Terkabulnya Doa saat Nonton Matsuri di Nagano Jepang

Judul artikel saya ini ngga mengada-ada loh. Begini ceritanya … 6 Agustus 2011, ada sebuah festival besar yang melibatkan ribuan warga Nagano turun ke jalanan di sekitar stasiun Nagano Jepang. Untuk detail acara akan saya ceritakan nanti, dimana intinya, pada saat itu dibagian pertengahan acara terdapat arak arakan yang dinamakan Mikoshi (kalau ga salah hhohooo). Jadi ada sebuah tenda yang digotong beramai ramai, kemudian di atas tenda tersebut ada orang yang melempar lemparkan sesuatu.

Kata teman saya, siapa pun yang mendapatkan apa yang dilempar oleh orang yang diatas tenda tersebut, segeralah mengucapkan permohonan dan permohonannya akan dikabulkan. Waaahhh saya meski ngga tau ucapan teman saya itu bohongan atau ngga, saya sih ingin percaya saja, karena saya memang punya permohonan yang benar benar ingin terwujud.

Jadi begitu melihat ada arak arakan tersebut, saya langsung ikutan nimbrung. Tapi berbeda dengan peserta lainnya yang berebut mendekati mikoshi tersebut dan berteriak sambil lompat lompat berharap mereka mendapat kue mochi yang dilempar secara acak oleh orang diatas tenda tersebut, saya justru mojok di tempat yang sepi. Tapi meski mojok, saya berdoa, “Ya Allah, saya mau dong dapet kue mochi itu. 3 minggu lagi suami ulang tahun nih, saya uda ngga kerja, ngga punya uang untuk beli hadiah. Jadi di ulang taun nya kali ini, saya ingin ngasih hadiah baby untuk suami. Saya percaya kalau saya dapet kue mochi itu, maka saya akan hamil taun ini”.

Tak dinyana … baru saja selesai berdoa dalam hati. Tiba tiba mata orang yang berada di atas Mikoshi benar benar menatap mata saya dan langsung melemparkan kue mochi kearah saya yang jauh dari kerumunan. Tepat sekali, kue tersebut dilempar tepat sampai ke jangkauan saya. Namun ketika saya menjulurkan tangan untuk menangkap kue mochi yang tepat melayang diatas saya itu, ada seorang nenek juga yang mau mengambil kue tersebut.

Lalu tangan kami pun berbenturan dan wooowww inilah yang saya kagum dari etika Jepang. Nenek tersebut setali 2 uang dengan saya, kami sama sama melepas kue mochi tersebut dan membiarkan kue tersebut jatuh ke tanah. Tapi nenek tersebut kemudian senyum sama saya dan bilang begini kira kira dalam bahasa Indonesianya, “Silahkan ambil”.

Dengan suka cita, saya pun mengambil kue mochi tersebut dan berlari ke arah suami yang menunggu di dekat stasiun. “uuuuukkkkk … kita bakal punya baby taun ini!!!” kata saya bersorak sorai disambut wajah bingung suami. Saya menjelaskan cerita diatas kepadanya dan dia pun cuma senyum dan bilang “Amin”.

Dan Oh My God!!! Sungguh ternyata doa tersebut benar benar terkabul. Di Indonesia, 3 dokter telah menyatakan bahwa saya akan susah untuk hamil karena bla bla bla … saya pun ngga mengalami gejala hamil ketika itu. Tapi karena sudah mohon minta baby saat suami ulang taun, maka tepat pada hari ulang tahun suami … saya melakukan test pack. Tentu saja dengan berdoa dan 1 menit kemudian, test menunjukkan 2 garis samar yang meragukan. Hingga akhirnya pada 9 september 2011, kami pun pergi ke dokter untuk melakukan test yang lebih meyakinkan dan hasilnya “Positif 5 minggu”. Waaaahhh Makasih Tuhaaan!!! makasih makasih …

Hohohooooo … ini bukan kesaksian bahwa nonton matsuri dapat mengabulkan doa loh ya … tapi, disini saya cuma ingin cerita, kalau keyakinan itu kadang bisa membuat impian jadi terwujud.

Acara di Matsuri pada 6 Agustus 2011 di Nagano

Oke sesuai janji, saya akan menceritakan apa yang saya lihat saat festival. Pertama keluar dari stasiun Nagano, saya langsung melihat kerumunan banyak orang dengan menggunakan yukatta dan juga aneka pakaian cakep cakep. Lebih mengagumkannya lagi, jumlah orang nya banyaaaak sekali, ribuan orang berkumpul disana dalam suasana ceria hura hura.

Mereka semua orang orang berjumlah ribuan yang turun ke jalan tersebut, menepukkan irama yang sama. Ada yang menggunakan tangan, ada yang menggunakan kayu dan macam macam. Yang jelas hebatnya, ribuan orang tersebut benar benar bertepuk tepuk dengan irama yang sama dan teratur. Sehingga ketukan tersebut berbunyi enak di telinga. Duh, nama perayaan ini apa gituuuu lupa euy.

Di perayaan ini, terdapat beraneka macam pertunjukkan yang lucu lucu seperti gulat smack down lucu lucuan, dimana pemeran yang kalah harus minum bir sampe mabok. Terus juga ada pertunjukkan keahlian lainnya yang jelas semuanya dikemas kocak atau hanya untuk senang senang.

Selain itu, penjual makanan rakyat juga banyak. Jadi jangan kuatir lapar. heheheee semuanya menarik. Tapi mau beli kok sayang hahahahaa soalnya makanannya mahal mahal. ciyaaaaa!!!! Di akhir acara juga ada acara kembang api, yang menjadi trade mark acara acara di Jepang (saya rasa hehehe soalnya sering banget ada kembang api meletus selama saya di Jepang ini).

Nah, jika suatu saat anda ke Jepang dan ada acara rakyat seperti ini, jangan dilewatin yaa .. soalnya di jamin seru dan asyik sih. Karena orang Jepang itu sangat menghargai kebudayaan mereka. Jadi meski setiap tahun ada acara seperti ini, tapi tiap tahunnya selalu dikemas lebih baik dan lebih baik lagi.

Penulis : Catur Guna Yuyun Angkadjaja – Nagano Jepang

Booking Hotel di Jepang, Klik Disini.




%d bloggers like this: