Nostalgia bersama MasDikun (kisah tentang warung ayam kaki lima di Jakarta)

Daerah Pasar Minggu Jakarta Selatan adalah wilayah jajahan saya saat SMP. Jiaaahh uda kayak preman hehehee. Tapi memang masa SMP SMA saya tuh laksana preman, saya nyaris hampir tiap hari kabur dari sekolah dan lalu jalan2 sendiri cari makanan di pasar minggu.

Mulai dari pacaran, sampai punya anak, masdikun tetap mangstab

Kalau siang, paling beli pempek, jalan2 ke ramayana beli baju diskonan atau memborong snack dan minuman. Kalau malam, tentunya makan beraattt. Yup di pasar minggu kalau malam, berderet kaki lima dengan aneka hidangannya. Dan dari sekian banyak kaki lima, yang paling saya suka adalah warung MasDikun.

Mulai dari makan sendiri, rame2 sama temen, sampai tempat ini menjadi tempat pedekate cowo yang kini jadi suami saya hehehee.

Namun, lepas dari SMA, saya sudah ngga pernah ke MasDikun lagi, karena saya kuliah di surabaya dan lalu ketika kembali ke jakarta, saya terlalu sibuk untuk cari makan jauh2 dari tempat tinggal saya. Sooo, hari ini di tahun oktober 2013, merupakan saat nostalgia saya dengan rasa masakan MasDikun. Amboooyyy lezaattt!!!

Bebek goreng Mas Dikun ini benar benar diluar batas kenikmatan hahaha lebay. Secara harga hanya 20ribu/ potongnya, kita sudah mendapatkan bebek yang gemuk, lemaknya tebal manis dan berbumbu asin, dagingnya empuk dengan rasa yang meresap. Dan yang bikin aku suka adalah, bebeknya bersiiihhhh.. ngga ada bulu nya.

bebek dan ayamnya tidak berbulu

Saya ini penikmat kulit unggas. Namun sayangnya, karena di beberapa warung bahkan resto, seringkali bebeknya ngga bersih, saya jadi suka membuangnya. Dan di pak dikun ini, saya bisa menghabiskan bebek lengkap dengan kulitnya yeyyyy.. karena kulitnya bener2 bersih bebas bulu. Makasi pak dikun.

Selain bebeknya, tahu juga merupakan makanan favorit saya disini. Tahu dibumbu sangat sederhana. Namun karena kesederhanaan itulah, tekstur dan rasa asli kedelai yang bersih, terasa benar benar segar dan nikmat. Love it!!!

Dan karena saya bukan penggemar sambal, maka saya ngga terlalu peduli dengan sambalnya. Tapi suami dan teman saya, juanita yang penggemar sambal, ternyata begitu kritis. Mereka menyebut, sambal pak Dikun kurang nikmat dibanding dengan rasa bebek dan atau ayamnya. Njomplang.. kata mereka. Kurang nikmatnya, karena sambal digoreng terlalu matang, jadi rasanya agak pahit dan menjadi kurang segar. Andai sambalnya lebih jos, mungkin akan jadi lebih sempurna.

Selain bebek dan tahu disini tentunya terkenal dengan ayamnya. Bayangkan, dalam sehari ayam yang dipatok harga 12ribu/ potong ini, bisa laku hingga 250potong lebih. Woooww… dahsyat ya.

Ada ayam, tentu ada jeroan. Buat saya pribadi, jeroannya kurang menarik. Terutama iso nya. Isonya meninggalkan jejak aroma yang kurang menyenangkan. Hmmm tapi tentu semua tergantung selera. Bisa saja anda menyukainya.. jadi selamat mencobaaa yahhh

Alamat : nasi uduk ayam goreng MasDikun. Jl. Pasar Minggu (deretan kaki lima ngga jauh dari ramayana) 021 797 3623 / 0813 817 51229

Buka jam 5 sore – 3 pagi (tapi jam 9an suka bebeknya uda habis, jadi kalau ngincer bebek, sebaiknya datang lebih awal)

Penulis : catur guna yuyun ang




3 comments

  • halo mba catur…saya windi reporter NET. (tv baru)..
    kami mau bikin liputan kuliner @late_dinner untuk warung mas dikun & mba catur sbg recomender nya..cerita mba catur ini seru..
    For your information, late_dinner itu salah satu segmendi tayangan news NET24.
    untuk informasi lebih lengkapnya, boleh minta contact nya ga mba.?.nanti saya hubungi mba..
    makasih.. ^_^

  • hai mba catur…saya windi reporter NET. (tv baru)..
    kami mau bikin liputan kuliner @late_dinner untuk warung mas dikun & mba catur sbg recomender nya..cerita mba catur ini seru..
    For your information, late_dinner itu salah satu segmendi tayangan news NET24.
    untuk informasi lebih lengkapnya, boleh minta contact nya ga mba.?.nanti saya hubungi mba..
    makasih.. ^_^

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: