Matsuya, WarJep Murah Meriah Enak Nagih dan Wajib di datangi jika anda ke Jepang ( kuliner di jepang )

Ini merupakan warjep favoritku. Hahahaa kalau di Indonesia kan nyebut warung murah meriah itu warteg, nah kalau disini aku nyebutnya warjep. Meski bentuknya tentu bukan warung, tapi dagangannya murah meriah. Di Jepang resto macam ini ada beberapa, diantaranya adalah Matsuya ini sendiri, Yoshinoya, Sukiya dan Seizeriya (khusus seizeriya, ini jualannya lebih ke arah aneka hidangan Italia)

3 nama pertama diatas selain seizeriya, adalah resto dengan tipikal harga murah meriah, mulai dari 180 yen sampai dengan 900an yen. Selain menjual hidangan murah meriah, ciri lainnya adalah pelayanan yang sangat cepat, yaitu baru pesen, pantat nempel dan tiba tiba dalam hitungan detik hidangan sudah sampai di meja kita.

Bahkan beberapa diantaranya, seperti Matsuya, justru kita order makanan di mesin. Jadi begitu masuk ke resto, kita langsung saja menuju ke mesin besar yang biasanya terletak di sebelah pintu masuk. Di mesin tersebut anda akan menjumpai banyak tombol dan sticker. Pada tiap masing masing sticker bergambar menu dan harga, selalu ada tombol. Ini artinya, anda mau yang mana, silahkan pencet tombolnya.

Namun jangan terburu main pencet saja. Langkah pertama tentu lihat dulu anda ingin makan apa, kemudian masukkan uang. Boleh uang pas boleh uang lebih. Asal jangan kurang hahaa … begitu anda memasukkan uang, beberapa tombol akan menyala (kusebut beberapa, soalnya tombol yang menyala hanyalah tombol yang memiliki harga sejumlah uang yang anda masukkan. Contohnya anda memasukkan koin 500yen. Maka menu dengan harga makanan diatas 500 yen, mau anda pencet ribuan kali juga ngga akan bisa. Melainkan dengan koin 500 yen tersebut ya anda hanya bisa membeli makanan dengan harga dibawah 500yen atau setara dengan 500yen saja).

Nah usai memasukkan koin, silahkan pilih menu yang anda suka dengan cara memencet tombol. Usai memencet tombol, yang keluar tentunya bukanlah makanan yang keluar dari mesin tersebut, melainkan selembar kertas order. Kertas order inilah yang nantinya anda berikan pada pelayan dan dalam hitungan detik, hidangan akan sampai di hadapan anda.

Oya, lalu bagaimana jika anda ingin memesan lebih dari 1 jenis makanan??? Ya silahkan pencet saja tombol mana mana saja yang anda suka. Asal uang yang anda masukkan masih mencukupi, anda bisa terus memesan. Lalu, bagaimana jika sudah selesai memesan dan ternyata uangnya masih sisa di dalam mesin tersebut??? Silahkan pencet tombol berwarna hitam yang terletak di dekat tempat anda memasukkan uang. Dan dalam sekejap krincing krincing … keluarlah uang kembalian anda dalam jumlah yang tepat. Mudah dan praktis bukan?

Ooohhh ada lagi .. bagaimana jika kita salah memesan??? No problem. Tinggal bilang saja ke pelayannya, maaf ini tadi salah pesan, bisa diganti dengan yang ini??? Dan uang anda pun akan dikembalikan oleh sang pelayan, tentunya secara manual. Kalau anda ngga tau gimana bahasanya??? Ya sudah terima nasib salah memesan saja hahahahaa ….

Hidangan Favoritku jika ke Matsuya

Saya paling suka dengan hidangan yang bernama Karubi. Yaaa kalau tulisan dalam katakana sih saya masih bisa baca baca dikit hohooo … tapi kalau udah kanji nyerah deh. Jadi Karubi ini adalah daging sapi yang ditumis dengan saus karubi. Rasanya manis dan dagingnya itu loh … daging Jepang memang tak ada duanya. Dagingnya empuk dan lemak lemaknya mudah dimakan. Beda dengan daging dari Negara lain yang lemaknya susah ditelan. Di Jepang, lemak lemak daging itu seperti langsung lumer begitu kena lidah. Bahkan ketika daging sudah dingin pun, lemaknya masih enak dan mudah ditelan. Benar benar daging Jepang tuh luar biasa.

Oya, biasanya saat makan karubi ini, saya tambahkan saus karubi yang disediakan di meja. Atau kalau dibungkus, kita juga boleh mengambil saus sebanyak yang kita suka. Nyaaam nyaam … meski mayan sering makan ni hidangan, entah kenapa saya dan suami tuh ngga pernah bosan loh. Suwer abisnya enak banget sih. Oya untuk harga, karubi ini kadang ada diskon 100 jadi tinggal 580 yen (tapi kalau lagi di diskon biasanya jumlah dagingnya lebih dikit). Harga normalnya sih 680 yen. Itu untuk porsi 1 orang. Nah kalau lagi mau menghemat, biasanya saya dan suami beli yang porsi besar seharga 880 yen, lalu dibungkus dan kita makan ditaman. Hahahaa .. soalnya kalau dimakan sendiri, pasti ngga mungkin habis. Banyaaak porsinya. Baik daging mau pun nasinya, melimpah.

Nah selain karubi, hidangan lain yang saya suka adalaaahhh Beef Bowl. Harganya 280 yen untuk porsi paling kecil. Nah porsi ini adalah porsi yang paling pas buat saya. Nasinya ngga terlalu banyak dan dagingnya mayan banyak wkwkwkwkeekekkee … penyajiannya langsung tumisan daging diletakkan diatas nasi hangat dengan jumlah kuah yang pas. Jadi kuahnya karena ngga terlalu banyak, ngga bikin nasi jadi lembek. Justru malah bikin nasi jadi memiliki rasa. Asli enak sekali. Saya makan ini juga ngga pernah bosan.

Irisan dagingnya lebih tipis daripada karubi, sehingga dagingnya pun lebih empuks dan memikat. Namun jika karubi rasanya mutlak manis, nah yang menu ini, rasanya manis bercampur sedikit asin yang bikin penasaran. Weeenak … oya tapi kalau mau porsi lebih besar, misalnya misua kan makannya lebih banyak dari saya, dia biasanya pesan menu yang sama namun dengan harga 320 atau 420 yen. Tergantung kalau lagi laper banget yaaa yang 420 yen, kalau lapernya biasa ya yang 320 yen. Yang jelas makin mahal porsinya makin jumbo. Ukuran terbesar kalau ga salah ada yang 520 yen. Duh duh duh … ampun saya … saya yang 320 yen aja ngga habis, apalagi 520 yen hohoooo … oya 1 yen itu kira kira kalau dirupiahin 115 rupiah. Jadi untuk tau kira kira berapa harganya ya monggo di kali sendiri.

Sukiya dan Yoshinoya

Nah selain matsuya, resto sejenis dengan menu nyaris sama adalah sukiya dan yoshinoya. Namun saya sendiri belum pernah ke Yoshinoya. Soalnya pas banget, begitu saya datang ke sini, pas yoshinoya di kota tempat saya tinggal, barusan tutup. Hmmm .. ya sudahlah… toh kata orang orang di sini yoshinoya tak seenak matsuya. Oke lah kalau begitu, jadi saya tak perlu terlalu bersedih. Nanti mentok mentok ya kan bisa makan di Jakarta, sudah ada cabang nya toh si yoshinoya ini hohooo …

Nah sedangkan sukiya, saya kalau kesini juga sukanya makan Beef Bowl. Rasanya asli persis dan harganya pun ngga beda seingat saja. Segituan lah, masih dikisaran 200 300 yen an. Sama dengan matsuya, di sukiya juga menggunakan daging jepang yang aduhai itu. Aaahhhh jadi sedih kalau misalnya pulang Indonesia. Bukan sedih apa, sedih karena ngga bisa makan daging jepang lagi wakakakkaa … tapi senengnya banyak … di Indonesia makanan kan lebih beragam yuhaaa… teman juga lebih banyak dan kegiatan pun juga lebih banyak … berdoa saja, nanti kapan kapan bisa liburan ke Jepang hohoohooo … amin.

Oyaa untuk alamat, ngga usah di tulis ya .. soalnya matsuya, sukiya dan yoshinoya ini jumlah mungkin mencapai ratusan outlet kali ya di Jepang. Kalau matsuya sendiri, saya perhatiin, dia nyaris selalu ada di tiap stasiun kereta yang agak besar dan ramai. Ya mungkin memang dibuat seperti itu, karena resto resto macam ini memang diperuntukkan bagi mereka yang butuh cepat. Misalnya untuk sarapan sebelum ke kantor atau makan siang yang hanya 1 jam saja. Itu juga yang saya perhatikan, biasanya orang orang yang makan di resto macam ini adalah orang orang yang datang seorang diri lalu makan dengan cepat dan lalu keluar meninggalkan resto dengan cepat cepat pula.

Penulis : Catur Guna Yuyun Angkadjaja – Nagano Jepang
Untuk info hotel di Jepang : Klik disini




%d bloggers like this: