Mie Bangka Bonet yang Tergusur – Kini Nongol di Menur

Pangsit kuahnya ... oyeee

Pelanggan setianya Mie Bangka di Jalur Hijau Bonet Supermarket Surabaya, pasti pada kecewa nie. Soalnya sejak dilakukan penertiban Jalur Hijau di kawasan tersebut, otomatis gerobak mie bangka-nya ikutan lenyap kena penertiban. Dan seperti nasib pedagang lainnya yang kena gusur, mie ini juga ngga sempet ngasi kabar ke pelanggan setianya, kalau mereka mau bakalan pindah kemana. Hasilnya??? Sedih membaraaaa … mie kesukaanku hilaaaang bak ditelan bumi!!!

——————-

Itulah cerita pembukaku yang menyentuh hati. Hadeeehhhh .. opo opoan iki rek??? Hehehee .. sudah sudah … kita sudahi acara melankolisnya, kan udah ketemu penjualnya. Sekarang waktunya bercerita tentang Mie Bangka enak yang akhirnya kutemukan juga jejaknya secara tak sengaja ketika lewat daerah Jl. Raya Menur, “Loh itu kan engkoh yang jualan mie di bonnet!!!”.

Balik ke Mie Bangka. Seperti namanya, “Bangka”, Resep Mie ini memang berasal dari dari pulau Bangka Belitung. Yang kalau anda kesana, ngga ada tuh yang namanya Mie Bangka. Wkwkwkwk seperti pengalaman adikku si Yuyun waktu kesana. Dengan polosnya dia bertanya, “Mas, mie bangka yang paling enak dimana ya???”, sontak warga asli Bangka yang ditanya berkata, “Mie Bangka itu apa ya?”

Hahahhaaa … lalu si yuyun disadarkan oleh temannya, “Yun, ini di Bangka, nanyanya bukan Mie Bangka, tapi penjual mie yang paling enak dimana???” … oalaaaahhhhh yun yuuuunnnnn!!! Hahahhaa … akhirnya yuyun sadar, “Iya yaaa … kita sudah di Bangka, jadi semua mie dijual tentunya tanpa embel embel Bangka. Yang ada kalau mereka jual Mie diluar Bangka, naaah baru deh dikasi nama kota asal, misalnya Mie Kocok Bandung”.

———————————

Apa sih bedanya Mie Bangka dengan Mie lainnya??? Mie Bangka sebetulnya memiliki rasa nyaris mirip dengan Mie Pangsit biasa. Berbumbu minim yang lebih mengandalkan kecap ikan dan merica. Satu satunya cara membedakan ini mie bangka atau bukan, menurut saya hanyalah terletak pada keberadaan Taoge dalam racikan penyajiannya.

daftar menu

Entah kenapa harus ada taugenya, saya juga ngga mendapat penjelasan apapun bahkan dari orang Bangkanya sendiri hehehee… jadi ya sudahlah, anggap saja keberadaan tauge ini selain sebagai pencitraan diri si Mie sebagai kepunyaan Bangka, juga sebagai peng kriuk kriuk ketika dimakan. (bahasaaa opooo iki, peng-kriuk kriuk). Yaa .. dengan adanya taoge, memang sensasi makan mie nya jadi sedikit berbeda. Selain jadi ada gurih gurihnya, juga jadi ada aroma taoge segar yang sedeeep.

Nah .. di Surabaya, Mie Bangka yang kusuka ya di Bonet (dulu) sekarang di Dharmawangsa ini. Keistimewaan lainnya (selain taoge) menurut saya terletak pada kelembutan Mie nya yang berwarna kusam (ngga pake pewarna). Mie yang dibuat sendiri oleh penjualnya ini, ngga kenyal kenyul kayak mie berformalin … (bebas bahan pengawet). Karena home made dan dibuat bukan secara massal dan ngga pake pengawet, mie nya ini diperut enak. Enteng.

Mie – nya mantab. Sekarang kita bahas toppingnya. Untuk topping-nya yang ayam ini, juga sudah bisa dipastikan benar benar menggunakan ayam (kejelasan bahan baku ini juga menjadi salah satu daya tarik untuk saya datang dan makan makan terus disini).

1 lagi yang istimewa … yaitu pangsitnya!!! Pangsit kuahnya ini seger banget. Kesegarannya baik pangsit maupun kuahnya susah diungkapkan dengan kata kata selain mencobanya hhohooo .. jadiii … monggo kalau ke Surabaya dan suka mie??? Cobain aja yah mie ini.

Alamat Pangsit Mie Sumatra Bangka : Jl Raya Menur nop 29 Surabaya (Oppy Motor)

Penulis : Martina Lawalata – Surabaya




2 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: