Jepang, Raja Vending Machine Dunia

Kali ini, yang akan bercerita tentang pengalamannya di negeri sakura adalah Mae Chan, sahabat wisataseru yang sering bolak balik ke Jepang. Tentunya, cerita bermula dari awal pertama kali ia menginjakkan kaki di Negeri Matahari terbit ini dan terpesona oleh jutaan vending machine yang tercecer di tiap sudut kota Jepang. Mengapa ia terpesona???? Cekidot aja terus ya cerita dari Mae Chan ini πŸ˜€

Vending Machine

Jika harus mengartikan secara bebas, Vending Machine menurut saya adalah alat penjual otomatis yang telah diprogram secara komputerisasi. Jadi, konsumen tinggal memasukkan sejumlah uang, kemudian memilih barang yang ingin dibeli, dan dalam hitungan detik, barang yang diinginkan tinggal diambil di tempat pengambilan barang di mesin tersebut. Biasanya lokasi pengambilan barang tersebut adalah di bagian bawah vending machine.

Lalu??? Bagaimana jika kita tidak punya uang pas untuk membeli barang yang tersedia di vending machine??? Tak masalah, karena alat ini telah diprogram untuk bisa memberikan uang kembalian dalam jumlah yang tepat, sesuai dengan jumlah uang yang kita miliki. Jadi uang kembalian tersebut akan keluar bersamaan dengan barang pesanan anda. Seruuu yach…

Pun jika mesin tersebut ternyata kehabisan beberapa uang pecahan, maka jika kita memasukkan uang dalam jumlah yang besar, mesin tersebut secara otomatis tidak akan mau beroperasi dan anda tinggal menggeser tombol kembalian uang, dan uang anda akan kembali dengan utuh. Gampang sekali bukaaan, cara kerja vending machine ini.

Praktisnya … vending machine ini juga telah dirancang untuk tahan dengan segala cuaca. Yup .. Jepang, terutama di beberapa kota, terkenal dengan cuaca ekstreemnya, yang jika panas bisa mencapai 40 derajat celcius dan jika musim salju, tumpukan es serut putih tersebut bisa mencapai 3 meter tingginya. Disini, vending machine tahan dengan segala cuaca tersebut. Maka tak heran, jika vending machine di Jepang ini, terdapat dimana saja, di dalam gedung, di luar gedung, di jalanan bahkan di tengah lahan kosong tanpa pelindung atap pun kadang terdapat vending machine.

Sooo .. vending machine ini adalah solusi yang tepat sebagai pengganti pedagang asongan atau pedagang kaki lima yang jika di Indonesia sering menjadi biang kekumuhan di beberapa lokasi. Selain praktis dan berbentuk modern, tidak kotor juga tidak berisik karena ngga akan ada orang yang teriak teriak “Yang haus yang haus” …

Pengalaman Pertama Mencoba Vending Machine

Jujur, Di Nagoya Jepang inilah pertama kali saya mencoba vending machine (saat itu di Indonesia saya belum pernah melihat, apalagi mencoba yang namanya vending machine, jadi ini benar benar pertama kalinya saya membeli dengan pelayanan komputer). Perasaan tentu berkecamuk, “Aih kayak di film film drama yach …”. Kumasukkan uang dengan perasaan bahagia dan dengan bangganya kuraih Gregoria Coffe Espresso pertamaku yang kubeli dengan harga 130 Yen. Hahahaaa perasaan ini benar benar ndeso bin kampung. Tapi sungguh, rasanya sangat bahagia ketika mendengar suara glondang glondang glondang (suara kaleng minuman terjatuh dari mesin) dan krincing krincing krincing (suara kembalian) dari vending machine tersebut.

Kerennya, vending machine ini tak hanya menyediakan minuman dalam kondisi dingin, tapi juga sekaligus dalam kondisi panas. Hal ini bisa anda lihat dari tulisan yang ada di atas harga (HOT) berarti minuman kaleng tersebut keadaanya panas dan (COLD) yang artinya minuman tersebut dingin. Breeewwww vending machine minuman yang sangat berguna untuk segala cuaca.

Oya .. untuk diketahui juga .. harga barang di tiap vending machine bisa saja berbeda beda. Misalnya Gregoria Coffe Espresso yang kubeli dengan harga 130 yen ini, di vending machine yang lain ada juga yang menjual dengan harga hanya 100 yen. Yup .. tak ada aturan bahwa harga pada vending machine harus sama. Anggap aja seperti kios kios di Indonesia, teh botol di kios depan kampus dan kios di area taman kota apalagi di tempat wisata, harganya bisa berbeda kan πŸ˜€

Vending Machine tak Hanya Menjual Minuman Saja

Oyaa … di Jepang sini, Vending Machine jualannya macem macem (maaf yaaa … ngga sempet motret motret nih). Ada vending machine yang berisi minuman, ice cream, makanan, snack, rokok, majalah, buku porno, payung, baterai, kondom, kartu telepon, mainan, boneka, bahkan beras, telur ayam dan ramalan. Oyaa .. bahkan juga ada vending machine yang menjual sayuran segar, bunga hidup yang sudah dirangkai hingga pakaian dalam wanita … Weeewwww masih ada lagi kayaknya, tapi ya intinya apapun bisa dijual dengan menggunakan vending machine ini.

Hebohnya, untuk bisa mendapatkan beberapa barang, misalnya seperti membeli rokok, seseorang harus memiliki kartu yang bernama TASPO. Taspo ini adalah sebuah kartu yang dibuat di tempat tempat tertentu dengan menunjukkan surat bukti usia. Hanya mereka yang berusia di atas 20 tahun saja yang berhak untuk memiliki kartu TASPO ini. Dimana artinya hanya orang dengan usia 20 tahun ke atas sajalah yang bisa membeli rokok. Caranya kartu Taspo ini diletakkan pada tempat scanner vending machine dan barulah mesin mau beroperasi melayani anda. Oyaa … kartu Taspo ini juga harus ditunjukkan di kasir, ketika anda ingin membeli rokok di swalayan. Tanpa kartu ini, anda tidak bisa membeli rokok.

Selain digunakan untuk menjual barang tanpa harus membayar jasa SPG, vending machine juga digunakan dibeberapa restaurant untuk konsumen melayani sendiri pesanan mereka. Seperti di Warteg nya Jepang yang bernama Matsuya, konsumen sebelum duduk dikursi, harus melakukan pemesanan makanan melalui vending machine. Setelah itu teng teng teeeeeng … tentunya yang muncul dari dalam mesin bukanlah makanan, melainkan semacam nota pemesanan. Nota ini kemudian kita serahkan pada pelayan resto yang cepat sekali kerjanya πŸ˜€ hahaha gimana ngga cepet, pantat baru nempel di kursi, otak baru saja relaks setelah lelah berjalan kaki, eeee set bet makanan sudah datang ajah. Ya ya yaa .. Jepang semua serba cepat. Padahal, Matsuya ini bukanlah tergolong masakan cepat saji looh (hahahaa resto cepat saji di Indo aja kadang mesti ngantri lama yaaa) – ups pembicaraan harus ditutup nih .. sudah melenceng dari vending machine …

Siapa sih pemilik Jutaan vending machine di Jepang???

Jumlah vending machine di Jepang pada tahun 2009 sudah mencapai 5,5 juta mesin dengan ratio perbandingan 1 vending machine untuk 20 orang yang tinggal di Jepang. Jiaaaahhhh!!! Luar biasa yaaaaa!!! Luar biasanya lagi, kok yaaa selama bolak balik ke Jepang dan melihat ribuan vending machine di lokasi yang berbeda beda, tak ada loh vending machine yang rusak,… apalagi rusak dengan kondisi mengenaskan seperti nasib telepon umum di Indonesia πŸ˜€ sungguh benar benar tak ada .. semua vending machine dalam kondisi bagus dan beroperasi dengan kondisi barang yang baru (ngga ada tuh vending machine yang saya coba kemudian mengeluarkan barang kadaluarsa)

Duileee … pasti ni yang punya vending machine adalah trilyuner sejati … punya ‘kios’ banyak bener diseluruh Jepang πŸ˜€ owowowww tunggu tunggu … Ternyata salah saudara saudara, jika itu yang kita pikirkan. Karena ternyata setiap warga negara Jepang bisa memiliki vending machine tersebut. Caranya tentu pertama tama : punya duit broooo!!! Setelah itu ia harus menyewa lokasi untuk meletakkan mesin tersebut. Setelah itu barulah ia order vending machine yang ia inginkan pada pabrik pembuat vending machine. Naaahh … ini juga menjadi salah satu alasan yang saya telah sebutkan diatas, bahwa harga barang yang sama di tiap vending machine belum tentu sama juga dengan vending machine yang lain. Yaaa karena pemiliknya kan beda beda.

Pengalaman wisataseru terhadap vending machine

Nah itu dia cerita seru dari Mae Chan tentang vending machine pertamanya. Kali ini wisataseru yang ingin kasih komen. Hahhaa karena ternyata pengalaman pertama mae chan dalam menggunakan vending machine gak jauh berbeda dengan pengalaman saya (catur guna). Ndeso norak dan katrok berkecamuk jadi satu. Bukan karena saya belum pernah menggunakan vending machine sebelumnya (di Indonesia saya juga sempet memanfaatkan vending machine untuk membeli barang) .. tapi ternyata menggunakan vending machine dengan nuansa jepang sungguh perasaannya seperti sedang mengulang cerita dalam dorama dorama Jepang yang pernah saya tonton πŸ˜€

Pun … jika di Indonesia saya punya pengalaman buruk dalam hal pervendingan machine, di Jepang sama sekali ngga ada masalah. Hiks …. pernah di Indonesia uang saya melayang 5ribu rupiah gara gara udah masukin uang ke vending machine pembuat kopi, eee ternyata mesinnya gak mau jalan. Asyeeeemmmmmmm!!!! Terus pernah juga, uang udah ketelen, kopi sudah keluar dengan sempurna, eee kembalian kaga mau nongol … kurang ajar tenan!!!!! Kalau di Jepang, pemilik tuh vending machine pasti udah di masukin ke Pelayanan Konsumen dan kena sanksi dah …

Hal hal kayak ginilah yang kadang kadang kita orang Indonesia jadi malas memanfaatkan teknologi dan lebih memilih membeli barang di kios daripada di vending machine. Soalnya mau complain juga bingung, complain kemana kalau tuh vending machine kaga berfungsi??? Kalau complain pun, males banget lah yaa … duit cuma 5ribu, telepon untuk komplain bisa bisa lebih mahal dari 5ribu .. udah gitu, belum tentu komplain kita dilayani pula hiihhiii… ngabisin waktu istilahnya …

Pula .. di Indonesia tentunya pemilik vending machine ngga akan berani meletakkan alat modernnya itu di jalanan seperti di Jepang. Yang adaaa, nasib para vending machine tersebut bisa bisa seperti telpon umum πŸ˜€ ada yang gagangnya ilang, ada yang bahkan teleponnya ilang semua!!! Ada yang dicorat coret ga jelas kemudian disiksa tuh barang sampe rusak … duuuuhhhhh … wong jembatan suramadu aja, sehari setelah diresmikan oleh Presiden SBY, besoknya mur bautnya udah pada ilang πŸ˜€ apalagi vending machine yaaa hohohoohoo… ampuuuuun …

Penulis : Mae Chan (Melly Rosliana) – Pengrajin Home Made Coklat Praline di Jakarta Selatan.

Di edit oleh : Catur Guna yuyun Angkadjaja

Booking Hotel di Jepang, Klik Disini.




6 comments

  • sayangnya vending machine di Indonesia hanya ada di lingkungan tertentu, sekarang yg lg ada byk hanya di lingkungan transjakarta. Udh gitu uangny harus pas.. yah kalo gak pas nasibnya kayak cerita di atas.. ^^

  • @agnes : hehehee iyah … soalnya kalau dipajang di tempat tempat umum kayak di jepang nanti rugi di bandar πŸ˜€ hahahaa iyah beberapa vending machine di indo maunya uang pas aja .. kalau kurang kagak mau keluar tapi kalau lebih kaga mau ngembaliin πŸ˜€ hohooho

  • heiiitttsss!!!! ada yang membajak namaku untuk komen πŸ˜€ ahhahaahaa luv u misuakuuuu … nanti kita beli 1 yach … ditaruh di kamar … tapi yang mainan aja … beli di mangga dua πŸ˜€

  • hahhaaa… pantesan komennya kok byk amat mba yun.. ternyata misua nya toh.. hihiii…
    wisataseru makin seru mba.. pake futu2 di jepang yg warna warni. jdnya lbh beragam aja drpd sebelumnya.. ^_^

  • @agnes : hehehee makasih .. tapi ni udah 2 minggu mogok lagi ngga ada artikel baru hiks … maaf yach hehehee lagi pewe untuk baca baca lagi ngga pewe nulis .. tapi nanti pasti nulis lagi hehehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: