Jagung Bakar dan Jagung Lumpia 4 Rasa

Jagung 4 Rasa

Satu lagi artikel dari buku intisari yang membuat saya teringat akan saat saat hunting kuliner di Bandung tahun 2007 lalu. Waktu itu malam malam tengah kelaparan, saya dan kawan2 lalu berinisiatif untuk keluar dari hotel dan jalan jalan disekitaran Dago. Tak sengaja menemukan sebuah aroma yang hangat dan gurih, aiiihhhhhh jaguuuunnngg!!!! Mawuuuuu!!!

Berhentilah kita di warung pinggir jalan yang sangat sederhana itu. Dan awwww ternyata warung ini terkenal loh … ini bisa dilihat dari keberadaan beberapa tanda tangan artis yang pernah mampir ke warung ini. Jiah jiah jiaaah pun warung ini mayan rameee alias saya sampe ngga dapet tempat duduk dan cukup puas dengan duduk di trotoar jalanan … apa sih keistimewaannya??? Peseeeen dong… lumpia jagung sama manis asin. Dan ngga pake lamaa, tuh jagung udah sampai dengan sempurna di tangan saya.

Ups sebelum cerita soal kondisi jagung yang ada dihadapan saya. Yang bikin saya shock, ternyata warung yang terlalu sederhana ini sudah ada disini sejak tahun 1987 !!! Waaahhh seumuran nyaris dengan saya duong … hanya beda 4 tahun lebih tua saya. Woowowwww … pantes yang udah melegenda banget nih warung. Dah 20an tahun booowww …

Oke sekarang waktunya saya cerita soal kehebohan jagung ini. Jadi jagung ini disajikan dengan cara disisir alias tidak disajikan bersama dengan bonggolnya. Jadi kita makannya juga ngga repot. Tinggal sendok sendok saja hehee… Ini persis sama dengan salah satu warung jagung bakar yang ada di Surabaya. Saat itu saya dengernya sih tuh warung disurabaya metode jualannya niru alias nyontek jagung bakar bandung. Naaahhh mungkin ini kali yaaa yang dimaksud dengan temen temen saya itu … niru jagung bakar yang ada di dago sini. Tapi yaaa saya ngga tau loh .. ini cuma sekedar tebak menebak saja. Itu pun saya hanya dengar nya sebagai gossip antar teman ya …

Ajiiiibbbb!!! Ni jagung super banget. Pipil jagungnya gendut gendut dengan kadar air yang cukup berimpah. Sehingga ketika digigit itu rasanya kres dan langsung muncrat ke dalam mulut, cairan manis khas jagung yang kemudian berpadu dengan bumbu yang telah diracik oleh bu aan pemilik warung ini. Duuuhhhh dan ni jagung akan makin mantab saja kalau kita minta tambah taburan keju pada pemilik warung. Yup hanya dengan menambah 1500rupiah, limpahan keju kraf akan langsung menambah kenikmatan makan jagung. Apalagi saya kan maniak keju .. jadiiii waaaaahhh saya minta kejunya dobel hahahahaa .. muantab reeekkkk …

Untuk lumpia jagungnya sendiri, metodenya sama, yaitu jagung dibakar dan kemudian dikasih bumbu. Tapi bedanya yang ini dibungkus dengan kulit lumpia lalu digoreng garing. Jadi cara makannya ya kaya makan lumpia saja. Aduuuhhhh jadi mauuu nih .. pengeeeeennn …

Sekali lagi untuk artikel ini makasih buat buku intisari. Karena ngga cuma sekedar mengingatkan saya tentang saat saat hunting kuliner di bandung bersama kawan2, tapi juga aku nyatut alias motret ulang nih foto foto yang ada di buku untuk dipajang diwisataseru, supaya pembaca wisataseru bisa membayangkan cerita saya. Saat itu sendiri saya belum punya kamera, jadi ngga potret2 deh.

Alamat : Jagung Bakar 4 Rasa. Jl Ir H. Juanda (Dago) seberang KFC – superindo d/h gelael dago. Buka jam 5 sore sampai 1 dini hari.

Penulis : Catur Guna Yuyun Angkadjaja

Foto : motret ulang dari buku intisari




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: