How to be A Leader – Sehari bersama Ny. Swan

dapur-solo-ny-swan-catur-gu

Untuk Kolom Kisah Inspiratif ‘Sehari Bersama’ kali ini, saya akan membahas tentang hikmah yang saya dapat ketika seharian penuh liburan bersama Tante Swan Kumarga, Pemilik Dapur Solo Ny. Swan. Pelajaran yang saya dapat adalah tentang, “Bagaimana menjadi seorang Pemimpin”.

Siang itu saya mendapat BB dari Tante yang intinya ia ingin mengajak Anak saya Zara yang seumuran dengan cucunya Rafael, untuk berlibur bersama di hari senin. Alhasil seharian itu dari pagi sampai malam kita benar benar wisata seru di Bogor. Dan dalam sehari itu banyak sekali pelajaran yang saya petik dari Tante Swan yang mungkin tidak disadari Tante Swan, diantaranya :

Ramah sebagai salah satu Jiwa Pemimpin

Luar Biasa, Tante Swan menyapa nyaris setiap orang yang dia jumpai, baik yang hanya sekedar basa basi, mendapatkan info, sampai dengan percakapan yang goalnya adalah untuk mengenalkan restonya. Contoh :

Kepada Penjaga Toilet (menebar pujian beraura positif) : “Aduh Ibu di Bogor ini cuacanya enak sekali ya, sejuk dan bersih udaranya. Ibu asli orang Bogor?”, “Iya saya tinggal di belakang sini”, “Oh ya beruntungnya Ibu. Nikmat sekali kota bogor ini. Ya sudah saya jalan dulu ya bu”.

Kepada Bule yang sedang berwisata : Setelah basa basi how are you dan menanyakan kemana saja tujuannya, perpisahan berakhir dengan memberikan kartu nama Dapur Solo karena si bule cukup tertarik dengan cerita bahwa Tante memiliki resto Indonesia di Jakarta.

Dan masih banyak lagiii orang tak dikenal yang diajak bicara, tukang parkir, tukang buah, orang lagi antre makanan, pelanggan yang duduk di depan kita ketika makan diwarung dan masih banyak orang tak dikenal yang ia ajak bicara.

ny-swan-dapur-solo-matraman

Foto Ny. Swan bersama karyawannya saat pembukaan cabang baru

Disinilah saya tersadar, mengapa Dapur Solo Ny. Swan bisa memiliki ribuan pelanggan tetap. Karena ia sangat ramah dan kuat menyapa orang dari pagi sampai malam. Dan dari caranya mau bergaul dengan siapa saja, dapat mudah saya ketahui bahwa ia bukan tipe orang yang suka merendahkan orang lain. Kesukaannya memberi pujian kepada orang, mungkin telah berdampak besar pada kinerja karyawannya.

Maka tak heran jika lebih dari 400 karyawannya terasa betul kesungguhannya untuk bekerja. Bahkan banyak diantara karyawannya yang saya perhatikan telah bekerja disana sejak pertama saya mengenal Tante Swan di tahun 2009. Hmm … jika karyawannya awet, bukankah ini menandakan karyawan telah menemukan kenyamanan.

Pemimpin adalah orang yang Mampu membuat orang lain Percaya Diri

Selama seharian ini saya perhatikanTante Swan sangat sangat kreatif dalam mendidik mental anak anak. Misal ketika melihat ada tanah yang menanjak, ia segera memanggil cucunya dan anak saya, “Siniiii ayo naik gunung. Siapa yang bisa?”. Zara yang awalnya susah sekali untuk naik, dengan semangat dari Tante akhirnya berhasil naik dan bahkan akhirnya Zara dengan sangat percaya diri naik turun dengan cepat.

Dapur-solo-ny-swan

Tak Hanya saya, Zara anak saya juga dapat banyak pelajaran dari Tante Swan

dapur-solo-ny-swan-anak

Tante tak lelah meski harus seharian ngemong cucunya Rafael dan anak saya Zara – Tante sangat menyukai anak anak dan anak muda, menurutnya “Merekalah Aset Bangsa ini”

Dan ketika melihat saluran air, Tante pun segera bertindak, “Ayooo siapa bisa lompat yang jauuh” dan dengan bahagianya Rafael dan Zara langsung memegang tangan Tante dan melompat. Setelah mencoba sekali, Tante tidak mau memegangi mereka lagi dan ternyata mereka Bisa!!! Dan tampak kebahagiaan dari dua bocah tersebut karena merasa “berhasil menerima tantangan”. (untuk melihat video anak anak saat belajar ‘kehidupan’ bersama Tante Swan di Kebun Raya Bogor, klik disini ya)

Yup, Tante bukan tanpa perhitungan dalam memberi tantangan sebagai penguat mental anak anak, ia hanya menantang anak jika memang di lihat anak tersebut pasti bisa melakukan. Dan dengan berhasil, maka tingkat kebahagiaan dan kepercayaan diri anak semakin kuat. Sungguh pelajaran yang luar biasa.

Saya jadi teringat akan prinsip Ir. Ciputra dalam keberhasilannya mencetak karyawan yang luar biasa. Dalam setiap meeting, ia selalu sudah memiliki rencana. Tapi ia tak pernah mau menceritakan rencana tersebut. Karena ia tahu, ketika karyawan hanya sekedar menjalankan perintah, mereka tidak akan sesemangat jika mereka sendirilah yang punya ide.

Dan Ir. Ciputra pun melakukan ini. Ia datang ke meja rapat seolah tanpa punya ide. Kemudian ia mulai bertanya pada para karyawan dan setiap perkataannya selalu menggiring pada idenya dia. Dan ketika seorang karyawan berhasil menemukan ide yang Ciputra maksud, ia lantas mengatakan, “Wah luar biasa, idemu cemerlang. Laksanakan ide tersebut”. Hasilnya? Sang karyawan bekerja dengan sekuat tenaga karena merasa dialah yang menemukan ide tersebut sehingga ia harus melakukan dengan baik.

Pemimpin adalah Orang yang Berani Tegas

Disini saya baru melihat sisi tegas Tante Swan. Beberapa tahun mengenal, ia adalah orang yang sangat suka memberi. Contoh yang saya alami adalah di tahun 2010 tiba tiba ia mengajak saya untuk ikut seminar tentang Bisnis dan Kepemimpinan. Harganya cukup mahal buat saya, karena ini seminar di luar kota dengan metode camp. Dan ia membayar semua biaya untuk saya.

Kemudian saya juga ingat ketika ia menutup restonya demi menyelenggarakan pesta pernikahan karyawannya. Tak hanya memberikan tempat dan makanan secara gratis, ia bahkan membiayai semua acara penikahan tersebut. See, ini hanya 2 dari ratusan atau bahkan ribuan amal kebaikannya yang pastinya saya tak pernah tahu.

Namun saya sangat terkejut ketika ia melarang sopirnya memberikan uang kepada petugas parkir yang tampak sudah lari dari kejauhan. Namun setelah dipikir, saya akhirnya paham. Kita bukan parkir tapi hanya sebentar menepi untuk bertanya jalan pada orang. So, tak seharusnya kita membayar parkir karena selain hanya sebentar, juga ketika menepi bapak tukang parkirnya juga tidak membantu kita parkir.

Inilah sisi tegas Ny. Swan, “Memberi juga ada aturannya. Jika tidak selayaknya kita memberi ya jangan diberi.”. Tante tidak membedakan apakah itu pengeluaran receh atau uang besar. Baginya uang adalah uang, yaitu alat untuk menghargai sesuatu yang sesuai nilainya. Supeeerrrr, kalau kata Pak Mario Teguh.

Bagaimana??? Semoga kisah ini menginspirasi kita semua. Belajar dari seorang Tante Swan. Sehari bagi saya seperti telah melewati satu semester mata kuliah tentang kepemimpinan.

Semoga 3 pelajaran diatas bisa menginspirasi kita untuk memiliki jiwa kepemimpinan, baik hanya sekedar menjadi pemimpin tugas kelompok sekolah, keluarga atau pun perusahaan.

Profil Swan Kumarga

ny-swan-pemilik-dapur-solo

Pertama Mengenal Tante Swan tahun 2009 – bersama suaminya Heru Kumarga

Pemilik Dapur Solo Ny. Swan. Ia merintis usaha kulinernya ini dari garasi rumah pada tahun 1988. Rupiah demi rupiah dikumpulkan hingga akhirnya dari garasi pindah ke sebuah ruko. Meski sudah terbilang maju, namun kemajuan pesat terjadi ketika sang Suami Heru Kumarga memutuskan untuk ikut andil mengurus Dapur Solo.

Andilnya membuat Dapur Solo mampu merenovasi resto menjadi lebih modern dan selebihnya bisa untuk menyekolahkan anak semata wayang, Karina, ke Amerika. Kepulangan Karina dari Amerika ternyata membawa masa depan yang lebih cerah lagi pada Dapur Solo. Sejak ada campur tangan Karina pada 2010, Dapur Solo melebarkan sayap sampai kini telah memiliki 5 cabang dan pernah mencapai rekor dalam satu hari mendapat pesanan nasi hingga 17.000 box pada tahun 2014.

—————

Melihat hari ini berjalan jalan dengan Tante Swan saya jadi mengerti mengapa ia bisa sukses mengatur keuangannya sehingga ia dapat membangun Dapur Solo murni dari penghasilan kulinernya di garasi rumah hingga pindah ke sebuah ruko dan bagaimana putri semata wayangnya bisa begitu mandiri dan powerfull dalam menjalankan bisnis.

See, bagaimana ia mengajar cucunya, disanalah saya tahu bahwa Karina juga telah dididik dengan sangat baik dan penuh cinta. Tante selalu tahu bagaimana cara menumbuhkan percaya diri seseorang tanpa harus menggurui, tanpa harus memarahi. Inilah seorang pemimpin. Seorang yang dapat mengatur orang lain tanpa orang tersebut merasa diperintah.

Sukses selalu Tante Swan, sukses selalu Dapur Solo Ny. Swan – Untuk membaca tentang Restaurant Dapur Solo Ny. Swan bisa baca di artikel saya yang lain, klik disini.

—————

Setiap orang bisa saja memberi kita inspirasi kehidupan. Bagi saya, ini tak terbatas karena “Siapa Dia”, tapi lebih kepada “Mengapa Dia”. Dan di kolom “Sehari Bersama” ini mari kita petik hikmah pada tiap pribadi seseorang yang bisa saja sisi lain dari kehidupannya sangat menginspirasi.

Dan tulisan ini bukan berdasarkan wawancara, melainkan dari pengalaman pribadi ketika bertemu dengan mereka secara pribadi dalam situasi santai dan mereka tidak tahu jika saya akan menulis tentang mereka. Atau bahkan awalnya saya sendiri tak terpikir untuk menulis hingga melihat sesuatu pelajaran yang bisa saya petik dari perjumpaan dengan mereka. Tunggu tulisan inspiratif lainnya yah.

———————–

Penulis : Catur Guna Yuyun Ang
Instagram : @catur_guna & @wisataseru
Email : [email protected]

Untuk mendapatkan Update artikel kami, bisa ikuti kami di :

Twitter : @wisataseru
FB Group : https://www.facebook.com/groups/wisataseru/
Like FB wisataseru disini, Klik Here




%d bloggers like this: