Pusingnya Membuang Sampah di Jepang

Perkara membuang sampah di Jepang memang bukan hal remeh. Salah salah kita bisa kena denda hingga miliaran rupiah atau bahkan di penjara loh. Karena membuang sampah sembarangan di Jepang bisa dikategorikan dalam kejahatan terhadap lingkungan. Dan soal lingkungan, adalah hal cukup sensi di Jepang. So … ngga heran kan kalau negara sakura ini terkenal bersih sekali. Nah disini saya mau memberi contoh pusing pusingnya membuang sampah di Jepang.

————–

Jika anda memutuskan tinggal di Jepang dan tinggal di apartemen atau rumah, maka anda akan diberi selebaran berisi jadwal membuang sampah. Sebaiknya jadwal ini jangan hilang, karena jika hilang maka anda akan pusing setengah mati untuk membuang sampah. Kenapa???

kalender pembuangan sampah untuk setahun … sebaiknya jadwal ini jangan sampe hilang yah. foto sebelah kanan adalah contoh isi kalender : plastik hijau untuk barang seperti sampah dapur dan sampah lainnya yang bisa dibakar

 

Karena di Jepang sampah dibagi jadi beberapa kategori dan anda hanya boleh membuang sampah di loker loker yang telah disediakan, sesuai dengan kategori tersebut. Misalnya : Senin adalah harinya untuk membuang sampah dengan plastik berwarna hijau, maka anda dilarang membuang sampah yang tidak masuk dalam kategori sampah plastik hijau.

Bingung yaa … apa itu plastik hijau??? Hehehee kalau di kota aku tinggal, di Nagano, sampah harus dikemas dalam 3 macam plastik. Plastik Hijau untuk sampah dapur dan sampah yang bisa dibakar lainnya. Plastik kuning untuk sampah plastik atau botol botol plastik atau bungkus bekas jajan. Dan plastik merah untuk sampah rumah tangga seperti panci, hanger pakaian, dan lain sebagainya.

Nah,… untuk membuang sampah ini, anda harus lihat jadwal. Tidak boleh sembarangan. Jadi setelah di pilah pilah jenis sampahnya di rumah. Anda tidak dapat langsung membuang sampah itu begitu saja. Mesti tunggu jadwal warna plastik. Jika hari sampah plastik hijau dan anda membuang sampah plastik kuning, maka sampah anda tidak akan diangkut.

Begitu pula jika anda memaksa, kantong plastik hijau diisi dengan sampah yang seharusnya masuk plastik kuning, sampah hijau anda pun tidak akan diangkut (karena isinya tidak sesuai). Jadi, anda harus benar dalam mengemas dan mengikuti jadwal pembuangan sampah.

Oya … untuk sampah botol minuman dan kotak bekas makanan. Juga tidak boleh dibuang begitu saja. Melainkan anda harus melepas stiker nama minuman tersebut dan membuang tutup botol tersebut secara terpisah + jika itu adalah bekas botol susu atau kopi atau jus dan kotak makan, anda harus mencuci botol / kotak makan tersebut terlebih dahulu sebelum dibuang ke tempat pembuangan sampah. Nyoookkk ribet yah … kalau ga mau ribet sih gampang, untuk botol dan kotak bekas makan, buang aja di supermarket atau kombini seperti 7eleven, lawson dan lainnya. Ga usah dicuci, langsung masukin aja ke tong sampah di depan toko.

Plastiknya dapet darimana???

Oya … buang sampah di Jepang itu ngga gratis loh … Jadi semakin banyak sampah yang kita timbun, semakin banyak pulalah uang yang mesti kita bayarkan. Mengapa??? Karena untuk membuang sampah kita harus menggunakan plastik resmi dari pemerintah yang warna merah kuning ijo itu. Nah, untuk mendapatkan plastik tersebut, kita mesti membelinya di supermarket dengan harga yang ngga murah. Tergantung warna dan ukuran plastik.

Kerennya. Kenapa plastik ukurannya sama tapi warnanya beda, harganya bisa beda jauh banget??? Karena hasil penjualan plastik tersebut nantinya akan digunakan untuk membiayai tempat pengolahan sampah. Dimana mesin pengolahan sampah di Jepang, disebut sebut sangat canggih. Jadi semua sampah itu akan dimasukkan dalam mesin yang begitu keluar, maka sampah tersebut sudah menjadi bahan baku daur ulang. Misalnya, limbah dari sampah dengan plastik hijau, bisa jadi bahan baku paving. Sependengaran saya, sebagian besar trotoar di Tokyo itu dibuat dengan menggunakan paving hasil daur ulang ini.

Nah selain bisa jadi paving, tentunya bisa jadi pupuk kandang. Udah biasa yah … nah yang ga biasa, hasil dari daur ulang ini adalah untuk jadi bahan baku tekstil. Yup beberapa baju pekerja di Jepang itu dibuat dari limbah sampah!!! Terus limbah sampah lainnya juga bisa jadi kertas bahkan kertas tisue juga. Nah untuk limbah cairnya, ada alatnya lagi yang untuk menjernihkan air dan kemudian dialirkan lagi ke sungai. Keren yaaah … coba kalau di Indonesia punya mesin kayak gitu … wah … ngga ada tuh ceritanya TPA bantar gebang meledak dan menelan korban … atau timbunan sampah di muara karang menjadi racun bagi biota laut dan lain sebagainya … Bahkan seluruh jalanan di Indonesia bisa di paving tuh atauuu bisa bisa seragam sekolah dari SD sampai SMA gratis, hanya dengan sampah dari Jakarta wakakaka ..

Pusing banget, kalau mau pindahan di Jepang ….

Nah artikel akan memasuki babak paling ribet lagi soal sampah. Yup … jika anda memutuskan untuk pindah (keluar dari Jepang atau pindah kota) tentunya akan banyak barang yang ngga bisa kebawa. Nah semua barang yang tidak anda bawa serta itu semua akan disebut sampah. Yup sekali lagi sampah!!!

PERCAYAKAH ANDA, INI SEMUA ADALAH SAMPAH!!! (foto ditengah bawah adalah contoh plastik sampah berwarna hijau)

 

Percayakah anda, foto kasur yang masih oke, penyedot debu modern yang baru berusia 6 bulan, kulkas, mesin cuci dan sofa yang masih kinclong ini adalah sampah!!! Lebih tepatnya barang barang milik saya yang harus dibuang ketika saya dan suami harus meninggalkan Jepang. Hiks hiks hiks … sedihnya ya …

Tapi beginilah keadaan di Jepang. Ketika anda meninggalkan apartemen sewaan, anda harus membersihkan apartemen seperti sedia kala (kosong melompong). Jika anda meninggalkan barang, maka meski barang yang anda tinggalkan masih sangat layak atau bahkan baru, anda tetap akan di denda. Anda harus membayar “uang buang sampah” yang ngga murah di Jepang.

Misalnya saja, TV, biaya buang sampahnya antara 150 – 300 ribu rupiah tergantung besar kecilnya TV yang anda miliki. Kenapa ngga dikasih ke orang lain??? Hm … ini dia permasalahannya. Orang Jepang mayoritas sudah memiliki segala perlengkapan rumah secara lengkap, jadi ketika anda ingin memberikan barang anda kepada mereka. Bukannya senang, tapi mereka akan menolak.

sehari menjelang kepulangan ke Indonesia, apartemen kami sudah bersih dari semua barang

 

Heeeiiiii??? Kenapa??? Ya karena mereka berpikir, contohnya anda memberi TV, maka karena rumah mereka sempit, berarti dengan menerima TV dari anda, dia harus membuang TV lamanya. Dan untuk membuang, berarti mereka harus membayar biaya sampah. Nah … repotnya, mereka kan ngga tau seberapa bagus atau awet TV yang dari anda, sementara mereka sudah nyaman dengan TV milik mereka sekarang yang ada di rumah. Jadi, meski TV anda masih baru, umumnya mereka ngga akan terlalu senang ketika anda mencoba memberikan TV anda kepada mereka.

Kecuali … ketika orang tersebut memang hendak beli TV karena TV nya sudah rusak atau mereka belum punya TV. Hmmm tapi nyari orang yang seperti ini (sedang butuh) kan ngga gampang juga. Jadinya, mau ngga mau, yaaaa akhirnya masuk ke pembuangan sampah toh.

Tapi ada solusi lain. Waktu itu saya dan suami yang tengah bingung, “Ni barang di apain yaa??? Kalau membuang seluruh isi rumah, bisa dibayangkan berapa juta harus kami bayarkan ke tempat pembuangan sampah??? Belum lagi untuk menuju ke TPS tersebut berarti kami harus menyewa mobil yang kira kira biaya nya 1 juta rupiah … huaaa mau nangis membayangkannya.

Akhirnya, dengan kenekatan yang luar biasa … saya dan suami yang sama sama ngga fasih bahasa Jepang pergi ke toko second. Beruntung, yang kami jumpai adalah pemiliknya langsung. Dengan bahasa Tarzan yang kira kira bunyinya “Saya — Indonesia — pulang. Barang — diambil — bisa?”. Tak disangka … tuh pemilik tau loh maksud kita.

“Mobil — saya tidak punya. Apartemen kita dekat, 1 kilo dari sini” begitu lanjut kami. Dia juga mengerti!!! Horeee … ternyata dia bersedia mengambil barang kami dan wooowwww sungguh diluar dugaan kami, dia membayar kami sekitar 2 juta rupiah … padahal barang diambil saja kami sudah sangat berterima kasih, eee kami malah di bayar.

Sebetulnya kalau diitung sih, kami rugi. Karena barang kami yang diambil harganya jauh diatas harga tersebut, tapi kenapa kami merasa beruntung??? Yaaa daripada kami membuang di TPS dan kami harus membayar. Yaaa mending begini … hehehee meski nilai total barang milik kami yang diambil pemilik toko tersebut sekitar 30an juta rupiah dan cuma dibayar 2 juta rupiah …. kami sungguh sangat senang, yang penting apartemen kosong!!!

Tapi itu juga ngga semua barang diambil sama pemilik tokonya. Dia cuma mau ambil barang yang kira kira bisa dijual lagi. Selain dari itu, dia ngga mau ambil. Misalnya piring2, badcover, karpet panas dan lain sebagainya dia ngga mau. Jadinya??? Terpaksa piring piring yang belum setahun digunakan dengan harga piring perbijinya 100ribu rupiah itu, terpaksa masuk ke loker pembuangan sampah hiks hiks hiksss … aje gile … piring senilai 1 juta rupiah lebih dan masih oke oke banget itu … terpaksa harus dibuang gitu saja bercampur dengan sampah lainnya.

Sedih banget waktu harus ngebuang piring piring yang masih baru baru ini hiks hiks hiks

 

Begitu pula dengan bedcover, ada 7 biji bedcover yang masih ciamik punya, juga terpaksa masuk ke dalam loker pembuangan sampah. Hadeh .. mbuangnya ga rela banget hahahaa mending dikasih ke orang daripada dibuang begitu saja. Sedih dah .. Terus Rice Cooker, Mesin Pemanas Ruangan, Thermos dan lain sebagainya, semua masih layaaaak banget dipake … juga terpaksa dibuang gitu aja hiks hiks hiks…

Yuhuiii … kenapa ngga kami bawa pulang ke Indonesia??? Duh … 1 karena saya dan suami ngga ngerti ekspedisi yang murah di Jepang sini dimana. Kalau pake paket, bujug dah … bisa bisa mahal ongkos maketnya daripada harga barangnya. Dan mengapa barang kami banyak banget dan masih baru baru??? Ya karena pertamanya kami memang berencana tinggal lama sekitar 5 tahunan di Jepang … tapi ternyata saya dapat anugerah hamiiilll heheee… jadinya pulang deh … mau nglahirin dan besarin anak di Indonesia ajah … Meski negara tetangga ujan emas, dan di negara sendiri cuma ujan roti, tapi lebih asik ujan roti kok … hehehe karena bisa langsung dimakan hahahaa

Yaaa … begitulah kira kira pengalaman saya dengan sampah di Jepang. Ribet … tapi yaaa ribet itulah yang membuat Jepang jadi bersih. heheheee ngga seperti negara kita tercinta yang sampahnya ada dimana mana hehehee … ngeri dah ah …

Boneka segede bantal ini, tadinya mau dibawa pulang Indonesia buat ponakan … tapi karena bagasinya ga muat, akhirnya dikasih ke orang deh hehehee untung diterima … kalau ngga kan sedih banget, boneka masih baru baru terus dibuang

 

Penulis : Catur Guna Yuyun Angkadjaja – Nagano Jepang

Booking Hotel di Jepang, Klik Disini.

 

 




2 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: