Yang Unik dengan Badminton di Nagano Jepang

Selama tinggal di Jepang kemarin, banyak sekali hal unik yang saya jumpai, termasuk dalam hal kegiatan perbulu tangkisannya … Kebetulan, saat tinggal di Nagano, pekerjaan suami saya adalah melatih bulu tangkis anak anak. Jadi, saya yang tiap hari di izinkan untuk ikut mendampingi suami melatih pun, mempelajari banyak hal unik yang belum pernah saya jumpai di Indonesia … ini dia keunikan tersebut :

bersama murid murid di Nagano

 

Semangat yang Luar Biasa untuk sebuah Hobby

Di Jepang, tugas suami saya adalah melatih bulu tangkis anak anak. Uniknya, berbeda dengan di Indonesia yang kalau anak anak ditanya, “Kenapa latihan bulu tangkis?”. Jawabannya pasti, “Pengen juara dunia”, “Pengen kayak Susi Susanti” dll yang intinya mereka ingin memiliki karier di bulu tangkis. Dan betullah, pada akhirnya anak anak yang berlatih bulu tangkis di Indonesia, sekolahnya lantas menjadi nomor 2, bahkan beberapa diantaranya justru sampai meninggalkan bangku sekolah supaya bisa fokus.

Nah … ini sangat jauh berbeda ketika saya bertanya pada anak anak didik suami saya di Jepang, jawaban mereka nyaris sama semua, “Suka”. Ketika saya bertanya lebih lanjut, “Pengen serius di bulu tangkis?”. “Hmmm … sekolah tetap nomor 1, bulu tangkis buat senang senang saja”. Wooowww … ini sangat bertentangan dengan semangat mereka yang melebihi semangat berlatih anak anak Indonesia … dan mereka menyebut hanya untuk hobby.

Bukti semangat mereka

1. Mereka mau berlatih sangat keras dengan standart pusdiklat Indonesia. Tanpa mengeluh dan jika sangat cape, mereka tetap akan mengerjakan meski dengan sedikit berteriak teriak (bukan berteriak kesal, tapi berteriak “Faito … faito”. Faito adalah fight yang di Jepang kan. Artinya “semangat”.

2. Mereka berlatih seminggu full. 5 hari bersama suami saya di club dan 2 hari berlatih di sekolah. Bahkan beberapa anak, usai berlatih di sekolah, langsung berlatih lagi di club. Hebohnya lagi, jika libur sekolah tiba, mereka minta jam latihan di tambah 4 – 6 jam dalam sehari. Ituuuu hanya di club, sebelumnya mereka juga berlatih di sekolah. Jadi total bisa 9 jam mereka berlatih dalam sehari (geleng geleng kepala).

Hmmm … coba bandingkan dengan orang Indonesia, kalau hobby ya hobby aja … paling latihan seminggu sekali itu pun asal keringetan dan ngumpul bareng temen temen.

Saya jadi berpikir, kalau iseng hobby aja latihannya mau semangat 45 kaya gitu, apalagi mereka yang memang konsen berprofesi untuk bulu tangkis ya??? Pantes perkembangan bulu tangkis Jepang pesat sekali. Dengan banyak menyewa pelatih dari Indonesia, 3 tahun belakangan, tim nas Jepang banyak meraih medali, termasuk salah satunya yang bikin heboh kemarin adalah tim thomas Jepang mengalahkan tim thomas Indonesia di Thomas Cup China 2012 kemarin.

kiri : pertandingan antar sekolah (main sendiri ngewasitin sendiri) - kanan : saya bersama anak buah suami, takumi adalah yang cowo sendiri paling kanan

 

Hasilnya …

Suami dan saya jadi cukup bangga melatih anak anak Jepang ini. Bagaimana tidak??? Salah satu contoh sukses besutan tangan dingin suami saya adalah, Takumi. Pertama berlatih bersama suami, pukulan dan gerakan kakinya acak kadut. Maklum ia baru saja ingin mengenal badminton.

Namun, hanya dalam kurun waktu 3 bulan, si Takumi langsung menjadi buah bibir antar sekolah di Nagano. Bagaimana tidak??? Ia yang belum pernah dikenal sebelumnya, tiba tiba menjadi juara 3 antar sekolah se prefektur Nagano. Lalu 3 bulan kemudian, ia menjadi juara 1 antar sekolah se kota Nagano.

Yup … dengan semangat 45 dan teknik pelatihan yang tepat, Takumi akhirnya mengalami perkembangan yang luar biasa yang bikin kami sangat bangga. Namun sayang, saya ingin melahirkan di Indonesia di dampingi suami, jadi suami pun harus mengakhiri karier-nya melatih di Nagano. Saat itu pula seluruh muridnya hujan air mata dan terutama Takumi. “Takumi sangat shock”, kata mamanya.

Biar mainnya amatiran – tapi peralatan bulu tangkisnya bermerek

 

Hal Unik tentang Bulu Tangkis di Nagano Jepang

Selain semangat 45 nya yang bikin kagum. Yang menurut saya unik adalah :

1. Pertandingan. Hahahhaa dan ini pulalah yang menjawab pertanyaan saya beberapa tahun belakangan saat menonton pertandingan bulu tangkis Internasional di TV, “Tim Jepang kayak ga punya udel ya … ga ada capenya. Musuh udah ngos ngosan, dia masih oye aja”.

Ternyata!!!

Sistem pertandingan di Jepang lah yang membuat mereka kuat maruat. Mungkin karena keterbatasan waktu yang mereka miliki (waktu adalah uang), maka pertandingan olah raga pun hanya diselenggarakan dalam 1 hari!!! Jadi mulai dari babak penyisihan sampai final, itu harus selesai dalam 1 hari. Bayangkan … itu artinya dalam sehari, jika menang terus, maka mereka bisa main 5 – 6 kali.

Lebih payah lagi kalau merangkap single double hehhee bisa brapa kali main tuh hiihhiii…  Ini beda banget dengan di Indonesia yang pertandingan minimal diadakan dalam 5 hari dengan asumsi sehari main sekali dan jika merangkap main 2 partai, ya sehari main 2 kali.

2. Bawa peralatan sendiri untuk pertandingan. Berbeda dengan di Indonesia, yang ketika pertandingan, tinggal datang dan main. Maka di Jepang, begitu datang, lapangan masih kosong melompong. Nah … kemudian peserta dan panitia pun bersama sama memasang net dan menyiapkan shuttle cock yang biasanya masing masing peserta bebas membawa sendiri cock dengan merek kesukaan masing masing.

Dan begitu pertandingan usai, mereka membersihkan lapangan sendiri, mulai dari mencopot net sampai ngepel lapangan. Yup … pertandingan usai, maka lapangan pun bersih seperti sedia kala seperti saat pertama datang. Hohohoooo … hebat yaaaa!!! Soalnya pemilik lapangan memang ngga menyediakan cleaning service. Jadi harus bersih bersih lapangan sendiri.

3. Main sendiri, di wasitin sendiri. Maksudnya bukan pemainnya ngitung sendiri. Tapi peserta secara bergantian menjadi wasit dan hakim garis untuk peserta yang lain. hos hos hosss … bayangkan, sudah sehari main bisa 5 kali, mereka ngga pake istirahat pula!!! Jadi begitu selesai main, mereka bergantian menjadi hakim garis atau wasit untuk pertandingan peserta yang lain. Uda gitu, kalau di Indo, hakim garis dan wasit kan duduk. Nah di Jepang kaga ada kursinya tuuh … alias berdiri semua. hadeeehhh … kaki apa pager.

Hmmm .. ini di Nagano loh ya … pertandingan lokal Nagano .. jadi mungkin saja bisa berbeda dengan di kota lainnya .. yang jelas saya sangat tertegun dengan fakta fakta ini hehehee…

4. Peralatan bulu tangkis. Biar mainnya amatiran, tapi nyaris semua orang pakai merek YONEX looohhh!!! Gengsi abis :p ada beberapa yang pakai merek GOSEN … tapi rata rata pakai YONEX semua. Bahkan untuk sekedar latihan biasa aja nih … pakainya YONEX. Mulai dari Jaket sampai raket. Padahal harga YONEX di Jepang tuh mahal banget loh. Beda dengan di Indonesia. Karena bahannya juga beda sih.

Misalnya aja kaos. Kaos YONEX asli di Indonesia, bahannya agak kasar. Sedangkan di Jepang, kainnya halus banget, dipakenya jatuhnya enak. Bagus. Soal harga??? Bedanya bisa 3 kali lipat. Untuk kaos biasa polos bertuliskan YONEX aja, 300ribu. Kalau di Indo, uda bergambar gambar harganya paling 150ribuan. Yaaa ada harga ada kualitas hehehee …

Penulis : Catur Guna Yuyun Angkadjaja – Nagano Jepang

Booking Hotel di Jepang, Klik Disini.




%d bloggers like this: