Nyaris Setengah Abad – Pedasnya Kodok dan Belut Pak Bagong Tetap Diburu Pelanggan

Kodok dengan Bumbu yang berlimpah

Tuban, memang identik dengan masakan pedas. Nah selain Kare Rajungan yang membuai sekaligus meremukkan lidah (artikel tentang kare bisa diklik disini), masih ada masakan yang nampar lidah lainnya, yaitu masakan Pak Bagong.

Menunya cuma 2, yaitu Kodok dan Belut. Tapi yang beli dari berbagai macam lokasi bahkan sampe dikirim ke amrik looohhhh. Apa sih enaknya masakan Pak Bagong ini?? Yuk Mareeee wisataseru akan bercerita.

Ini belutnya ... bumbunya sama tapi cita rasa yang dihasilkan berbeda

Pedasnya itu sudah pasti. Tapi masakan kalau yang berasa cuma pedes doang, yaaa dimana nikmatnya??? Inilah keunggulan masakan Pak Bagong, yaitu meski pedas tapi bumbu bumbu pendampingnya itu berasa banget .. harum seperti urap, gurih seperti pecel dan komplit juga garing seperti bumbu rendang – nah loh bingung toh… hahahaaa .. yaitulah keunggulan bumbu pak Bagong (harusnya Bu Bagong yah??? hahaha wong yang masak Ibu nya … tapi ya sudahlah, soalnya nama warungnya”Warung Pak Bagong” sih)

Baik Kodok maupun belutnya, dibumbu sama. Tapi ketika dimakan, menghasilkan cita rasa yang berbeda. Yup tentunya karena tekstur kedua bahan baku tersebut kan berbeda. Saya dan suami sih lebih suka yang belutnya karena berasa lembut dan ada manis dagingnya. Tapi papa mama saya suka swikee atau kodoknya. Karena kodoknya ketika dimakan berasa kres gurih.

Papa Mama dengan semua cucunya ... ini kita makan di ruang tamunya hehehee serasa sedang bertamu

Ciri khas warung ini, menu andalan tersebut nikmatnya dimakan pake nasi jagung. Yup nasi berwarna kuning yang terbuat dari jagung … brindil brindil gurih. Endaaanggg … Oya … kalau mau menikmati hidangan disini beserta dengan nasi jagungnya, buruuaaannn .. karena kalau udah lewat dari jam 1 siang, suka udah habis semua tuh.

Oya .. warung ini ada beberapa keunikan loh .. salah satunya, jangan harap kalian bisa menikmati es teh manis atau teh hangat atau kopi dll .. hehehe karena warung ini cuma jual minum botolan, yaitu coca cola dan teh botol doang. Hiihhiiiii katanya, “Duh sudah ngga sempet kalau mau nyeduh nyeduh”. … ya ya ya maklum, warungnya emang rame banget. Sehari bisa 50 kilo kodok ludes hanya dalam hitungan jam saja.

kiri : Bu Bagong sedang masak (menggunakan kayu bakar) - Kanan : Saya dan Zara sedang narsis foto sama Pak Bagong dan Anak juga cucunya

Enak ya punya warung begini, buka cuma berapa jam doang, langsung tutup karena telah ludes dagangan. HOhoohoo .. tapiii ya ini kan hasil jerih payah yaaa .. Pak Bagong ini telah mengawali karier berdagang kodok ini sejak tahun 60an .. idiiihhh papa mama saya ditahun tahun ini mungkin baru kenalan yah hahahaa … sampai sekarang papa mama saya sudah bercucu cucu … warung ini tetap konsisten dengan rasa. Yaa ngga heran kalau warung ini sekarang laris manis banget toh.

Oya satu lagi hal yang unik… hihiihi saking ramenya, ruang tamu pak Bagong juga digunakan untuk pelanggan makan loh … hahahaaa jadi ketika makan disana itu, kita ngga serasa makan di warung, tapi serasa lagi mertamu / bertamu hahahaa .. kata suami saya, “Wah makan disini gratis dong ya”, “Kok bisa” kata saya … “Lah kan kita tamu … ntar tinggal bilang makasih sama yang punya rumah” wakakakakkaa …

Warung tampak depan

Untuk harga … seporsi kodok dan belut, dihargai 10ribu rupiah. Cukup murah untuk hitungan bumbu yang sangat melimpah tersebut. Endos gandos pokoke laaahhh …

Alamat : Warung Pak Bagong. Jl Majapahit Tegal Agung Semanding Tuban Jawa Timur. Telp 0356 328 953 – 0857 3380 7777

Penulis : Catur Guna Yuyun Ang




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: