Ingin Sehat, Makan Buah, eee Malah Kena Kanker

Weewww … Apa??? Siapa??? Dimana??? Kapan??? Kenapa??? Kok Bisaaa??? Jiaaahhh mentang mentang pernah sekolah Jurnalistik, pertanyaannya langsung 5W1H begini … What, Who, Where, When, Why, How … Tapiiii … apa bener sih orang makan buah kok bisa malah kena Kanker??? Kalau saya yang disuruh jawab, saya akan langsung tegas menjawab “Bisa!!! Terutama buat mereka yang berdomisili di Jepang” … weeeewwwwww kok bisa??? Bukannya buah buahan di Jepang justru kualitas unggul??? Iya .. betul!!! dan justru karena kualitas unggul itulah, beli buah di Jepang, bisa bikin Kanker … Kanker yang dimaksud adalah KANtong KERing 😀

Mahalnya Buah Buahan di Jepang

Inilah mengapa saya membuat Judul ada KANKER nya. Yaaaa gimana ngga kanker kalau 1 biji alpukat harganya kalau dirupiahin Rp. 16.000. 1 biji buah pir, apel dan jeruk, harganya Rp. 10.000.  1 biji melon kecil harganya Rp. 70.000, 1 biji semangka sedang Rp. 200.000an. Ini semua yang saya sebut masih dalam kualitas biasa loooh yaaa … kalau kualitas lebih bagus harganya, jauh lebih mahal dan apalagi kualitas super … duh mikir 10kali kalau mau beli yah.

Karena pada beberapa departemen store (disini kaga ada pasar becek alias pasar tradisional, semua serba supermarket), dijual juga melon dengan kualitas super, 1 biji ukuran biasa (emang melon mau segede apa hehee) seharga 1 juta rupiah. Weeeww … mikir 10kali lipat ga tuh kalau mau beli???? Terus untuk Anggur juga ada yang per100 gramnya bisa mencapai ratusan ribu rupiah. Woowww … makan sebiji anggur, menikmatinya bisa semenit tuh, sambil mikir “10 rebu nih 1 biji gini”.

Kebayang ngga sih, kalau di Jepang sini dijual es campur / es buah, harganya berapa ya tuh??? 😀 Heheheheee … cepeeeek deeeh … Makan buah aja mahal bener yah … Tapi emangnya ada bedanya gitu rasa buahnya??? Terus cekidotin artikelnyaaa yah 😀

Beli Buah di Jepang, Perbiji, bukan Perkilo

Oya … kenapa dari tadi saya nyebutnya 1 biji, bukan 1 kilo??? Karena kebanyakan disini buah buahan dijual perbiji. Maklum, di Jepang semuanya sangat terstandart (bahkan denger denger telur aja harus di uji kualitas sebelum dia dijual ke pasaran … dan tiap packing, pastilah ukurannya rata rata sama telurnya. Ngga ada tuh ceritanya 1 kardus, telurnya ada yang kecil ada yang besar). Jadi kalau kecil ya kecil semuaaa, kalau besar ya besar semua … dan makanya jangan heran, jika suatu saat anda belanja, telur dengan merek yang sama, harganya hari ini bisa aja berbeda dengan kemarin.

Kadaluarsa??? Bukaaan!!! Tapi mungkin hari ini ayamnya lagi males, jadi telurnya pada kecil kecil … Lalu besok ayamnya lagi mood, jadi telurnya gede gede … besok lagi ayamnya lagi ngambek, keluarnya telur yang ukuran sedeng … jadi disini semua dijual memang berdasar kualitas. Jika kualitas memang tak bagus ya secara jujur dijual lebih murah dan begitulah seterusnya. So … aku senang belanja di Jepang, yaitu karena tak ada rasa takut dibohongi .. dan harga betul betul sesuai kualitas. Semakin mahal harganya, udah pasti kualitasnya lebih bagus dan jika itu adalah makanan, rasanya pasti lebih enak.

Yup … jadi mau pilih yang mana ajah, asal harganya sama, pasti tuh buah memiliki berat dan rasa yang semua nyaris sama. Paling jika beda ya beda beda tipis manis asam dan beberapa gram aja. Jadi kasirnya ngitungnya juga enak ya .. tinggal diitung aja ambil berapa buah, lalu langsung dikalikan harga buahnya.

Oya .. tentu dalam hal ini, buah buahan kecil ngga termasuk yaaaah .. misalnya anggur, blueberry dan buah buah kecil lainnya. hahaha kalau yang itu ya tetep dijual perkilo. Amit amit kalau misalnya beli anggur terus diitung perbiji, mata kasirnya bisa juling karena ngitung bijian anggur 😀

Buah di Jepang VS Indonesia

Secara jujur … seharusnya Indonesia tak kalah dengan Jepang. Sayang sungguh disayang, di Indonesia beberapa perkebunan tampaknya prinsip ekonomi dan kuantitas lebih dimajukan daripada kualitas. Andai di andai, Orang Indonesia mau fokus profesional seperti orang Jepang, pastilah hasil yang dituai juga tak kalah manis. Barang yang dipanen pun bisa dijual dengan harga yang lebih elit.

Saya lihat, disekitar tempat tinggal saya Nagano Jepang sini, dimana banyak sekali terdapat perkebunan buah. Semua kebun dirawat dengan sangat detail, teliti dan penuh kasih sayang. Hebatnya, jika itu adalah perkebunan kecil, kebun tersebut dirawat sendiri oleh sang pemilik. Dan jika itu kebun besar, memang mereka tentunya menggunakan pekerja, tapiiiii sang pemilik tak lepas tangan begitu saja. Ia juga adalah seseorang yang paham betul tentang bercocok tanam, sehingga hasil yang dipanen kemudian adalah buah dengan rasa yang unggul.

Padahal secara geografis, Indonesia memiliki varietas buah yang lebih bermacam macam dengan kondisi tanah yang subur pula. Tapi entah mengapa, lihatlah … nyaris semua petani dan pekebun, lebih suka membiarkan tanamannya ‘dijaga’ oleh pestisida. Tak seperti di Jepang daerah tempat saya tinggal sini, mereka menjaga tanaman mereka pagi hingga sore dan dengan rajin membersihkan kebun dari hama secara manual. Oyaa .. bahkan mereka juga menggunakan pupuk organik loh sepertinya … Ini sih perkiraan saya yaa .. soalnya pernah beberapa kali lewat perkebunan dan ada aroma khas pupuk organik hiihihihiii … bau kotoran hewan maksudnya … Hasilnya??? Tentu buah yang bebas pestisida dan lebih segar, gurih dan pokoke enak dah

Rasa Buah Buahan di Jepang

Nashi (Pir Jepang)

Buah Pir Jepang yang namanya Nashi ini adalah Buah Favoritku dan suami. Rasanya sungguh berbeda dengan Pir yang beredar banyak di Indonesia. Buah Pir ini memiliki kadar air yang sangat banyaaaak dan sangat kreeeess ketika digigit. Rasanya pun manis yang sangat segar, apalagi ketika buah ini dikonsumsi dalam keadaan dingin dimusim panas membara seperti sekarang ini, astagaaaaa!!! Jika di Indonesia, rasanya seperti sedang memakan semangka yang matang asli dari pohon (jiahahahaa kayak pernah makan semangka langsung dari pohon ajah akunya 😀 ) … Pokoknya seger pisan euy yang namanya Nashi ini. Jauh kualitasnya jika dibanding Pir di Indonesia yang seharga berapa pun. Soalnya yaaa inilah keistimewaan dari Pir Jepang ini, kadar airnya itu loooh .. ngga nahan .. Alhasil, meski lagi bokek akhir bulan, kita masih sempet sempetnya maksain beli buah ini untuk pelega tenggorokan 😀 Oyaaa perbedaan fisiknya dibanding buah pir ala barat atau china juga ada loh … buah Pir Jepang ini memiliki bentuk tubuh seperti doraemon alias bulat dan kulitnya kasar.

Momo (Peach)

Momo atau buah peach ini juga menjadi kecintaanku dan suami. Lagi lagi, buah momo ini juga memiliki cita rasa tersendiri dibanding buah peach dari negara lain. Momo yang ditanam di Jepang ini memiliki rasa manis yang lembuuuuttt sekali. Ngga asem. terus dagingnya sangat lembut dan segar. Sayaaang, kita jarang beli ini buah, soalnya harganya 3 kali lipat dibanding si Nishi 😀 So … makan si Momo ini paling kalau habis gajian ajah hahahaa jadi kalau lagi pengen yang seger seger di saat tanggal tua, ya udah belinya si Nishi aja, daripada kena KanKer toh 😀

Ringo (Apple)

Ini bukan Agus Ringo si artis itu ya hehee… ringo adalah bahasa Jepangnya apel atau dalam spel inggris ala Jepangnya Appuru. Apel Jepang ini memiliki keunggulan dibanding apel dari negara lain. Jiaaahhh kenapa lagi lagi unggul ya??? Soalnya belum pernah saya makan apel seenak ini sebelumnya. Apel Jepang memiliki tipikal daging yang mudah sekali digigit. Tapi meski empuk, empuknya itu bukan seperti kapas kayak apel apel mahal di Indonesia. Apel disini empuknya itu ketika digigit berasa banget ‘kreeesss’ nyaa … mirip dengan si Nishi, cuma bedanya apel ini airnya ngga sebanyak si Nishi. Dan jika anda ingin menikmati apel Jepang yang bener bener tulen enaknya, makanlah apel yang ditanam saat musim salju. Breeewww apel nya tak cuma berwarna merah menggiurkan, tapi juga manisnya lebih berlipat lipat daripada apel musim panas.

Mikan (Jeruk)

Mikan adalah bahasa Jepangnya untuk buah jeruk. Jeruk rekomendasi untuk dibeli sih jeruk yang kecil kecil yaaa .. yang jeruk mandarin gitu. Terus yang warnanya orange dengan tekstur kasar, bukan yang masih kuning dan mulus licin. Ssssttt buat yang ngga suka asem, pliiiss deh jangan beli jeruk seperti yang aku foto ini. Beberapa kali beli dengan warna yang beda beda mulai dari merah sampai yang kuning, semuanyaaa asyeeeeeeeeeeemmmmm!!! Biasanya jeruk ini dipakai untuk campuran dessert kayaknya. Soalnya kalau diolah menjadi pudding, rasanya jadi lumayan lebih enak hehehee … Tapi untuk jeruk mandarinnya, yaaaaa enak 😀 Harganya juga beda sih … jeruk mandarin yang imut imut 6 biji kecilnya itu harganya mencapai 70ribu rupiah. Hmmm kalau di Indonesia udah dapet 40 – 50 biji kayaknya. (Itu loh, jeruk yang kalau disupermarket ukurannya kecil kecil). Supernya, disini, jeruknya ngga pakai biji, jadi makannya ngga pakai susah.

Melon (Merong)

Sebetulnya nama Merong itu adalah katakana untuk melon. Ya orang Jepang kan ngga bisa bilang ‘L” dan susah untuk mengakhiri kata dengan nada ‘N’ (N dibaca NG) … Jadi, melon, ya dibaca Merong 😀 Aje gile aduhai … Melon disini “SUPER” kalau kata om Mario Teguh. Gimana ngga super???? Harga memang tak berbohong, yang saya makan selalu ada Melon dengan kualitas biasa seharga 80ribu rupiah. Rasa manisnya sungguh tanpa cacat!!! Dagingnya juga nggak lembek, alias padat. Airnya segar dan lebih banyak dibanding melon melon yang pernah saya makan di Indonesia. GGgrrrrr ini baru melon yang kualitas biasa yaaaaa … hiks gimana tuh rasanya melon yang harganya 1 juta rupiah perbuahnya …. Mauuuuuu!!!! Siapa mau kasih aku kado Melon seharga 1 jutaaa??? 😀

Pelajaran dari Buah Buahan Jepang

Yupppp .. ngomongin buah buahan di Jepang .. seyakin yakinnya nggak ada habisnya. Ribuan pujianpun ngga akan habis untuk di katakan. Jepang oh Jepang,… setelah menyerah akibat Bom Atom dan tak boleh lagi memiliki tentara perang, Ia berubah sungguh menakjubkan. Semua serba diutamakan kualitas. Ia maju karena kualitas. Dan tentunya mereka juga tau, bahwa kualitas Sumber Daya Manusia yang unggul itu tercipta mula mula karena baiknya gizi yang tersuplay pada janin dan bertumbuh menjadi orang dewasa yang pintar, cekatan, kuat dan sehat.

Buah buahan yang sehat tanpa campur tangan pestisida dan uji kualitas yang terstandar sebelum hasil panen tersebut sampai ketangan konsumen. Belum pula kejujuran pihak supermarket untuk tidak menjual buah secara sembarangan (buah yang sudah tidak segar selalu diletakkan di rak diskonan dengan harga jauh dibawah buah yang masih fresh) pun mereka tak pernah menjual buah kualitas rendah dengan harga mahal. Disini terlihat tak ada tengkulak yang bermain dan menindas petani. Bahkan bisa dikata, dikota tempat aku tinggal, orang orang kaya di dominasi oleh petani dan pekebun.

Dan meski mahal harganya .. tapi masyarakat mampu membeli .. Mengapa??? Karena roda perekonomian berputar. Kebijakan pemerintah menjadikan seluruh elemen masyarakat bisa bekerja dan terlindungi hak haknya dari kecurangan dan penindasan. Tak ada yang namanya petani ditindas. Tak ada namanya harga pupuk di main mainkan. Tak ada namanya tengkulak main kasih harga sembarangan. Dan tertanam dalam diri mereka untuk lebih mencintai produksi dalam negeri. Narsis terhadap produk dalam negeri inilah yang membuat roda perekonomian berputar sangat cepat. Dari desa ke kota .. dari pengrajin sampai ke pemilik toko dan perusahaan, semua kebagian jatah ekonomi.

Duuuh dari buah kok jadi nglantur kesini yaaah hahaha … tapi yaitulah .. buah yang sehat dan dikonsumsi setiap hari, paling tidak menurut hemat saya juga turut memberikan kontribusi menjadikan manusia Jepang memiliki ketahanan tubuh dan keenceran otak yang tak perlu diragukan lagi 😀 Hahhaaaaa … Jadiiii … istilah kanker disini ya tentunya untuk kita kita pekerja dari Indonesia yang kesini tujuannya untuk cari duit. Alih alih tabungannya menumpuk, yang ada tiap hariiii tergiur untuk makan buah (mumpung di Jepang .. kapan lagi di Indonesia bisa makan buah seenak ini) … kantong kering dah pulang pulang 😀 hahahaa …

Penulis : Catur Guna Yuyun Angkadjaja – Nagano Jepang

Sumber foto untuk nashi *buah pir – diambil dari :

http://www.bfeedme.com/my-hearts-belongs-to-the-nashi-asian-pear/

dan : http://nhk-lovers.blogspot.com/2011/03/buah-buahan-di-jepang-1.html

Foto foto lainnya adalah dokumentasi wisataseru.com




%d bloggers like this: