Romantisnya … Berlibur ke Pulau ‘Sampah’ – Odaiba Jepang (Seri 30 Jam di Tokyo)

Males banget dah judulnya … hahahaa … Pulau Sampah kok Romantis πŸ˜€ Tapi sungguh saya tidak bohong dengan judul yang saya ketik di atas. Berbeda dengan Indonesia yang memiliki banyak pulau namun banyak yang gak ke urus, di Jepang saking kekurangan daratan, dibuatlah pulau yang berpondasikan urukan sampah dan tanah. Hasilnya??? Sebuah pulau yang sering disebut sebut pulau paling Romantis dan Modern di Jepang.

Sejarah Odaiba (Ups lebih tepatnya, tentang Odaiba)

Kawasan Odaiba terletak di Minato-ku, dekat dengan pelabuhan Tokyo. Dimana kira kira 150an tahun silam, kota ini merupakan benteng pertahanan Jepang dalam menghadapi serangan pasukan asing. Pada tahun 1930an, Odaiba mulai di tata dengan aneka taman indah yang teruuus dipugar sampai saat ini. Kemudian pada tahun 1980an, dilakukanlah pembangunan besar besaran di kawasan sini sehingga menjadi salah satu daerah penting di Jepang. Disini terdapat pusat bisnis dan wisata. Namun sayang, tahun 1990 terjadi gelembung ekonomi yang mengakibatkan odaiba di tinggalkan banyak orang dan menjadi kawasan sepi.

Tapi … bukan Jepang namanya kalau ngga cepat bergerak. Dalam hitungan tahun, Odaiba kembali bergeliat dan lihatlah … Odaiba menjadi salah satu kawasan wisata penting di Jepang. Sebuah wilayah yang disebut sebut sangat romantis dan bahkan orang Jepang sendiri sangat terobsesi untuk datang ke tempat ini. Kenapa saya bisa berkata demikian? Karena anak Bos suami saya (orang Jepang) sangat terobsesi untuk datang ke wilayah ini. Ketika saya bercerita baru saja datang ke Odaiba, dia dengan antusias mendengarkan cerita saya, apa saja yang saya lakukan dan lihat disana. Pun dengan teman saya yang tinggal di Jepang, dia berkali kali datang ke Odaiba tapi tidak pernah bosan. Juga sahabat saya yang menikah dengan orang Jepang, suaminya sampe bela belain jauh jauh ke Odaiba cuma untuk mengajak makan Ice Cream sahabat saya tersebut.

Hm … dan kepergian saya sendiri ke Odaiba kali ini, adalah berkat kebaikan Teh Ika, sahabat suami saya di Tokyo, yang rela menyisihkan seharian waktunya untuk menemani saya jalan jalan. Sementara suami bekerja di kawasan Nishi Koyama, teh Ika dan saya jalan jalan hihihi. Yup … perjalanan di mulai dari Staisiun Kereta Nishi Koyama menuju ke Stasiun Meguro (biaya 120 yen). Keluar kereta dan berganti kereta menuju ke arah Stasiun Simbashi dengan terlebih dahulu beli tiket seharga 160yen. Dari Simbashi, kami berganti kereta lagi dengan jalur yang bernama Yurikamone Line dengan tujuan Odaiba, dengan tiket seharga 310 yen.

Jadi total biaya perjalanan dari Nishi Koyama menuju ke Odaiba adalah 590 yen one way. Perjalanan ini sendiri kira kira memakan waktu 30 menit kali yach hahaha.. (maaf ngga ngitung, keasyikan lihat pemandangan kota sih – kalau salah ya maap hohoo). Oya … Yurikamone Line ini adalah jalur monorail modern. Dimana keretanya ngga punya masinis πŸ˜€ semua serba robotik alias komputerisasi. Canggih yach … Jepun getoooo …

Alasan Mengapa Odaiba cepat Bangkit dari keterpurukan ekonomi

Jiaaahh … aku udah kayak peneliti aje … hahaha … secara ini hanyalah wisataseru, jadiii ya pendapat pendapat hanya sebatas selayang pandang tanpa penelitian. Jadi, soal salah benarnya, jangan terlalu dimasukkan dalam hati yach. Namun, menurutku, Odaiba dapat cepat bangkit dari ‘kesepian’ ekonomi adalah karena pemerintah yang bergerak secepat kilat dalam membangun kegiatan wisata di kota ini.

Bayangkan … 1 wilayah bernama Odaiba ini, bagi saya benar benar laksana sebuah Mall supermegah superbesar dengan atap alam. Yup .. sekali berhenti di kota ini, anda dan keluarga bisa berpencar sesuka hati memilih lokasi yang disuka masing masing. Karena tempat ini memang menyediakan berbagai hiburan dan arena belanja bagi tua muda, pria dan wanita.

Untuk Pria : Aneka Pameran teknologi dan Toyota Mega Web, Panasonic Center dan Tokyo Big sight

Bagi para pria penggemar otomotif, disini nyaris selalu ada kegiatan pameran, seperti ketika saya berada disana, sedang ada pameran sepeda tipe mutakhir. Aje gile tuh sepeda, ban-nya tipis banget dan kok plontos bahkan terkesan kaya besi. hooossss … kayaknya harganya mencapai puluhan juta juta juta ehehehee …

Pada pameran ini pun, terdapat beberapa atraksi. Seperti atraksi mencoba sepeda atau atraksi mengayuh sepeda, dimana tenaga kayuhan kita disambungkan pada mesin penggerus ice. Para peserta atraksi, kemudian boleh menikmati ice hasil serutan mereka dengan sirup yang mereka suka. Es Oguro namanya.

Kalau pun ngga sedang ada pameran, Jangan kuatir!!! Disini ada Toyota Mega Web. Buka jam 11 siang sampai jam 9 malam. Gedung bernama merek mobil ini sejatinya adalah showroom Toyota yang memamerkan produk produk terbaru Toyota. Baik produk mobil maupun aksesoris. Tapi keunikan dari showroom raksasa ini bukan hanya sekedar pamer mobil yang itu itu aja, melainkan bagi pemegang lisense mengendarai, dia boleh test drive dan juga disini terdapat museum mobil mobil dari tahun ke tahun.

Seperti halnya Toyota Mega Web, Panasonic Center juga adalah showroom milik Panasonic yang memamerkan aneka produk terbaru mereka, seperti kamera, TV, komputer, Nintendo, home appliances dan lain. Sedangkan Tokyo Big Sight adalah sebuah tempat yang biasanya digunakan untuk pameran pameran akbar.

Bagi yang Lagi Pacaran dan Pencari Udara Segar : Ada Jembatan Pelangi (Rainbow Bridge)

Jembatan ini adalah penghubung Odaiba dengan daratan Tokyo. Kerennya … Pada satu jembatan yang indah ini, terdapat jalan tol, jalur kereta api, jalan biasa, bahkan trotoar bagi pejalan kaki (Lagi lagi Jepang menciptakan sesuatu yang fantastik). Saking multifungsi dan arsitekturnya yang menawan, jembatan ini juga kemudian menjadi simbol dari Odaiba. Yaach … berkat jembatan ini pula lah, Odaiba menjadi laris manis dikunjungi wisatawan bak kacang goreng.

Ups … kalau kesininya di malam hari … suasana romantisnya makin terbangun ajah hehehe soalnya ada lampu gemerlap gemerlip di sepanjang jembatan dan jugaaaa … ada replika patung liberty yang berdiri kokoh … horaaa serasa ada di negeri Paman Sam ajah … Yaa .. sungguh tak sedikit orang yang rela membuang uang untuk transport kemari, hanya sekedar untuk menikmati indahnya Jembatan Pelangi ini. Pengelolaan wisata yang luar biasa. Mau mendatangkan wisatawan, ya memang perlu modal yang tak sedikit untuk mempercantik kota. Ya nggaaak πŸ˜€ Toh, hasilnya sungguh mencengangkan … urukan sampah bisa menjadi kota wisata yang menawan.

Oya .. disekitar jembatan ini disediakan pula tempat nongkrong yang banyak tersedia bangku bangku bagi mereka yang lelah atau ingin ngobrol ngalor ngidul. Serunya lagi … disekitar tempat tongkrongan, banyaaaak sekali tanaman tanaman indah, alias taman buatan yang sangat menyejukkan suasana. Jadi sambil nongkrong, menikmati semilir angin dan mencium aroma harum bunga di taman, juga memandang indahnya kolaborasi jembatan, perariran yang sering dilewati kapal pesiar wisata dan gendung pencakar langit … pluuusss semua ini gratis dan tenang tanpa berisik suara, “Sayang anak sayang anak .. cuma 5000 rupiah”.

Beretikanya lagi … heran .. di Jepang meski banyak sekali kerumunan orang, tapi jarang terdengar suara orang berteriak teriak … paling hanya sayup terdengar suara tawa anak anak kecil dan burung berkicau di taman. Endaaaang!!! Super etikanya lagi … ngga ada sampah boooo di sekitar taman ini, bersih!!!. Padahal, ngga ada satpam loh .. juga bahkan nyari tempat sampah di sekitar sini, bukan perkara gampang loh … lalu??? Yaaa orang Jepang memiliki kebiasaan membawa kantung kresek kecil di tasnya .. jadi tiap habis ngemil atau ngelap keringet pake tisue, sampahnya dimasukkan di kantong kresek tersebut dan dimasukkan kembali dalam tas mereka kemudian baru akan dibuang ketika bertemu tong sampah di kombini atau supermarket atau bahkan dibuang baru ketika sampai dirumah.

Penggemar Artis : Ada Fuji TV

Bagi para penggemar dunia pertelevisian, disini juga ada stasiun televisi terkenal Jepang, bernama Fuji TV. Yang menghebohkan dari Fuji TV ini adalah desainnya yang modern abis dengan bangunan bulat di tengah tengah gedung. Jiaaahhh … cantik banget yach tuh gedung di lihatnya. Ngga cuma terlihat megah tapi juga saya sampe serasa berada di dalam film Doraemon edisi Millenium (saat itu saya melihat film doraemon ketika SD – skrg saya udah berusia 28 tahun, dimana doraemon memperlihatkan cerita tentang dunia masa depan dengan gedung gedung yang unik dan modern) – ternyata sekarang saya melihatnya di Odaiba.

Oya … Fuji TV ini tidak terlalu eksklusif seperti pertelevisian di Indonesia, dimana pintu masuk di jaga ketat oleh serangkaian satpam. Disini semua orang, asing dan penduduk lokal, boleh masuk dan melihat llihat bagian dalam Fuji TV. Bahkan bisa berfoto foto seolah sedang berada di studio TV. Tapiiii ummm.. tentunya tak semua lantai dan semua bagian bisa dimasuki. Ada beberapa lantai dan bagian yang hanya boleh dimasuki oleh mereka pemegang ID Card aslia karyawan. Nah .. jika beruntung, di area Fuji TV sini, kita akan dapat bertemu dengan artis artis dan news anchor terkenal Jepang.

Bagi Wanita : Ada banyak shopping Mall

Salah satu shopping Mall yang saya kunjungi adalah Aquacity Odaiba yang letaknya persis disebelah FujiTV. Um .. tapi kalau ke Jepang jangan kaget yach … yang disebut Mall itu adalah bangunan kecil kecil hehee.. alias ngga semewah Mall Mall di Jakarta. Tapi .. bagian dalam Mall dijual beraneka macam fashion yang cakep cakep. Mulai dari sepatu, baju, tas dan aksesoris dengan desain cute dan tentunya mode terkini Jepang.

Bagi para wanita penggila jalan, tentunya Mall mall di Jepang, bisa menjadi petaka bagi kantung hahahaa.. karena memang barang barangnya keren dan asli keren, tapi harganya juga keren keren hehehe… Jadi kalau mau jalan, minta bimbingan suami aja dah hahahaa…Β  biar ada yang ngerem isi dompet πŸ˜€

Oya .. di Aquacity sini, juga ada restaurant Indonesia bernama Surabaya restaurant. Masakannya enak … untuk lebih lanjut cerita tentang surabaya restaurant, bisa baca di artikel sebelum ini, atau klik disini.

Selain Aquacity, masih banyak mall lainnya. Ada pula Mall mahal bergaya eropa, namanya Venus Fort. Hm … disebut sebut Mall ini sangat indah karena benar benar di desain bak sedang di Eropa. Tapiiii jiaaah keterbatasan waktu pula lah yang membuat saya dan mbak Ika ngga sempet kesana. hehehe ya udah ngga papa, lain kali yach … mall ini buka dari jam 11 siang ampe jam 9 malam.

Melihat Gunung Fuji dari Telecom Center

Telecom Center adalah gedung indah lainnya, selain FujiTV di Odaiba sini. Dengan model yang nyentrik, ternyata gedung ini bukan hanya indah tapi juga bisa melihat ‘keindahan’ bagian Jepang lainnya. Sayang saya ngga sampe kesana, tapiii disebut sebut sih dari atas gedung ini, jika cuaca sedang bagus, kita bisa melihat indahnya Tokyo, bahkan juga dengan latar Gunung Fuji yang ciamik.

Untuk Anak Anak : Ada banyak museum dan Taman bermain

Taman bermain yang terkenal disini dengan bianglala yang berukuran besar adalah Ferris Wheel. Dari bianglala super jumbo ini kita bisa melihat Tokyo Bay dan Odaiba secara keseluruhan. Jika berminat, jam bermain bianglala ini adalah jam 10 pagi ampe 10 malam dan bisa mencapai jam 12 malam jika liburan. Sekali naik, 15 menit lamanya. Tapiiii ngga tau deh soal harga hehee, soalnya saya ngga naik sih.

Buat pecinta olah raga bowling, tennis meja dan kegiatan lain seperti karaoke dan sejenisnya, juga ada tempat bernama Leisureland. Hm .. lagi lagi saya juga belum kesini hehehe maklum waktu terbatas dan ternyata tak cukup hanya sehari untuk memutari odaiba. Hal lain yang belum saya kunjungi juga adalah museum maritim dan museum masa depan yang katanya kereeen banget. Terutama museum masa depannya. Duuhhhh jadi pengen kesanaaaaa πŸ˜€

Penutupan

Jiaaahhh hahhaa kayak makalah aja pake penutupan. Hehehee.. yaa intinya semoga perjalanan hari ini, bisa menjadi cerita yang berguna bagi pembaca wisataseru πŸ™‚ dan juga sebagai wujud doa saya, supaya kelak Indonesia bisa maju dalam bidang wisata. Indonesia yang indah, seharusnya bisa lebih mendatangkan banyak fulus bagi negara. Sayang .. terlalu banyak tempat indah dan berpotensi wisata di Indonesia yang dibiarkan terbengkalai. Bangkit Indonesiaku!!!

Penulis : Catur Guna Yuyun Angkadjaja, Odaiba Jepang

Untuk info hotel di Jepang : Klik disini




2 comments

  • mbak thanks for sharing about Odaiba. sy rncn ksna jam 3 siang sampai malam krn paginya rncn mw ke harajuku sekitarrnya dulu.
    apakah cukup wktu utk eksplore tempat2 di odaiba jika sy tiba di lokasi jam 3 siang? thx

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: