Ngumpul di Bumbu Desa

zara berpose bersama teman teman papa

Sejak pertama mengenalnya pada tahun 2005an. Saya cukup sering makan di bumbu desa ini. Biasanya pesanan saya adalah gepuk (19.ooo IDR) dan bakwan udang peci (10.ooo IDR) atau sekali tempo ditambah ikan pesmol. Dan ketiga menu tersebut, dijamin enaknya hoohhoooo. Nah, namun kali ini, ketika membawa kamera dan makan rame rame dengan temen suami, saya justru memesan yang ngga biasa saya pesan tersebut. Dan inilah kira kira kesan saya.

—-

Berbeda dari biasanya, kali ini saya memesan otak otak dan sop buntut. Hadeuh … ternyata kita tuh kalau makan di resto memang harus melihat makan di resto dengan ciri khas apa ya. Kalau sudah ciri khas sunda, ya udah pesen yang sunda sunda aja. Karena terbukti, otak otak dan sop buntutnya, ngga istimewa. Bahkan bisa dibilang, saya kurang menikmati.

Syukurlah selain 2 hidangan diatas, teman teman semuanya memesan yang khas sunda. Nah yang rekomendasi untuk di pilih adalah ikan kecil kecil ini. Entahlah namanya apa, ikan bilih kali ya … yang jelas si kecil ini rasanya gurih dan mungkin karena diolah secara higienis, sehingga ikan ini tidak meninggalkan jejak pahit. Saya bisa mengatakan ini karena pernah sekali waktu makan ikan seperti ini ditempat lain, rasanya agak pahit pahit. Mungkin ikan diproses kurang bersih. Nah yang dibumbu desa ini, enak!!!

ayam cabe ijo

ikan kecil

iso

otak otak

sop buntut

Kemudian, pesanan yang rekomendasi lainnya adalah ayam goreng cabai hijau. Ini adalah menu wajib suami saya tiap ke bumbu desa. Pedasnya mantab katanya. Kemudian tahu gorengnya juga segar. Kedelainya segar dengan rasa asin yang pas. Baby Zara suka sekali tahu goreng di bumbu desa sini.

Untuk harga, setelah semua di total, maka ada pajak restaurant sebesar 10%. Hmm .. kira kira beginilah pengalaman makan di bumbu desa. Monggo dicoba sendiri yah …

yang dipilih yang dipilih

Alamat : duh bumbu desa ini banyak ya cabangnya. Namun saya paling sering makan di Tamini Square LG 1 – 7. Jakarta Timur. 021 8778 7776

Penulis : catur guna yuyun angk




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: