Resep Burger – Membuat Daging Burger sendiri di Rumah … Enaknya Mantaaab!!!

Burger Home Made Buatankuuuu :) Ups maaf yang home made cuma dagingnya aja ya :p rotinya sih beli jadi ... rasa dagingnya enak banget, aku bilang sih lebih enak ini daripada daging burger di resto cepat saji

Udah mayan lama nih pengen banget makan cheese burger diiii resto cepat saji kesukaanku. Tapi apa daya, larangan dokter untuk menghidari makan makanan junk food juga mesti kudu diturutin. Harus malahan soalnya ada dedek kecil di dalam perut yang butuh hidangan hidangan sehat, tak cuma sekedar lezat.

Yoraaaa!!! Pikir punya pikir, riset pun kulaksanakan, Mengapa Burger disebut makanan Junk Food???? Bukannya harusnya sehat yaaa??? Kan di dalamnya ada daging, ada sayur dan juga ada kejuuuu!!! Nah loh, semua sehat kan … lengkap malah, ada kalori dan protein dari daging, ada serat dari sayur dan juga ada kalsium dari keju …

Kulancarkan serangan pada mbah google dan akhirnya tertemukan jawabannya!!! Ternyata, burger itu masuk dalam kategori tak hanya sekedar fast food yang artinya makanan cepat saji, namun burger telah masuk dalam kategori junk food yaitu makanan sampah. Jiaaah serem amat, makanan sampah??? Kenapa???

Setelah di cetak seukuran daging burger yang diinginkan, bungkus dan langsung dikukus

Yup, berdasarkan beberapa artikel yang kubaca (tak cuma 1, karena aku kan sedang riset ni ceritanya xixi gaya) pembuatan daging burger pada kebanyakan resto terutama resto fast food, itu lah biang keladinya. Demi mencapai rasa / taste yang gurih dan bikin candu orang untuk makan dan makan lagi, racikan daging akhirnya dibuat tak hanya dari daging sapi saja, melainkan juga dikontaminasi dengan komposisi lemak sapi yang kadarnya mencapai 30 – 50% (tentunya tergantung kebijakan resep resto masing masing).

Nahhh … lemak sapi inilah yang disebut sebut menjadikan burger sebagai makanan junk food. Karena ditilik dari nilai gizi dan kerugian yang didapat ketika makan hidangan ini, akan lebih besar prosentase kerugiannya daripada keuntungannya. Lemak gitu loohhh … !!! Ngga sekedar bikin body jadi rusak tapi juga mengakibatkan berbagai macam penyakit seperti kolesterol dan jantung. Aaaaagghhhh syerem aaahhhh …

Nah kesimpulanku dari baca baca artikel itu… berarti kalau daging burgernya bikin sendiri, bukan junk food dong hahaha.. Kan aku bisa pilih daging yang lemaknya ngga terlalu banyak yippiiiieeee …

setelah diberi masukkan para pembaca wisataseru – maka saya sekarang bikin burgernya pakai alumunium foil heheee dan lebih enak lipat lipatnya

10 box daging burger pesenan temen temen … hiyuuuhhh kelar juga setelah 8 jam dikerjain sendirian sambil momong si kecil

(Foto diatas adalah hasil daging burger buatan saya. Saat itu saya memberi teman yang main ke rumah, burger bikinan saya ini. Lalu ternyata dia suka sekali dan order 10 pak (1 pak isi 10 daging) untuk dia dan teman temannya. Wooowww … saya bangga sekali. Ibu yang baru belajar masak, dapat orderan hihiiii – tapi sekarang saya ngga jualan loh, karena setelah itu teman pesan lagi saya pusing membuatnya. Akibat ngga punya pembantu dan masih belajaran, untuk membuat 100 biji daging burger itu saya butuh waktu 8 jam, hmmm hohoo nangis bombay)

Jadi inget film SUPER SIZE ME yang menceritakan tentang orang yang ingin membuktikan bahwa salah satu resto cepat saji terkenal di Amerika benar benar bisa membuat gendut, lalu ia menfilmkan dirinya mulai dari kurus dan lalu tiap hari makan produk cepat saji tersebut dan akhirnya jadi endut hiihiii … dan ternyata itu bukan cuma sekedar film loh, karena aku sendiri pernah mengalami.

Saat itu liburan semester 6 ke semester 7 (saya kuliah di Surabaya). Sebetulnya libur kuliah cuma 5 minggu. Tapi berhubung aku izin magang ke Jakarta di Global TV yang saat itu masih di Jl Panjang di Gedung INDOVISION, kampus memberi dispensasi aku libur selama 7 minggu. Nah, fatalnya, saat itu di tahun 2005, daerah sekitar kantor masih minim orang jualan makanan. Sialnya, aku kost tepat di depan kantor yang kering penjual makanan tersebut. Ada sih cukup banyak penjual makanan, tapi mereka cuma dagang saat siang saja. Pagi dan malam??? cuma ada kios resto cepat saji di sudut jalan yang buka 24 jam.

Pusingnya lagi, kost tidak memiliki dapur dan saya adalah tipikal orang yang harus makan 3 kali sehari, pagi siang dan malam. Lalu apa yang harus terjadi padaku??? Tiap pagi sebelum ke kantor sarapan pastiku adalah beef burger yang saat itu tengah promo 1 bijinya Rp. 5.000 rupiah dan atau kadang kadang kupaksakan membeli yang agak mahal yaitu paket hemat yang sudah lengkap nasi ayam dan soft drink nya.

Lalu tiap malam??? Kembali lagi hanya bisa makan yang paket panas. Hm .. sebetulnya disebelah resto itu juga ada resto lain, yaitu Tamani Cafe dan 1 lagi lupa nama restonya. Tapiiii … sekali makan di Tamani Cafe tentu butuh uang lebih dari 25 ribu rupiah, apalagi kalau makan disana pakai minum udah pasti sekitar 35 ribu. Sedangkan, uang tabungan yang kujatah untuk 2 bulan di Jakarta, tentu ngga akan cukup jika terlalu sering makan di Tamani. Sooo … resto cepat saji di ujung jalan itu adalah ide paling tepat. 5.000 – 15.000 saja udah bisa makan kenyang dan tidur pulas hahhaaa …

Nah tak terasa 2 bulan selesai, saya pun pulang ke Surabaya. Mama yang menjemput di bandara langsung melihatku dengan pandangan penuh kejut, “Kamu kok kayak orang hamil? Badannya gede banget, pantatnya jadi lebar???” …. waaaaahhhh hamil sama kuda nil??? Aku langsung kaget mama bilang gitu … sampai rumah aku langsung berkaca … “Wah maaa, iyah kok badanku jadi begini???”

Asliii!!! Kalau kata iklan scot emulsion, “Badanku dulu tak begini”… ya Allaaaahhhh … pantatku yang dulu runcing sekarang jadi melebar, pinggangku yang dulu tak berlemak sekarang penuh timbunan. Rahang pipiku yang dulu tampak tirus tiba tiba jadi berwajah kotak hahahhaaaa… ampyuuunnnn … dan setelah itu sampai hari ini body ku tak kunjung kembali seperti semula. Hm … pantatku tetap melebar dan perutku masih berlipat hahahaa .. parah parah parah!!!

Hadeh .. kok malah curhat hahaaa… ya sudah langsung aja … ini dia resep yang kugunakan untuk membuat daging burger yang asli enak banget … Eeehhh ya, sebetulnya aku search beberapa resep dan mayan agak mirip dan beda beda tipis tiap resepnya. Tapi akhirnya ku tancapkan pilihanku pada resep yang ada di http://resep.okebunda.com … namun aku agak modif dikit pada cara pembuatannya … jika di sana ditulis abis dicetak langsung di panggang. Kalau aku, aku kukus dulu baru dipanggang. Selain dari itu, semuanya sama.

RESEP DAGING BURGER

Bahan:
10 sdm Butter
3 buah Bawang Bombay ukuran kecil, cincang halus
1500 gr Daging Sapi cincang
10 lembar Roti Tawar
225 cc whip cream / susu cair
7 butir telur ayam kocok biasa aja, ngga usah sampe berbusa
3,75 sdt garam
3,75 sdt lada bubuk
10 sdt Gula Pasir

*Jika telurnya memakai telur ayam kampung, hasilnya akan lebih gurih. Kalau pakai telur ayam kampung, kasih 8 butir
*Beda ketika pakai whip cream atau susu cair biasa adalah dengan whipcream daging terasa lebih gurih lagi.

Setelah dikukus bisa disimpan di freezer dan baru dipanggang ketika hendak makan atau langsung dipanggang juga bisa. Beri teflon sedikit mentega biar ngga lengket … langsung deh jadi dan siap digunakan tuh dagingnya.

CARA MEMBUAT DAGING BURGER SAPI

Panaskan butter, tumis bawang bombay hingga layu. Angkat. Lalu rendam roti tawar (suwir suwir terlebih dahulu biar mudah) dengan whip cream dan kocokan telur ayam hingga roti menjadi lunak. Setelah roti menjadi semacam adonan lembut, masukkan daging sapi cincang dan bawang bombay yang telah ditumis tadi, lalu aduk rata.

Kemudian tambahkan garam, lada dan gula pasir. Lalu siapkan alumunium foil lembar / plastik tahan panas, letakkan 2 – 4 sdm (tergantung selera) adonan daging ke atas alumunium foil / plastik, lalu bentuk bulat dan pipihkan.

Kemudian, tutup adonan dengan alumunium foil seperti membungkus dengan kulit lumpia.Lakukan sampai semua adonan habis. Setelah semua adonan terbungkus rapi. Letakkan di dalam steamer atau kukusan. Kukus kurang lebih 15-25 menit. Setelah itu daging pun siap untuk diolah. Bisa langsung dipanggang menggunakan teflon dengan sedikit butter supaya tidak lengket. Bisa juga di dingin kan dulu, lalu disimpan dalam freezer untuk kapan kapan jika ingin membuat burger.

Setelah dikukus, daging dipanggang dengan mentega di atas teflon, lalu bisa langsung di letakkan diatas roti burger deh ... nyaaaam

Setelah dikukus, daging dipanggang dengan mentega di atas teflon, lalu bisa langsung di letakkan diatas roti burger deh … nyaaaam

Gampangkan cara membuat daging burger sendiri di rumah … selamat mencoba

BURGER

Nah untuk menjadikannya sebagai burger sendiri. Karena ngga punya oven untuk mencoba membuat roti, saya beli roti burger yang udah jadi di supermarket. Lalu roti ini sebelum ku tumpuk dengan beraneka macam isian burger, ku panggang dulu diatas telfon supaya roti hangat dan empuk. Mengapa ngga pakai mickrowave??? Karena jika pakai mikrowave, saya ngga akan mendapatkan sensasi gosong di pinggir roti yang inilah sensasi paling kusuka dari makan burger, yaitu aroma gosong dan bunyi kres yang muncul saat menggigit pinggiran roti … mantaaaffff

Isian sih bisa macam macam ya .. aku sendiri yaa cuma menyesuaikan dengan isi kulkas aja hehee… yaitu keju slice, saus tomat, mayonise, tomat segar dan saus sambal + daging yang sudah dipanggang itu tadi. Selesai deeeh … nyaaammm .. rasanya??? Aku bisa bilang, “Ini lebih enak dari beef burger yang biasa aku beli di resto cepat saji” … eheeemm … makasih yaaa http://resep.okebunda.com untuk resepnya
————————————————————————————-
Penulis : Catur Guna Yuyun Ang
Instagram : @catur_guna & @wisataseru
Email : [email protected]

————————————————————————————-

Penulis : Catur Guna Yuyun Ang
Instagram : @catur_guna & @wisataseru
Email : [email protected]

Untuk mendapatkan Update artikel kami, bisa ikuti kami di :

Twitter : @wisataseru
FB Group : https://www.facebook.com/groups/wisataseru/
Like FB wisataseru disini, Klik Here

—————————————————————————————-

 

47 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>