Yang dilakukan Mama selama Masa Kehamilan Bayi wisataseru (usia janin 0 – 5 bulan)

Nah kali ini wisataseru akan bercerita tentang pengalaman baby wisataseru kita, Baby Zara Nugroho ๐Ÿ˜€ Cerita akan dimulai sejak dari dalam kandungan hingga kelahiran dan bagaimana baby berkembang sampai saat ini berusia 2 bulan. Namun artikel ini baru akanย  bercerita tentang pengalaman baby saat masih di dalam perut. cekidot …

buku kesehatan bayi n ibu

Hamil dengan myom / mium

Sejak dalam kandungan, baby Zara sudah sudah harus berjuang melawan miom yang berukuran raksasa di perut mama (7 cm dan terus berkembang selama masa kehamilan – waktu 4 bulan miom udah berukuran 9 cm dan setelah itu mama ngga pernah ngecek lagi ukuran miomnya). Posisi si miom juga ngga main main, ada tepat disebelah baby alias ada di dalam rahim. Saking berbahaya posisi miom-nya, 3 dokter di Jepang yang di datangi mama, mengatakan kekuatirannya.

Syukurlah baby bisa bertahan dan saat menginjak usia kehamilan 3 bulan, dokter pun menyatakan “Baby sudah aman”. Horaaaa !!! Ini adalah pelajaran juga buat calon mama yang punya myom berukuran besar, “Jangan takut, terus berpikiran positif dan jalani hidup dengan bahagia dan sehat”.

Yup … saking takut ada apa apa dengan janin yang masih rentan ini, mama jadi rajin minum madu, propolis dan sayur juga buah. Mama juga mengurangi makan daging, terutama daging merah. Selain itu, mama tetap menjalani hidup dengan biasa … alias ngga terlalu banyak takut ini itu.

Hal hal mencemaskan yang terjadi selama kehamilan

sepatu baru beli sebulan, langsung mangkrak ๐Ÿ˜€

Nah, hal hal mencemaskan yang terjadi selama kehamilan adalah, karena ngga tau kalau hamil, mama sempat masih main badminton sampe kram kram haiiizzz … cepeee deeeh. Begitu tau hamil, langsung berhenti deh main minton nya hahahaaa … lebih banyak istirahat dan kegiatan rumah tangga biasa aja.

Namun, karena saat itu masih tinggal di Jepang, ngga punya pembantu, ngga punya kendaraan selain sepeda pancal, maka mama tetap melakukan pekerjaan yang jika di Indonesia pasti akan diteriakin Ibu Ibu “Jangan!!!”. Kegiatan tersebut adalah :

kemana mana naek sepeda

– Naik sepeda : Yup … karena kendaraan yang dimiliki mama di Jepang hanyalah sepeda, maka sampai usia kehamilan 5 bulan, kemana mana mama masih menggunakan sepeda pancal.

– Makan makanan mentah : Meski puluhan artikel di google semua mengatakan “Ibu hamil di larang makan makanan mentah”, namun …ย  haiiizzz dasar mamaku ini rakus sekali. Matanya selalu hijau kalau liat sashimi. Alhasil, selama di Jepang, baby pun beberapa kali ikut menelan manisnya seafood mentah. “Kok bandel sih mama???” … ternyata dokter di Jepang lah biang keladinya. Mereka semua bilang orang hamil boleh makan apa saja termasuk makanan mentah seperti sashimi. (cuma menurutku sih, kalau di Indonesia sebaiknya jangan deh ๐Ÿ˜€ kalau di Jepang kan makanan memang terjamin kebersihan dan kualitasnya)

Untuk lihat hidangan mentah yang dimakan mama, klik disini.

karena keranjang sepeda, kecil, jadi belanjanya harian alias tiap hari

– Angkat berat : Maksudnya adalah angkat barang belanjaan. Yaaa hidup di negeri orang memang harus mandiri. Makanya, mau ngga mau ya mesti angkat belanjaan sendiri termasuk mengangkat beras 5 kilo, air 6 liter dan belanjaan lainnya.

– Naik turun tangga : Namanya juga tinggal di kontrakan di lantai 2. Jadi yaaa setiap hari mesti naik turun tangga. Di imani aja … ngga pakai takut. Soalnya pengalaman kakak saya, ia justru waktu itu hamil dan tinggal di ruko berlantai 5. Tiap hari kakak saya naik turun minimal 3 kali. Karena toko dibawah dan toilet di atas. Yaiiiizzzz … berarti kan saya lebih ringan cuma 2 lantai aja.

apatoku, lantai 2

– Naik pesawat jarak jauh : Orang hamil, boleh boleh saja naik pesawat asal kehamilannya sehat dan sudah kuat atau jangan mendekati hari kelahiran. Maka waktu paling tepat untuk balik Indonesia adalah saat usia kehamilan 5 bulan. Sip … dengan bekal surat izin dari dokter, pihak bandara Narita pun mengizinkan mama naik pesawat.

Apakah orang hamil harus minum vitamin dan susu hamil???

Hamil jauh dari orang tua, ngga paham bahasa setempat dan hanya mengandalkan internet sebagai panduan kehamilan, mama heboh banget makannya. Hahahaa … Berhubung di Jepang ada larangan terhadap dokter untuk sembarangan memberi obat atau vitamin, maka selama hamil di Jepang mama sama sekali ngga minum vitamin.

foto bersama murid2 nya suami ๐Ÿ™‚

Saat tanya, “Dokter, saya ngga dikasih vitamin”. Malah dokternya bingung, “Buat apa vitamin? Kamu dan Bayi kan sehat”. Kata dokter, vitamin terbaik itu bukan terbuat dari pil, melainkan makan makanan yang bergizi dan bervariasi. Itu vitaminnya lebih bagus daripada menenggak pil.

Waktu hamil 3 bulan, darah rendah mama kumat terus. Apalagi mama ngga tahan dingin dan saat itu tengah musim berangin dan akan masuk ke musim salju. Siang hari suhu bisa mencapai 4 derajat celcius. Kalau malam malah minus 1 atau 2 derajat. Waaahhh rempong banget, jalan 5 menit mama selalu mau pingsan. Udah gitu jalannya jadi pelan banget. Soalnya kalau gerak cepat, mata mama langsung gelap dan mau pingsan.

selalu makan makanan sehat

Kondisi ini membuat mama merengek ke pak dokter untuk dikasih obat penambah darah. Tapi 2 kali minta di dokter yang berbeda, 2 kali pula dokter bilang, “Anemia pada ibu hamil itu hal biasa. Ngga usa minum obat. Nanti juga hilang sendiri”. Haiiizzz … anemia sampai mau pingsang juga ngga dikasih obat. Jepang benar benar hidup sehat ya … anti obat. Beda banget ama di Indonesia. Ngga afdol rasanya kalau keluar dari ruang dokter ga bawa resep. Bahkan ketika kita sehat pun, dokter pasti akan memberikan resep vitamin. Tapi beneran loh … ketika kehamilan memasuki usia 4 bulanan, anemia akut tersebut hilang sendiri tanpa mama harus minum obat atau vitamin apapun.

Nah soal susu hamil. Mama sudah melanglang ke sejumlah supermarket di Nagano, ternyata ngga ada 1 pun toko yang jual susu bernama susu hamil. Hadeh … malah mereka balik nanya, “Susu untuk orang hamil???” … wajahnya kebingungan … eheeemmm ini sudah menandakan kalau di Jepang tuh kaga ada susu yang spesifik untuk ibu hamil. Sooo selama di Jepang mama pun ngga pernah minum susu bernama susu untuk ibu hamil. Baru akhirnya minum pas udah balik Indonesia, itu pun bukan karena di suruh. Tapi begitu nyoba, kok enak ๐Ÿ˜€

Berhubung sama dokter ga dikasi vitamin, obat dan ga ada susu hamil. Akhirnya selama hamil di Jepang, mama mencoba mencukupi kebutuhan gizi dengan variasi makanan sehat. Banyak buah dan sayur + sedikit daging. Yayayaaaa kira kira begitulah pengalaman pertama baby wisataseru dalam 5 bulan dalam kandungan. Ikuti terus ceritanya yak …

Penulis : Catur Guna Yuyun Angkadjaja – mamanya baby wiseru

frame edit photo : http://www.photofacefun.com

 




2 comments

  • wah bener bgt mbak aku skrg sedang hamil 3bulan gak minum susu hamil aku cari gk ada jual malah nemunya kopi uk ibu hamil ,periksa ke dokter jg gak dikasih vitamin sama dokter,mungkin standart gizi makanan disini terjamin kali ya

  • @arin : wah omedetou mbaaaaak …. Senang dengernya heheeee rencana lahirkan di sana atau pulang. Iya di sana TU serba alami yaaaa … Berat badan naik kebanyakan juga di marahi MA dokter loooooo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: