Berwisata ke Bekas Kerajaan Sumedang Larang

Siapa bilang Sumedang cuma punya Tahu yang asli nagihin banget!!! 😀 pengen mode on* … Karena Kota Sumedang juga punya banyak situs sejarah yang layak sangat untuk dikunjungi. Mengapa??? Tentunya karena Sumedang dulunya adalah sebuah Kerajaan Besar yang Pemimpin Pemimpinnya banyak menorehkan banyak prestasi untuk kemakmuran rakyatnya. Hebohnya lagi, peninggalan peninggalan kerajaan itu pun masih tertata rapi dalam sebuah museum yang di wakafkan … jadi ngga boleh ada perpindahan tangan terhadap barang tersebut. Ini juga merupakan salah satu bukti hebatnya pemimpin di Sumedang dalam menjaga sejarah kotanya.

Jalan Jalan ke Sumedang

Pada tahun 2010 kemarin, saya berkesempatan untuk berwisata ke Sumedang … hahaha udah pasti tujuan pertama ada Tahu Bungkeng. Namun setelah itu mulailah saya bergerilya bertanya tinyi tentang wisata di Sumedang pada pihak hotel yang kuinapi …

1. Museum Prabu Geusan

tampak depan museum - dulu juga menjadi area tempat tinggal bupati di masa kolonial belanda

Waaah ternyata dekat hotel menginap, dekat sekali … terdapat museum yang menceritakan tentang jejak sejarah Sumedang. Ternyata dulunya, kota kecil yang di Jepit Bandung dan Garut ini dulunya adalah sebuah kerajaan besar bernama Sumedang Larang. Disebut sebut ia menguasai hampir seluruh daerah Jawa Barat  bahkan sampai ke Depok.

Yaa .. untuk cerita dari segede itu mengapa mengerucut jadi sepetak kota yang tak terlalu luas, ada kisahnya dibuku yang aku beli di museum tersebut … tapiiii kok ya panjang untuk dibaca hehehee … jadi lebih baik cerita tentang apa yang kulihat aja deh …

Jujur 😀 inilah pertama kalinya saya terpukau pada sebuah museum!!! Sungguh bagus sekali .. selain memiliki cerita dan sejarah yang lengkap dan detail, barang barang yang di pajang di museum semuanya asli dan nyaris lengkap utuh dan tidak rusak apalagi di makan rayap.

Wewww .. seperti benar benar sedang kembali ke masa lalu. Oya, yang bikin mata sumringah itu adalah ketika kita masuk ke sebuah ruangan yang mana di dalamnya terdapat barang barang berharga milik kerajaan. Mulai dari mahkota dan perhiasan emas milik kerajaan dan keris keris bersejarah yang digunakan oleh tokoh tokoh kerajaan, hingga peralatan peralatan makan yang terbuat dari perak dengan sentuhan desain eropa yang unik cantik.

ruangan yang dipenuhi benda berharga terbuat dari logam, mulai dari mahkota emas hingga keris kerajaan dan juga perlengkapan makan dari perak

Barang barang tersebut sungguh sangat mewah dan benar benar seperti yang ada di film film. Mahkotanya indah sekali … perhiasan perhiasan seperti yang diletakkan dilengan dll .. bener bener indah ukirannya …

Bagaimana ya kok bisa benda benda ini masih dalam keadaan kinclong dan terawat sekali??? Oooww ternyata setiap akan datang Hari Maulud Nabi Muhammad SAW, seluruh pusaka yang berjumlah 7.621 benda ini, disucikan. Breeewww saking banyaknya, untuk menyucikan dibutuhkan waktu 10 – 11 harian.

Oya, benda benda yang disucikan tersebut bukan hanya keris, gamelan dan benda benda logam lainnya, tapi juga termasuk kereta Kencana Naga Paksi yang mana kereta ini tidak ditarik oleh kuda, tapi oleh manusia. Katanya sih ini sebagai simbol bahwa pemimpin Sumedang Larang memang dipilih oleh rakyat dan dicinta rakyat. Bukan terpilih semata mata karena kekuasaan saja.

Yuuukk .. jika ke sumedang, pliiisss jangan dilupakan mampir ke Museum yang mengagumkan ini. Oya dimuseum ini juga kerap diadakan pelatihan pelatihan seni dan budaya. Ketika saya kesana, sempet ikutan juga nyobain belajar tarian khas daerah sana. Heheheee …

2. Cadas Pangeran

Hm .. kalau ini sih sebetulnya bukan suatu tempat wisata yach, tapi suatu tempat yang menyimpan sejarah dan cerita betapa pemimpin Sumedang berani melawan perintah koloni Belanda demi kelangsungan hidup rakyatnya.

(huaaaa maaf sebetulnya di garis ini aku mau menampilkan foto lukisan pangeran dan daendels di cadas pangeran dimana pangeran menodongkan keris ke daendels -lukisan ini ada di dalam museum … tapiii apa daya fotonya ternyata tertinggal di komputer di rumah di banyumas … aduh maaf jadi ngga tertampil deh)

Siapa yang tak kenal Gubernur Jenderal William Daendels yang terkenal dengan proyek pembangunan kerja paksa jalan pos antara Anyer hingga Banyuwangi tersebut??? Dimana dalam pembangunan jalur tersebut ribuan nyawa penduduk pulau Jawa banyak bergelimpangan. Yaaa … Sumedang ternyata juga masuk dalam lintasan proyek tersebut dan medan yang harus dibangun tersebut adalah kawasan yang sekarang disebut cadas pangeran itu.

Doooeeenng!!! Melihat sudah jadinya aja kebayang medan yang sangat sulit yach, apalagi dulu waktu masih gunung gunung berundak dan harus dibuat menjadi jalanan yang rata begini .. hmmm pantas disini juga terdapat banyak rakyat jadi korban.

Hingga waktu yang ditentukan, ternyata jalanan tersebut belum selesai. Yaaaa tentu sangat susah untuk meratakan gunung cadas dengan peralatan yang seadanya. Kemudian Daendels datang memantau dan memerintahkan Pangeran Kusumadinata (Bupati saat itu) yang akhirnya sekarang dikenal sebagai Pangeran Kornel untuk mengerahkan rakyat lebih banyak lagi dan bekerja lebih keras lagi.

Namun Pangeran Kornel yang tak tega melihat rakyatnya menderita dan banyak menjadi korban keganasan gunung cadas tersebut, langsung memberikan perlawanan. Namun caranya halus, yaitu ketika Daendels menyodorkan tangan kanannya untuk mengajak bersalaman, Pangeran Kornel justru menyambutnya dengan tangan kiri dan tangan kanannya memegang keris Nagasastra (keris ini juga tersimpan utuh dan kinclong di museum prabu geusan).

Sikap Pangeran ini membuat Dandels marah awalnya. Namun dengan pembawaanya yang karismatik, Pangeran Kornel berhasil menjelaskan mengapa ia bersikap demikian dan Daendels pun berbalik sikap menjadi kagum pada sang Pangeran yang berani melawannya demi rakyatnya tersebut. Dandels pun kemudian memerintahkan pasukan zeni belanda untuk membantu pembangunan jalan tersebut dan akhirnya jadi pada 12 maret 1812 dan rakyat memberinya nama Cadas Pangeran.

2. Peninggalan Instalasi Militer Hindia Belanda

Sumedang juga memiliki benteng benteng yang digunakan sebagai benteng pertahanan ketika pemerintahan Belanda. Benteng benteng tersebut adalah Benteng Gunung Gadung, Benteng Gunung Palasari, Benteng Gunung Kunci dan juga ada Bendung bernama Bendung Cipeles Ragadiem.

bagian samping benteng

Weeeww …  tapi karena keterbatasan waktu, saya ngga sempet kunjungi semua. Saya cuma datang di Benteng Gunung Kunci, yang lokasinya ngga terlalu jauh dari Hotel juga hehehe … strategis bener nih hotel …

Benteng Gunung Kunci ini dibuat sekitar tahun 1914 – 1917. Di bangun di atas lahan seluas 4,6 hektar di Bebedahan, kelurahan kota kulon, sebelah barat alun alun kota. Jaraknya sekitar 1 km dekat dengan pusat pemerintahan Kabupaten  Sumedang. Yup dari sini kita bisa melihat alun alun Sumedang dengan sangat jelas.

Oya .. kenapa dikasih nama Benteng Gunung Kunci??? Karena ada lambang kunci di pintu masuk benteng tersebut … hahahaa ini hanya asumsi saya .. untuk cerita dibalik kenapa ada lambang kunci saya juga ngga tahu heheee…

Yang jelas, masuk ke dalam benteng ini, saya sempet berdiri bulu kuduknya … wew bukan lantaran ada cerita seram, tapi karena saya takut gelap hahahaa … seperti halnya benteng benteng di kota lain di Indonesia, benteng ini memiliki suasana angker dari segi aroma dan bangunan yang runtuh bin kotor dan sesekali ada becek disana sini… aaaawwww!!!

Tapi cukup luas yach … setelah dihitung hitung (hahahahaaa padahal ya liat buku diktat) luas bangunan ini ternyata 2.600 meter persegi dan ditambah dengan gua dan bunker sekitar 450 meter persegi. Gede yach …. bangunan ini dilengkapi dengan kubah meriam dan senapan mesin.

Bersama penjaga museum yang kuculik untuk mengantar ke gunung kunci 😀

Ceritanya nih, pada masa revolusi fisik dalam rangka mempertahankan kemerdekaan, benteng ini sempat diserang tentara belanda dengan menggunakan pesawat F15 Mustang. Canggih!!! Ngga ada korban loh .. cuma mungkin ini ada beberapa bangunan yang roboh, mungkin karena serangan tersebut yach .. ngga tahu juga .. pokoknya dalam benteng ini ada bagian yang hancur lebur tinggal pilar pilarnya ajah.

Oyaa … jalanan menuju ke Benteng ini, masih alami hutan gitu … dan dikasih jalur oleh pemerintah setempat sehingga kawasan ini banyak dijadikan warga untuk tempat lari pagi atau sore … yaaa segar udaranya …

4. Curug Sindulang

Terus terang aku kok agak lupa yach nama curug yang aku datangi itu .. tapi kayaknya bener namanya curug sindulang. Yang jelas lokasinya jauh banget dari hotel tempat aku menginap, sekitar 40menitan kali. Kayaknya itu juga udah nyaris keluar kota kalau ngga salah.

curug sindulang yang indah jika benar benar dikelola dengan baik

Sejujurnya, curug tersebut indah … tapi, sayang … sangat tidak terawat. Banyak gubuk gubuk usang nemplok di sudut sudut lokasi … hiks kata penduduk sih, itu adalah gubuk mesum … yaaa aku sih berharap aku dibohongi atas fakta tersebut … soalnya kasian banget tempat yang harusnya indah ini harus dikotori dengan gubuk mesum yang kalau mendingan dikelola sekalian jadi pondok pondok yang agak bagusan gitu yach .. jadi biar mau mesum juga ngga merusak pemandangan …

Terus … kekecewaan ke dua adalah tidak adanya kantin!!!! aje gileeeee kita kesini belum makan cuiiii .. lapaaaarrr!!! Abis dari Gunung Kunci kita langsung kemari karena mikir di tempat wisata pasti ada dong kantin meski kecil kecilan … Tapiiii Gile kantin mie instan aja ngga ada looohhhhh …. padahal di papan petunjuk ada tulisan kafetaria .. letaknya di ujung dunia di atas sono .. demi lapar yang melanda, kudaki batu batuan yang menanjak ke atas tersebut untuk sebuah nasi bungkus yang akan menghangatkan badan … ternyata setelah 20 menit berjuang naik keatas, TUTUP!!! Dong dong dong… ternyata kafetaria tersebut cuma buka saat ramai pengunjung saja hiks ..

Sambil tetap berusaha menikmati wisata ini … kuperhatikan sekeliling … ternyata disana ada taman bermain untuk anak anak .. tuh kan sebetulnya udah tertata rapi loh tempat wisata ini, sayang ngga dikelola dengan baik … soalnya tuh permainan anak anak juga udah pada karatan hiks … ya ampuuuuunnnn mbok ya tempat wisata negeriku yang indah ini dikelola lebih baik yach .. moga moga nanti kapan kalau kesana lagi, kondisinya udah lebih baik 😀

perjalanan menuju ke benteng gunung kunci

Berakhirlah wisataku di Sumedang

Curug ini menjadi akhir dari perjalanan wisataku di Sumedang … karena selanjutnya yang terjadi hanyalah wisata kuliner hihiiii … lagi lagi mampir ke Tahu Bungkeng dan lalu makan di Rumah Makan Joglo yang keren abis … wooowww … nice Sumedang … rindu untuk kesini lagi menikmati makanan makanannya yang enaaaak …

penulis : catur guna yuyun angkadjaja … wisataseru.com




%d bloggers like this: