CHIN-MA-YA ~ The Authentic Japanese Ramen (OPEN 24-Hr)

Tori Karaage Nya - wajib di pesan !!! Enak bangets

Sempat 6 bulan tinggal di Jepang, membuat saya berkesimpulan jika masakan Jepang itu haruslah moist, tender, juicy and crunchy. Sedangkan dessertnya itu harus penuh rasa dan segar. Kini, pengalaman rasa yang pernah tertinggal itu akhirnya saya dapatkan di Chin-Ma-Ya Ramen, Gading Serpong, Tangerang!!!

Usut punya usut, ternyata kedai ramen ini tak hanya dimiliki oleh warga negara Jepang, tapi juga chef-nya di import langsung dari negeri sakura tersebut. Hm … pantes rasanya sangat Jepang. Dan yang menyenangkan, kedai ini buka 24 jam non-stop!!! Dan yang pasti suasanya ini, sangat Nyaman. Enak buat nongkrong lama lama xixixiii.

Lezatnya Ramen di Chin Ma Ya
Mengusung tema, ‘Kedai Ramen’, Chin Ma Ya berkiblat pada ramen yang ada di Tokyo Jepang. Jika di resto lain biasanya kaldu hanya ada 2 sampai 4 macam, maka di Chin Ma Ya ada 5 macam kaldu yang bisa kita pilih : Miso, Shio, Shoyu, Tonkotsu dan Tan Tan.

Nah, kali ini saya mencoba 2 hidangan dengan kaldu Tan Tan, yaitu Tan Tan Men dan Hiyashi Tan Tan Men. Kok dua duanya saus Tan Tan sih???? Ups, tunggu dulu. Karena meski pun sama saus Tan Tan, tapi sensasi ke duanya berbeda sangat jauh. Karena Tan Tan Men ini adalah ramen panas. Sedangkan Hiyashi Tan Tan Men adalah ramen dingin. Foto dibawah ini adalah Hiyashi Tan Tan Men.

Jika anda belum pernah merasakan Ramen Dingin. Inilah restaurant rekomendasi dari saya untuk anda mencoba. Hohohooo… ini adalah yang sangat istimewa menurut saya. Makan soba atau udon dingin, sudah sering. Tapi Ramen Dingin adalah sesuatu yang jarang. Makanya begitu ada, langsung pesan!!! Hasilnya??? Pesanan saya dihabiskan oleh suami!!! Gggrrr …  Komentar suami saya, “Enak ya, persis sama ama yang di Jepang- kurang nih 1 porsi”.

Oya, ramen disini juga mengandung unsur moist, tender, juicy and crunchy seperti saya sebut diatas. Kuahnya yang terbuat dari perpaduan kedelai, saus wijen, kaldu ayam, shoyu, chili oil, cabe bubuk juga sedikit jahe ini terasa begitu lembut, gurih dan membekas di lidah. Di lihat dari tipikal warna yang merah dan sedikit spicy, saus ini resepnya bisa ditebak, yaitu modifikasi dari masakan Sichuan – China.

Ini sedikit penjelasan tentang Kaldu yang ada di Chin Ma Ya :

Tonkotsu : Kaldu Tonkotsu terbuat dari Tulang Babi, di Chin-Ma-Ya dimasak selama 9-10 jam. Rasanya tidak terlalu kental, tapi milky, nutty, moist and crunchy.

Tan Tan : Kaldu yang terbuat dari olahan kedelai, saus wijen, kaldu ayam, shoyu, chili oil, cabe bubuk dan sedikit jahe. Resep Tan Tan ini adalah modifikasi dari masakan Sichuan (China).

Shio : Shio berarti “Garam”. Kaldu Shio Ramen Chin-Ma-Ya tidak berwarna (jernih). Rasa kaldunya mild and light, serta tidak terlalu oily. Terbuat dari kaldu tulang ayam, tulang babi, sayuran dan rumput laut. Namun karena tidak direbus terlalu lama, kuahnya tetap jernih

Shoyu : Shoyu berarti “Kecap” dan supnya biasanya berwarna cokelat jernih karena terbuat dari bahan dasar ayam dan sayuran (kadang-kadang diganti dengan ikan atau daging sapi/babi) serta banyak kecap (shoyu) sehingga menghasilkan sup dengan citarasa yang tajam, asin dan gurih.

Miso : Miso adalah jenis kaldu yang tergolong pendatang baru dan dikembangkan di Hokkaido. Terbuat dari miso yang dicampur dengan ayam atau ikan – dan kadang-kadang dengan tonkotsu atau lemak babi sehingga teksturnya menjadi lebih ‘creamy’. Bercitarasa sedikit nutty, sweet, and mild at the same time

———————————————————————————————————

MAKANAN SELAIN RAMEN

Daftar menunya cukup banyak – di foto sangat menarik. Makaaaa, biar sudah makan ramen, saya ngga tahan untuk ngga memesan yang lain. Tercetus lah pesanan : Tori Karaage, Gyu Yakiniku Don, Chicken Karaage Don dan Miso Nabe.

Foto diatas adalah Tori Karaage. Buat saya, ini merupakan hidangan yang wajib anda pesan jika kesini. Mengusung teori tentang masakan Jepang saya, moist, tender, juicy and crunchy – Tori Karaage ini masuk semua!!! Ajib, bahkan ketika sudah dingin, kulitnya masih kriuk dan dagingnya masih basah dan begitu lembut di lidah. AJiiibbb pokoknya.

Gyu Yakiniku Don ini jika anda pernah makan Yoshinoya yang manis (yakiniku) ya kira kira seperti itulah rasanya. Mengapa nyaris sama??? Karena memang bumbu Jepang mau di resto mahal atau murah, rasanya kurang lebih sama. Yang membedakan hanya kualitas bahan bakunya saja. Porsinya cukup besar. Dan paling enak dimakan selagi hangat.

Chicken Karaage Don. Hidangan yang satu ini juga memenuhi unsur moist, tender, juicy and crunchy. Awesome. Pecinta manis, monggo dipesan. Dijamin kenyang puas, karena porsinya lumayan jumbo nih. Biar sudah dingin, hidangan ini masih enak dan mempesona. Telur oriknya ini bikin semua bumbu berasa menjadi satu kesatuan yang nasionalis.

Miso Nabe ini merupakan salah satu yang diunggulkan Chin-Ma-Ya selain Ramen. Jika anda mengira ini shabu shabu, salah!!! Karena jika shabu di masak dengan kuah bening dan kuah terpisah dari bahan isinya, maka untuk Nabe ini kuahnya sudah ada di bawah sayuran. Jadi dipanaskan bersama pancinya sampai sayur dan dagingnya turun sendiri. Sayur dan daging akan mengeluarkan kaldu saat dipanaskan, kaldu inilah yang kemudian bercampur dengan kuah miso/fermentasi kedelai di bawahnya. Tak heran kuahnya jadi terasa enak banget dan memenuhi unsur moist, tender, juicy and crunchy. Kesegaran kuahnya, bikin napsu makan bertambah.

———————————————————————————————————-

Dessert yang sangat Japanese Style

Begitu membuka menu dessert, pikiran saya langsung menuju pada Gasto (Family Restaurant di Jepang). Aneka dessertnya sangat cantik dan menggoda iman. Dan begitu sampai di meja, ternyata tampilannya persis sama seperti yang ada di buku. Yeyyyy … !!! Hap hap hap …

Maccha Parfait menjadi favorit saya!!! Green tea nya terasa penuh di seluruh dinding mulut. Kemudian ada sembulan manis dari kacang merah Jepang yang menambah keselarasan rasa. Ahaiii mau lagi donk!!! Dan hijau hijau berbentuk kerang yang ada di gelas itu, jangan pikir itu coklat yah, karena itu adalah jelly. Kenyul enyaaak.

Kemudian saya juga memesan 1 set dessert berisi Daigaku Imo (ubi manis), Ichigo Daifuku (Moachi dengan Strawberry yang dilapis pasta kacang merah) dan Maccha Daifuku (Moachi berisi Pasta Maccha/Green Tea). Ow ow ow … rasanya otentik Jepang!!! Segar dengan manis yang penuh di mulut. Ahhhh … dessert yang bikin kangen nih.

———————————————————————————————————-

Sarapan dan Midnight di Chin Ma Ya
Satu hal yang seru menurut saya menarik adalah KEDAI INI BUKA 24 JAM!!! Dan untuk malam hari hingga sarapan tiba (until 10.00 AM), ada menu tambahan bernama ‘Okayu Set’. Bubur dengan aneka macam personilnya ini tampil menggetarkan iman!!! Saya sih belum nyobain menu ini. Ini adalah foto copypaste hehehee – Kapan-kapan saya siap meluncur untuk mencoba Si Okayu ini!!! SERBUUUU!!!

Price Range :

Ramen                    : IDR 18,000 – 55,000

Nabe                       : IDR 110,000 (untuk 1-3 orang) – 260,000 (untuk 3-5 orang)

Others                    : IDR 8,000 – 48,000

Desserts                 : IDR 10,000 – 45,000

Drinks                     : Start from IDR 5,000 (karena ada Shochu & Sake yang harganya bervariasi tergantung availability)

———————————————————————————————————————————————–

Alamat :

ChinMaYa Ramen Restaurant

Boulevard Gading Serpong Blok B-4 No 40

CBD Paramount Serpong – Tangerang

(Dalam Area SPBU Pertamina, di seberang Mitra 10)

Telp. (021) 2900-1065
Facebook Page     : facebook.com/ChinmayaID
Twitter                  : @CMYRamen

Instagram              : @cmyramen

————————————————————————————————————————————————

Penulis : Catur Guna Yuyun Angk. – Jakarta




1 comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: