Tak Tak … Klatak Sate Klatak

Namanya memang sate.  Tapi bukan lidi atau bilah bambu yang digunakan untuk menyusun potongan-potongan daging sewaktu dibakar,  melainkan sisa jari-jari sepeda dari logam. Bukan untuk sekedar menarik perhatian konsumen, jari-jari sepeda dipake biar tusukan sate ga mudah patah dan agar bagian dalam daging cepat matang karena ikut terpapar panasnya logam.

Itulah sate klatak. Sate kambing yang berbahan daging kambing itu memang disajikan berbeda. Bukan hanya dari tampilannya, sate klatak juga disajikan hanya dengan bumbu sederhana.

Jangan harap anda bisa menemukan sate berbumbu sambel kacang layaknya sate madura. Sate klatak disajikan dengan pilihan bumbu kecap atau kuah kuning berbahan santan. Selain bumbu penyajian, daging sate sebelum dibakar dicelupkan air garam, sehingga saat disantap tidak terasa hambar meskipun anda mencicipinya tanpa bumbu sekalipun.

Anda mungkin bertanya-tanya kenapa sate khas Imogiri tersebut disebut sate klatak? Ya, kata sang penjual, disebut demikian karena biasanya saat dibakar, sate berbunyi tak… klatak… klatak…

Buat anda yang kebetulan berwisata ke Paris alias Parangtritis, coba mampir untuk merasakan sensasi makan sate dengan jeruji roda sepeda ini.

Laporan          : Annisa Indyanati

Penulis           : Jajang dirajanagara

Foto                : Hadi wibowo & Hani Choiri

Sate Pak Jupaeni

Jl Raya Imogiri km 10

Bantul, Yogyakarta

Cp Iwan: 0274 – 4855 4774

Penulis: Jajang Dirajanagara (Produser News MNC TV) – untuk lebih bertanya lebih lanjut tentang artikel ini kepada Mas Jajang, silahkan drop comment dibawah ini, nanti akan disambungkan ke Mas Jajang pesannya.

Makasih ya Mas Jajang … blog mas jajang : http://rocknrapids.multiply.com




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: