Lotek yang di Nikmati Pelanggannya Turun Temurun

Lotek Warung Rujak Uleg ... Penampilannya memang tidak rapi, belepotan dimana mana ... tapi rasanya??? jiheeeyyyyy medok mantab sekaleeee

Lotek … heiiimm … banyak temanku menyamakan hidangan ini dengan makanan bernama gado gado. Sekilas memang mirip dan bumbu juga isiannya pun nyaris sama. Yup setali 3 uang dengan gado gado, lotek ini juga bisa diisi dengan aneka macam sayuran ‘terserah kita’ hehehee … jadi ngga usa heran kalau pada tiap pedagang terkadang terdapat perbedaan ‘isi’ pada makanan tersebut.

Namun menurut saya, perbedaan paling prinsipil (halah kayak pidato aja pake kata ‘prinsipil’ hehehe) adalah terletak pada bumbu “kencur dan bawang putih” yang ada di lotek. Kencur dan bawang putih ini lah yang membuat bumbu jadi terasa harum lembutnya dibanding bumbu gado gado yang lebih hanya mengandalkan kacang tanah goreng, air asam, gula merah dan garam.

warung lotek langganan mertua yang kini jadi langgananku dan suami

Untuk isiannya sendiri, seperti telah disinggung di atas, ‘bebas’. Tiap orang/ pedagang dapat menentukan sendiri sayur apa saja yang ingin di libatkan dalam sepiring lotek yang hendak disajikan. Naaahhh .. kali ini saya akan membahas pedagang lotek yang isiannya menginspirasi resep lotek di rumahku hehehee… yaitu lotek di warung rujak uleg sampang cilacap jawa tengah.

Warung lotek ini saya tak tahu sejak kapan berdirinya. Namun, mertua saya bilang, ia telah menjadi pelanggan lotek disana sejak ia masih berpacaran. Weewww … suami saya aja usianya sekarang sudah 30 tahun. Berartiiii¬† tuh warung dah mayan jadul banget yah … Pantas, selain penjualnya udah sepuh, pembelinya juga banyak.

lotek buatan sendiri di rumah, kini menggunakan kecombrang (yang berwarna merah muda itu) akibat terinspirasi dari warung lotek rujak uleg sampang

Lotek disini, menurut saya, enak sekali. Meski dari segi tampilan sangat kurang rapi, namun soal rasa??? Medok sekaliiii … bumbu kacangnya kental sekali di lidah. Selain itu bumbunya juga sangat berlimpah. Jadi jika pada beberapa warung kita sering kali memohon pada penjual “Bumbunya yang banyak ya”, maka disini, anda tak usah meminta, di jamin bumbu akan masih bersisa usai anda menyikat habis seluruh sayurnya.

Untuk isiannya sendiri, inilah yang menjadi inspirasi lotek ku di rumah, yaitu penambahan bunga kecombrang. Bunga berwarna merah muda ungu tersebut, memberikan aroma wangi yang sangat khas. Meski hanya sedikit, namun aromanya menempel pada keseluruhan bumbu. Asoooyyyyyyy enaknya.

suamiku (baju biru) sedang menikmati lotek bersama temannya (baju putih) ... dan foto sebelah kanan adalah suasana di warung rujak uleg (banyak orang antri untuk dibungkus)

Di warung ini, sayur yang digunakan mayan banyak variasinya, ada sekitar 10 macam sayur. Mulai dari tauge, labu, daun so, kangkung, kecombrang, timun dan macam macam termasuk bunga apa itu lupa namanya :p … + juga dengan tahu dan lontong. Hueeeh 8000 rupiah per piring kenyang puas.

Jika anda ingin ke warung ini, tampaknya warung ini hanya buka pagi sampai sore aja. So … dateng siang siang ajah biar ngga kehabisan yah … oya selain jual lotek warung ini jual rujak hehehe… yaaaaa pastinya wong namanya juga warung rujak uleg hihihiiiii … dan sesuai judul, dinikmati pelanggannya turun temurun, maksudnya salah satunya ya saya dan suami hehehe… mulai dari mertua, kini saya dan suami jadi pelanggan setia disini.

warung tampak depan- pelanggan sedang mengantri

Yup … meski di rumah nyaris seminggu sekali membuat lotek, tapi kami masih suka beli juga disini. Kira kira seminggu 1 hingga 2x. Apalagi kalau mertua datang siang siang … ya sudah .. sajiannya mudah sekali, tinggal beli lotek ini hehehee … Oya … sampai lupa hahaha sekarang saya sudah tinggal di Cilacap, jadi yaaaa inilah salah satu warung langganan saya di sekitar tempat tinggal baru saya.

Alamat : Warung Rujak Uleg. Jl Tugu Utara no 12, Sampang – Cilacap Jawa Tengah

Penulis : Catur Guna Yuyun Angkadjaja




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: