GulTik – Hidangan Merakyat di Lokasi Nongkrongnya Kawula Muda Jakarta Selatan

Kalau anda ingin tau apa sih melting pot? tinggal aja di Jakarta. Karena di area yang secuplik ini, anda bisa merasakan aura yang berbeda beda di tiap wilayahnya.

Kok bisa??? Hmm .. paling tidak inilah yang saya rasakan … mau ketemu artis, pejabat atau anak muda yang gaul, nongkrong aja di jakarta selatan. Mau berasa di Hong Kong karena kemana mana ketemu orang Chinese (ups bukan bermaksud rasis yak), nongkrong aja di daerah jakarta barat. Mau merasakan situasi sederhana dan ramah dompet, datang aja di daerah jakarta timur. Mau ketemu para eksmud, yuk mareeee ke jakarta pusat. Dan mau ketemu sama orang orang kaya tapi sok ngga kaya??? Jakarta utara bisa dipertimbangkan.

Lah lah lah … ini tema nya tentang gultik, kenapa yang dibahas beginian wakakaka … introoo yaaa … karena disini saya ingin menjelaskan tentang lokasi makan anak jakarta selatan yang merakyat bernama Gultik!!! Jadi, anda bisa sedikit dapat bayangan.

— apa sih gultik???

maaf ya fotonya di edit secara asal ... photoshopna lagi rusak nue ...

Gultik adalah nama gaul singkatan dari GULE TIKUNGAN. Bahkan kadang kadang saking murahnya, beberapa orang nyebelin, mempelesetkan jadi Gule Tikus (sebel deh kalau udah gini .. napsu makan jadi kempes). Untuk harga sendiri, saat ini sudah mencapai 8ooo rupiah perporsi. Kenapa saya mendramatisir dengan kata ‘mencapai’??? kayak nilai tukar rupiah aja hahaa … karena si penjual yang saya jumpai mengaku dulu saat pertama jual pada tahun 80an, gule nya masih seharga 2oo rupiah/ porsi. Murah banget kaaannnn!!!

Nama ini sendiri muncul karena, para pedagang gule ini jualannya memang di sekitar tikungan jalan. ‘PARA’??? yaa, penjualnya bukan Cuma 1 atau 2. Melainkan berjejer jejer … tepatnya mulai dari hotel Grand Mahakam sampai di tikungan Mall Blok M … semuanya adalah penjual gule. Entah mana yang paling enak dan paling ngga enak, itu sih tergantung keberuntungan anda hehehe.

Para penjual mengaku, gule nya ini adalah gule resep asli solo. Warnanya kuning merah keemasan, menggoda. Tidak kental … jadi rasanya cair ringan yang penuh rasa. Sangat asyik. Puluhan kali makan disini dengan penjual yang berbeda beda, saya nyaris ngga pernah kecewa. Maksudnya rasa kuahnya ya … kalau soal dagingnya sih, dimana mana nyaris sama juga, hampir semuanya ngga bisa ketelen wakakaka …

Tapi itu khusus saya aja kali ya… karena saya memang ngga suka daging yang keras apalagi liat. Tapi, tiap kesana saya selalu ngeliat orang orang tuh makan sampai seluruh sajian di piringnya bersih ludes. Termasuk suami saya, semua daging keras itu ludes diberantas tak bersisa. Sampai sekarang saya masih bingung, “Gimana metode mengunyahnya ya???”. Kata suamiku sih, “Lah seni makan gultik kan disini. Kunyah kunyah kunyah dan telan”.

Dan buat saya, kenapa biar Cuma makan kuah dan krupuknya aja, saya suka??? Sekedar info nih, saya mulai makan di gultik ini saat saya SMP loh … dan sekarang sudah punya anak heheee. Pertama, karena kuahnya memang sedep, ke dua suasana!!! Suasana makan di pinggir jalan dengan beratapkan langit di pagi atau malam hari yang sejuk, endaaaang!!! Bahkan saat siang hari panas terik membara, tetep asyik??? Ga panas??? Ya ngga … karena makannya di mobil pake AC hahahhaaa.

Dan inilah gaya yang disuka makluk gaul jakarta selatan. Makan di ruang terbuka bersama rombongan. Bisa cekakak cekikik puas tanpa takut yang lain terganggu karena suaranya langsung terbawa angin.

Biar artis, anak pejabat atau apa, mereka Ngga peduli makanannya mahal atau murah, yang penting suasana!!! Itulah mengapa di jakarta selatan, 7eleven laku. Karena ruang makan terbuka memang digandrungi disini. (hadeuh brooo … apa hubungannya dengan 7eleven sih hahahaa.. udah lah daripada nglantur terus, mending udahan ya artikelnya).

Salah satu penjual gultik : NASI GULE SOLO ALA TIKUNGAN (GULTIK) BLOK M. Kancil 085642399111. Sepanjang jalan dari hotel Grand Mahakam sampai tikungan Blok Mall Plaza Jakarta Selatan.

Penulis : catur guna yuyun ang –jakarta




%d bloggers like this: