Macaroni House, Where Love meets Taste

macarani-house-playground

macaroni-house-zara

Rumah mungil di dalam ruko ini, bisa jadi memiliki ratusan makna yang berlainan bagi tiap pengunjung. Ada yang menganalisa sebagai tempat bermain anak, supaya orang tua bisa makan dengan nikmat. Ada yang menganalogikan, itu adalah simbol bahwa resto ini hommy, atau ada juga yang mengatakan, “Ya sekedar cara untuk merepresentasikan nama restonya, Macaroni House” … dan yes, pasti semuanya benar!!!

————–

Memasuki Macaroni House di bilangan Raya Pesanggrahan Jakarta Barat ini memang terasa sangat berbeda dengan situasi di luar resto yang hiruk pikuk. Aura bersahabat dan penuh cinta sangat terasa pada tiap sentuhan desain dan interior. Tak hanya soal desain, namun perkakas memasak dan membuat minumannya pun tampak sangat higienis dan kebersihan yang terjaga di tiap sudutnya.

macaroni-house-suasana

macaroni-house-clay

Sebuah rumah mungil di pojokan dengan beberapa mainan pun langsung menggoda Zara (anakku) untuk berteriak, “Maa, mau itu”. Yesss dan bermainlah dia disana sehingga saya bisa bebas mengeksplorasi kamera. Sekitar 40 menit disana (Zara sudah habis separoh lasagna yang juara banget rasanya), tiba tiba datanglah Bu Clara Caroline dan suaminya Anryanto, pemilik Macaroni House. Waahhh, bahagianya saya. Bertemu pemilik, artinya saya bisa mengulik beberapa rahasia dapur yang pastinya akan bermanfaat bagi saya dan pembaca web saya. Yeaahhhh!!!!

Tapi, Oh My God .. ternyata pertemuan saya dengan Bu Clara dan suaminya tak hanya membawa rahasia resep dapur, namun juga rahasia hati yang sangat menginspirasi. Oke, dan saya rasa kisah inspiratif ini akan saya ceritakan dahulu. Sedangkan untuk membaca review saya tentang makanan yang ada di Macaroni House, bisa anda baca di artikel saya selanjutnya yang berjudul :

“Home Made Western Food by Macaroni House”

“Kue Jadul ala Macaroni House”.

macaroni-house-desain

macaroni-house-jam-dinding

Beginilah kira kira sejarah Macaroni House. Tentu anda tak akan menyangka, jika restaurant ini, ternyata dibangun dari perjuangan hati  yang panjang. 15 tahun hidup di Australia dalam pernikahan yang bahagia dengan anak dan ekonomi yang mapan, tiba tiba beruntun di tahun yang sama pasutri ini harus mendengar dua kabar kurang baik sekaligus. “Usaha yang tidak menguntungkan” dan “kandungan ke dua yang pada saat itu membutuhkan penanganan khususnya”.Maka kembalilah sang isteri yang sedang hamil ke tanah air bersama anaknya.

Kepulangan itu mendatangkan rasa rindu “makanan rumah” di Aussie pada anaknya. “Ma, aku kangen Pasta Macaroni, Lasagna, bla bla bla” . Akhirnya, berbekal resep selama tinggal di Negeri Kanguru, Clara mulai mengolah makanan yang diminta oleh putranya tersebut. Namun karena sang putra memiliki masalah kesehatan yang tidak mengizinkan ia menyantap hidangan dengan MSG dan pengawet, Clara pun membuat semua hidangan secara home made.

Misalnya untuk saus bolognaise. Ia membuatnya 100% dari buah tomat segar tanpa campuran tomat botolan sedikit pun. Saya sempat bertanya “Tomatnya pakai tomat apa Bu?”, Ia menjawab dengan santai, “Tomat apa? Ya tomat yang dijual di pasar tradisional itu”.

Bu Clara menjelaskan, “Banyak orang pikir saya mulai Macaroni House ini karena doyan makanan barat. Padahal yang doyan makanan western itu anak saya.” Awalnya sempat mendapatkan komentar-komentar miring orang-orang terdekat “Mana laku jualan Macaroni,kan sudah engga trend.Siapa yang mau beli”. Tapi itu tidak mengurungkan niat Bu Clara untuk memulai usahanya lewat jalur online dan bagi bagi contoh makanan. Ya, berbekal kebulatan tekad, Bu Clara yang tengah hamil tua, tiap pagi mendatangi Pasar Tradisional Puri, untuk membagi contoh makanannya.

Tak disangka, respon cukup bagus. Satu dua pesanan mulai diterima dan hanya dalam dua tahun, kini sudah berdiri restaurant tempat saya duduk sekarang ini.

Namun, ditengah perjuangan menata kembali perekonomian di Jakarta, yakni beberapa bulan sebelum resto ini dibuka. Pasutri ini kembali menerima tantangan. Semakin besar, karena anaknya sakit cukup serius dan membutuhkan perhatian yang lebih banyak. Sehingga sempat terpikir untuk menutup usaha ‘Terima Pesanan’ tersebut karena ingin fokus pada anak. “Soalnya kan selama ini semuanya saya masak sendiri,rata-rata dari subuh”,cetus bu Clara.

macaroni-house-catur-guna

macaroni-house-macaroni-schotel-packaging

Namun, alih alih tutup. Justru tercetus ide baru. Membuat resto yang bisa membuat anaknya happy dan ingin makan apa saja, bisa!!! Olah resep pun dimulai. Dan hanya makanan yang lolos uji lidah anaknya saja, yang kemudian dijual di Macaroni House. Jadi, puluhan menu yang sekarang ada di hadapan saya ini, semua telah melalui uji lidah sang buah hati.

Dan tentunya, karena resto ini diperuntukkan untuk anaknya supaya bisa merasakan nikmatnya makan di restaurant, maka semua bahan yang digunakan, asli, segar dan tentunya tanpa msg dan pengawet.”Kalau saya memasaknya seperti untuk keluarga,maka setiap resep akan dibuat dengan sepenuh hati. Itu yang saya coba pertahankan. Makanya untuk sementara saya belum tergiur untuk membuka cabang. Saya harus pastikan kualitas tetap terjaga”.

——————–

macaroni-house-suasana-resto

Akhir  kata, rumah mungil di dalam ruko tersebut, memiliki arti yang lebih spesial dari pemikiran awal saya, ‘sekedar tempat bermain’.  Bahwa rumah itu tak hanya ada di ‘rumah’. Namun, dimana pun kita berada, jika apa yang kita lakukan saat itu adalah untuk keluarga, ya … itulah rumah yang sesungguhnya. Dan inilah rumah untuk anak-anak Bu Clara, Macaroni House!!! Rumah tempat mereka bisa menikmati apapun yang mereka inginkan.

Makasih sudah membaca tulisan ini. Semoga menginspirasi dan bermanfaat. Terima kasih Bu Clara dan Pak Anryanto untuk waktunya dan teruslah menebar cinta dan semangat. Dimulai dari keinginan membahagiakan anak, terbukti dari komentar komentar yang terpampang di dinding, Ibu dan Bapak telah membahagiakan orang orang yang pernah mencicip masakan kalian, termasuk saya. Love Macaroni House.

——————————————————–

Macaroni House
Phone 081282324272 / 021 5803464
Via Gojek juga bisa
WA : 082119999790
Twitter : @Macaroni_House
——————————————————–
Penulis : Catur Guna Yuyun Ang
Instagram : @catur_guna & @wisataseru
Email : [email protected]
Untuk mendapatkan Update artikel kami, bisa ikuti kami di :

Twitter : @wisataseru
FB Group : https://www.facebook.com/groups/wisataseru/
Like FB wisataseru disini, Klik Here

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: