Sen Ju Japannese Restaurant- Nuansa Jepang di Tengah Kesibukan Jalanan Jakarta Selatan

Suasana Sen Ju Restaurant

Sebetulnya Judul ini agak hiperbola sih heheee… Soalnya Restonya kan terletak di dalam Mall yang ngga sibuk :p Letak restonya pun nyaris di ujung. Tapiiii yaaa ditulis demikian karena kalau kita keluar dari Mall ini kan kemacetan luar biasa memang selalu menyapa, yup Pejaten gitu looh … ada orang yang hendak menuju pasar minggu, ada yang mengarah ke cilandak, ada yang tujuannya Ragunan dan ada pula yang tujuannya ke pusat Jakarta … gggrrr saking strategisnya nih jalanan, tiap jam nyaris padat merayap!!!

Ya ya yaaa mungkin karena itulah Pejaten Village di dirikan. Untuk mereka yang jenuh berkendara dalam kondisi macet dan atau kaki udah mulai lelah dan perut udah kayak alat musik keroncong. Naaah ini merupakan kunjungan ke dua ku di Sen Ju Japannese Restaurant. Pertama waktu belum nikah dan ke dua setelah punya anak hehehee .. dan kayaknya bakalan sering nih, soalnya misua ketagihan sama wagyunya nih.

Nah judul nuansa Jepang sendiri kuberikan karena resto memang di desain seperti resto resto di Jepang yang kebanyakan memberikan replika makanan di bagian depan resto supaya pelanggan bisa melihat, “Seperti apa sih makanannya kalau udah jadi?”. Ruangannya pun ada yang model kursi dan yang lesehan dengan lubang ditengah.

—–

Pertama kemari, pesananku adalah chicken katsu. Tapi ngga aku makan di tempat, melainkan aku bungkus. Yaaa hidangan sederhana yang ngga pakai ribet lah. Mayaaan chicken katsunya, meski ngga serenyah chicken katsu yang asli Jepang, tapi cukup menawan lah. Rasanya nyaris mirip dengan chicken katsu di Kinnotaki. So, artinya, chicken katsu disini tampaknya memang baru dimasak ketika ada orang yang memesan. Jadi ngga cuma tepungnya yang masih fresh tapi juga daging ayamnya. Sausnya pun menggunakan furai saus dengan rasa yang sama dengan di Kinnotaki dan juga di kebanyakan di Jepang sendiri, dimana katsu disajikan dengan furai saus yang berwarna coklat nyaris hitam itu. Rasanya asam manis enak banget deh.

Tapi buat yang ngga suka furai saus (seperti suamiku ;p ) jangan kuatir, disini anda akan diberi beberapa macam saus termasuk saus sambal … hehe tuh yang warna merah. Jadi, kalau pengen katsu dengan rasa lidah Indonesia banget, ya bisa … pakai saus sambal aja sausnya 🙂

Karena buru buru, jadi aku bungkus saja makanannya ... chicken katsu

Kunjungan ke dua

Kunjungan ke dua, kami memesan set menu wagyu dan volcano sushi. Waaahhh, untuk set wagyunya, oke banget. Daging wagyu yang disajikan merupakan wagyu berkualitas dimana bisa kita lihat marble lemak di dagingnya. Wooowww… dipanggang dikit langsung lumer dilidah. Ajihai … mangstab bangeeettttt … jadi kangen Jepang.

Oya tips buat yang mau pesen hidangan set wagyu ini, sebaiknya minta untuk anda memanggang sendiri dipanggangan yang kecil itu. Karena jika dipanggang langsung dari dapur, so pasti rasanya akan berbeda – pun dengan sensasinya. Hm … memang memanggang sendiri lebih ribet dan lama sih .. soalnya panggangannya panasnya kurang, tapi percaya deh … hasilnya akan lebih enak daripada langsung dipanggang di dapur.

wagyu set

lihat marbel di dagingnya .. hmmm nyaaammm

sushi volcano

Untuk sushi volcano nya … seperti volcano volcano ditempat lainnya, enak hehehee. Mayo dengan aneka personel di dalamnya, meleleh dalam mulut. yummy tummy. Selain hidangan hidangan yang saya pesan, tentunya disini masih banyak hidangan lainnya, salah satunya adalah tori karaage. Ini merupakan hidangan favorit anak anak sekolah di Jepang untuk bekal bento. Yaitu sejenis ayam goreng tepung yang bentuknya udah ngga kayak ayam lagi. Alias ayam dipotong mayan kecil, untuk sekali lahap atau paling banyak 2 kali gigitan aja. Rasanya asin gurih sedap. Disini harganya dipatok 28.000 rupiah perporsi.

Hidangan khas Jepang lainnya yang disajikan disini adalah Cha Soba dan Tenzaru Soba. Ini juga hidangan yang favorit di Jepang, soba dingin. Soba ini memiliki teknik makan tersendiri. Yaitu kita akan diberi set makanan yang terdiri dari seporsi mie yang dibiarkan mengering kena udara tanpa kuah, lalu mangkuk berisi kuah agak kehitaman dan seporsi gorengan. Cara makannya? Ambil mie dingin tersebut secukupnya, lalu masukkan dalam mangkuk berisi kuah hitam tersebut, baru kemudian dimakan deh. Nah lauknya, tentu adalah gorengan yang sudah disiapkan. Gorengan itu boleh dicelup ke kuah yang sama dengan kuah mie, boleh juga dimakan begitu saja terserah anda tentunya.

foto saat kunjungan pertama

kunjungan berdua, sama suami dan anak

itu dia alat panggangnyaa ... duh saking enaknya, dagingnya berasa kurang deh

Nah setelah set makanan habis, biasanya anda akan diberi air oleh pelayan, air ini untuk campuran kuah soba tersebut dan jika suka, kuah soba sisa celup celup mie tadi ini, bisa diminum. Gggrrrr saya sih ngga pernah nyoba hahaha soalnya kebayang rasanya aja pasti udah ngga suka. Jadi jika pelayan menawarkan air, saya selalu menolak. Tapi bagi orang Jepang, air soba tersebut sangat nikmat. Yaaaaa … buat yang mau coba silahkan hehee… Tapi lagi lagi karena saya belum pernah nyoba makan soba dingin disini, saya ngga tau, apakah ketika selesai makan anda akan ditawari air untuk campuran soba atau tidak. Untuk aneka soba panas dan dingin disini harganya sekitar 40ribu rupiahan perporsi.

Oya, jika makan disini akan dikenakan tambahan biaya sekitar 15%, 5% untuk service dan 10% untuk PB.

Alamat Sen Ju Ramen Japannese restaurant. Mall Pejaten Village lt 1 unit 67, Jakarta Selatan, 021 781 3113

Penulis : Catur Guna Yuyun Angkadjaja

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: