudah belajar dengan memperhatikan dan memeragakan gaya berski orang lain daripada mengambil kursus. Kami ber-8 merencanakan segalanya sendiri untuk mengulang kesuksesan tahun sebelumnya. Geneva Airport merupakan bandara terdekat untuk menuju Chamonix, Morzine, dan Courmayeur memakai mobil sewa. Bandara ini terbelah di sisi Swiss dan Prancis, jadi harus berhati-hati memilih pintu keluar sesuai tujuan.

Satu hal yang sampai sekarang saya benci adalah drag lift. Lift ini berupa tongkat yang ujung atasnya terkait dengan kabel dan ujung lainnya harus dikepit di selangkangan untuk menyeret tubuh dari bagian lereng yang rendah menuju yang tinggi. Kesenangan berski bagi saya adalah menikmati pemandangan alam yang luar biasa indah dari salah satu puncak bumi, meluncur bebas menghirup udara sejuk. Sedangkan penderitaannya adalah mengenakan sepatu ski yang super berat, jadi setiap kali melepas sepatu setelah seharian berski saya selalu lega. Selain itu, jaket dan celana ski harus dicuci secara hati-hati memakai deterjen lembut.

Biasanya dua bulan setelah pulang ski, grup saya mulai merencanakan ski berikutnya. Akomodasi untuk ski 2016 di Verbier, Swiss, sudah kami pesan, tinggal menunggu saat yang tepat untuk memesan tiket pesawat. Saya pribadi ingin mencoba berski di luar Pegunungan Alpen, tepatnya di Jepang dan Kanada. Semoga terkabul.

——————————

Penulis : Ady Nugroho – Jurnalis




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: