Nyaris di tiap sudut ibu kota, ada penjual martabak. Mulai dari yang 7.ooo IDR per porsi, sampai dengan 45.ooo IDR perporsi. Ada harga ada kualitas pastinya. Dan inilah dua dari ribuan penjual martabak yang bertebaran di Jakarta yang menjadi favoritku. Kok ya kebetulan dua duanya bertuliskan ASLI BANDUNG … Jadi deh judul artikelnya begono hehehee

MARTABAK BANDUNG ASLI 65A PECENONGAN
Sebelum membicarakan martabak lebih jauh. Martabak merupakan nama lain makanan yang di Surabaya disebut “terang bulan”. Makanan ini berbahan dasar tepung terigu, susu, gula dan backing powder yang kemudian dipanggang di atas wajan bundar khusus martabak. Jiaaahhh … “Uda ngerti nduuukkk … langsung aja pada intinya“.
Sip deh. Nah, seperti kata pembuka diatas, ada harga ada kualitas. Kebetulan dua martabak pilihan saya harganya memang cukup menguras kantong hoohhoooo. Tapiiii dijamin ngga bakal nyesel deh.

Martabak yang terletak di daerah pecenongan bernama martabak bandung asli 65A (ngga ada cabang) merupakan warung martabak paling jempolan buat aku. Martabaknya sangat berlemak. Sekali gigit, lemak serasa menyebar ke seluruh dinding lidah.
Namun, lemaknya ini ngga akan bikin anda bête. Melainkan lemak ini justru akan membuat lupa akan status sosial anda. Mau model, artis, pejabat, konglomerat atau apapun profesi elit anda, hmmmmm terlupakan. Anda pasti lebih rela untuk cemong cemong daripada kehilangan moment kelezatannya hoohhoooo … ngga percaya??? Monggo di coba.
MARTABAK bandung ERWIN
Martabak Erwin yang memiliki beberapa cabang ini, merupakan martabak ke dua yang dapat jempol dari saya. Martabak ini lebih sering saya beli ketimbang 65A. Kenapa??? Tentu saja karena lokasi yeeeyyy… martabak Erwin hanya berjarak 5 km dari rumah. Sedangkan martabak 65A jauhnya mulai dari matahari terbit sampai tenggelam. Alias dari Jakarta timur ke Jakarta barat. Piuuuhhhh ….

Si Erwin ini ngga kalah enak dari si 65A. Meski uda dingin, tetep aja delicious. Komentar temanku, si Juanita wiraatmaja, “Erwin ini bikin dosa!!! Diet selalu gagal gara gara dia”. Hmmm … wakakkaa. Sedangkan komentar suamiku, “Martabak ini lucu ya. uda kenyang tapi masih aja pengen makan”. Doyaaannn boooosss.
Si Erwin memang setali dua uang dengan 65A. Berdaging tebal, penuh lemak, ketika digigit krenyes … dan pastinya isiannya ngga pake pelit. Cuma saya meletakkan 65A pada posisi pertama, karena memang semua komponen kelezatannya, menurut saya sedikit ‘saja’ lebih enak dari si Erwin.
Oya ada yang lucu ni … puluhan kali beli Erwin, saya ngga pernah motret. Begitu niat motret, eee dilalah kok martabaknya ga berlemak seperti biasanya. Wakakkaa jadinya hasil fotonya rada garing gitu deh. Aneh bin ajaib!!! Bener bener baru kali ini beli Erwin ngga berlemak.

Nah, itu dia ulasan tentang dua martabak andalan saya. Monggo di coba dan berikan komentarnya ya. oyaaa.. seperti kebanyakan martabak lainya, ke dua martabak ini juga baru buka saat sore dan buka hingga tengah malam.
Alamat :
Martabak Bandung Asli 65a pecenongan. jakarta pusat. 021 350 4081
Martabak Bandung Erwin. Jl Raya Hankam. depan taman mini. jakarta timur (hadeuh lupa nyatet no telpnya… nanti yak kalau kesana lagi)
Penulis : catur guna yuyun angk
Leave a Reply