Tips Memilih Hostel untuk Liburan

hostel-ady-nugroho

Tukang jalan-jalan pada dasarnya terbagi menjadi dua kelompok. Grup yang pertama adalah tukang jalan-jalan yang menghabiskan lebih banyak waktu di penginapan, entah karena harus mengurus anak atau karena memang niat awalnya cuma untuk mengungsi dari kesibukan di rumah. Kelompok yang kedua adalah mereka yang ingin menghabiskan lebih banyak waktu untuk melihat-lihat tempat tujuan.

Kedua kelompok di atas sama-sama cocok menginap di hotel jika mereka ingin mendapatkan kemudahan fasilitas dan layanan hotel. Tetapi berdasarkan kebiasaan mereka tersebut, ada jenis penginapan yang cocok untuk masing-masing kelompok. Grup pertama lebih cocok tinggal di properti yang disewakan untuk turis, misalnya apartemen, ryokan di Jepang, chalet di pegunungan Alpen, atau rumah biasa. Kelompok kedua lebih cocok dengan penginapan ala kadarnya asalkan bersih dan bisa dipakai untuk tidur. Oleh karena itu, harga jenis penginapan ini biasanya lebih miring. Pilihannya antara lain hostel dan losmen.

Kalau disuruh memilih, saya pasti memilih hostel. Kenapa? Karena hostel memiliki fasilitas-fasilitas yang tidak dimiliki losmen, antara lain dapur yang bebas dipakai tamu, meja makan untuk makan bersama tamu-tamu lain, dan mesin cuci yang bisa dipinjam. Penjaga hostel biasanya masih muda dan ramah membantu para tamu, termasuk menunjukkan cara kerja mesin cuci yang tersedia. Di luar negeri, hostel merupakan pilihan termurah karena tidak ada losmen.

hostel-ady-nugroho1

Banyak yang beranggapan bahwa hostel identik dengan tidur bercampur dengan tamu-tamu lain di dalam satu kamar. Memang benar ada kamar-kamar yang berisi beberapa ranjang susun di mana setiap tamu membayar per bed, bukan per kamar. Beberapa hostel juga memiliki kamar-kamar yang disewakan untuk pribadi, jadi tidak bercampur dengan tamu-tamu lain. Tetapi, sebagian besar orang yang menginap di hostel adalah orang-orang yang memang ingin bertemu dengan orang-orang baru untuk mengobrol bertukar pengalaman atau bahkan mencari teman jalan-jalan di destinasi yang sama. Jadi mereka memilih kamar yang untuk beramai-ramai. Jika memilih kamar tipe ini, saran saya:

• Pilih ranjang atas. Tidur di ranjang bawah biasanya lebih mudah terganggu oleh suara orang yang tidur di ranjang atas, apalagi pada tengah malam ketika orang tersebut ingin pergi ke kamar kecil dan membuat suara berisik turun-naik tangga ranjang susun.
• Pilih ranjang yang paling jauh dari pintu kamar. Semakin jauh dari pintu, biasanya lebih mudah dapat tidur nyenyak karena tidak terganggu suara orang keluar-masuk kamar.
• Bawa gembok dari rumah untuk menyimpan tas di lokasi yang disediakan jadi aman selama ditinggal tidur atau jalan-jalan. Jangan lupa bawa kuncinya juga dan jangan sampai hilang!
• Bawa penutup mata dan telinga agar tidur makin lelap.
• Tulis namamu di bungkus bahan makanan yang kamu simpan di kulkas umum.

hostel-ady-nugroho3

Sebelum memesan kamar melalui internet, sebaiknya riset dulu pengalaman orang-orang lain yang sudah pernah menginap di sana. Di forum jalan-jalan, beberapa orang malah sampai merekomendasikan nomor kamar tertentu, sarapan termasuk dalam harga atau tidak, koin yang diperlukan untuk memakai mesin cuci, apakah dapurnya buka 24 jam atau tidak, dst.

hostel-ady-nugroho2

Mesin cuci dan dapur merupakan fasilitas yang paling saya sukai di hostel karena bisa menghemat pengeluaran. Saya cukup membawa salinan cara kerja mesin cuci dari sini atau melihat petunjuk yang biasanya ditempelkan di dekat mesin cuci. Dengan begitu, saya cukup membawa sedikit pakaian untuk tas ukuran kabin pesawat. Di maskapai penerbangan murah, harga satu checked-in koper lebih mahal daripada koin untuk mesin cuci di hostel loh!

Foto diambil dari sumber berikut:
Albareda Youth Hostel - Barcelona
Albareda Youth Hostel - Barcelona
Sun & Moon Hostel - Barcelona
Catedral Hostel ~ Mexico City

Penulis : Ady Nugroho / Jurnalis




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: