Pengalaman Naik Bus, Taxi dan Kereta di Jepang

suasana stasiun kita nagano … komputer = mesin tiket

Perjalanan ke Tokyo hari ini, adalah pengalaman pertama saya pergi ke Ibu Kota Jepang. Jadi, lumayan berseri seri nih, “Kayak apa yach wajah Ibu Kota Jepang???? Apakah seperti Ibu Kota di Tanah Airku tercinta, Jakarta???” … Yuk mari kita baca lebih lanjut kisah perjalananku ke Tokyo yang hanya 30 jam ini di wisataseru.com, dimulai dari cerita tentang pengalaman naik Kereta, Bus dan Taxi.

Perjalanan dari Kita Nagano Eki ke Nagano Eki (tempat perhentian terakhir kereta cepat shinkansen)

Dari apartemen, saya menuju ke stasiun dalam kota terdekat, yaitu Kita Nagano Eki (Kita = Utara, Nagano = Nama Kota dan Eki = Stasiun Kereta Api). Pusing saya, gimana niih cara beli tiketnya, soalnya saya berangkat sendirian nih, suami sudah menunggu di Nagano Eki duluan, yaitu stasiun utama kota Nagano, tempat parkirnya kereta kereta cepat Jepang, Shinkansen.

Berbekal pengalaman yang ‘nol besar’, saya pun nggak berani ngutak ngatik komputer pembelian tiket, hiihi daripada salah beli tiket terus duit melayang, ya sudahlah, saya menuju saja ke loket bagian informasi, “Watashi wa Nagano Eki e Ikimasu, Dou desu ka”, kata saya dengan bahasa Jepang yang belepotan ke Petugasnya (intinya aku mau nanya, “Aku mau ke Stasiun Nagano, gimana caranya”). dan bla bla bla dia jawab dan aku nggak tau dia omong apaan hahaha … jawabanku cuma “wakarimasen wakarimasen” (artinya “Ngga tau ngga tau”) … Akhirnya tuh petugas ngarti juga kalau eke nih bukan orang Jepang yang bisa berbahasa. “Um, 180 yen” kata tuh petugas sambil menunjukkan papan bertuliskan ‘180yen Nagano Eki’ dan dia pun memberi isyarat bahwa dia akan bantu saya untuk mendapatkan tiket. Dan dalam sekejap tiket sudah ada di tangan saya, “Arigatou gozaimashita”.

So .. Ini adalah tips pertama, kalau kita ngga tau caranya beli tiket pakai komputer. Datang aja ke bagian informasi, lalu bertanyalah. Pelayanan di Jepang sungguh luar biasa, mereka akan berusaha untuk membantu anda dan ngga usah pakai uang terima kasih. Oya, Jangan bingung yach kalau di tiket nggak ada jam jamnya alias cuma ada tulisan tanggal saja, karena tiket kereta dalam kotanya tuh sama dengan tiket kereta KRL di Jakarta, yang bisa dipake untuk kereta jam berapa saja, yang penting masih dalam batas tanggal yang tertulis di tiket dan belum dipakai yang pasti.

Nah untuk jam jamnya, silahkan saja liat di papan. Dari Kita Nagano Eki ke Nagano Eki sendiri cuma berjarak 1 stasiun jauhnya, lama perjalanan yaitu 5 menit. Dan hebatnya, kereta sungguh datang dan sampai tujuan tepat waktu.

Cara Beli Tiket Kereta Cepat Shinkansen

mejeng di depan kereta shinkansen

Di beberapa stasiun, terdapat komputer untuk membeli tiket kereta shinkansen sendiri. Tinggal pilih bahasa (kalau gak salah ada 8 bahasa yang bisa dipilih, salah satunya bahasa inggris), lalu pilih menggunakan kereta shinkansen apa, mau pesen tempat duduk atau nggak, ke tujuan mana, tanggal berapa dan untuk berapa orang. Kemudian masukkan uang dan dengan hitungan detik, tiket pun keluar lengkap dengan resinya. Biasanya tiket shinkansen valid untuk 2 hari. Jadi jika hari ini ternyata nggak jadi kepakai, ya besok masih bisa di pakai.

Tiket shinkansen, lumayan mahal, tapi jika anda ingin agak murahan, bisa! Pilihlah yang nggak usah pakai pesan nomor tempat duduk. Jadi kita bisa milih kursi sesuka hati. Selisih harganya disebut sebut sih lumayan. Nah untuk anda yang nggak mesen nomor tempat duduk, duduknya di gerbong nomor 1 – 5. Sementara Gerbong 5 keatas adalah untuk mereka yang memesan tempat duduk.

Tapi karena di Nagano ngga ada komputer tersebut, pembelian masih di lakukan secara manual, yaitu dengan cara beli tiket di tiket office yang letaknya persis di depan tourism information. Harga tiket Shinkansen dari Nagano Eki ke Meguro Eki adalah 14.920 yen untuk 2 orang one way  (1 yen sekitar 107 rupiah, jadi jika dirupiahkan, harga tiket tersebut sekitar 1,5 juta rupiah untuk 2 orang sekali jalan). Meguro sendiri adalah nama salah satu wilayah di Tokyo. Yaaa .. kalau di Jakarta gitu kan ada kawasan Pasar Minggu, Kuningan, Sudirman, Ragunan dan lain lain. Nah ini namanya kawasan Meguro. Yaitu suatu wilayah dimana terdapat gedung KBRI dan ada juga sekolah Indonesia, yaitu sekolah untuk anak anak Indonesia yang tinggal di Jepang.

Harga tiket sendiri berbeda beda tergantung jarak. Misalnya ketika pulang, saya bukan dari stasiun Meguro, tapi dari stasiun Akabame, karena jaraknya sedikit lebih dekat, maka harga tiket pun jadi lebih murah, yaitu jika dirupiahkan jadi sekitar 1,3 juta rupiah. Akabame sendiri adalah wilayah kalau di Jakarta itu mirip Senayan, karena di daerah Akabame sini terdapat sport center, dimana beberapa atlit kelas dunia Jepang di gembleng disini jika mereka akan menghadapi pertandingan Internasional. Di tempat ini juga ada asrama untuk para atlit tersebut. Asramanya dilihat dari luar, kereeen cui.

Cerita tentang Shinkansen

kereta yang cukup nyaman, kaki bisa bergerak bebas alias nggak terlalu sempit

Shinkansen, biasa disebut kereta peluru. Ngga seperti di Indonesia yang jalur kereta api untuk dalam kota dan luar kota, sami mawon, shinkansen ini memiliki jalur / rel sendiri, bahkan nama shinkansen sendiri sebetulnya merujuk pada rel itu sendiri. Tapi seiiring berjalannya waktu, si kereta akhirnya di panggil juga shinkansen. Jadi selain nggak mengganggu jadwal kereta biasa, juga ngga terganggu oleh keberadaan kereta biasa dalam kota. Kereta cepat Jepang ini bisa meluncur dengan kecepatan 300km perjam… woooww … jadiii, Nagano – Tokyo yang kalau naik mobil/bus harus ditempuh dengan waktu 5 jam, dengan shinkansen cukup ditempuh dalam tempo 1,5 jam saja.

Kehebatan dari kereta cepat Jepang ini, yaitu sejak pertama diluncurkan 40 tahun silam, dia nggak pernah mengalami kecelakaan fatal. Karena kereta ini telah dilengkapi dengan alat pendeteksi bencana yang secara otomatis jika ada bencana, maka kereta akan berhenti sendiri. Kehebatan lainnya, kereta shinkansen, selalu tepat waktu!!! Keterlambatan paling hanya dalam hitungan detik, yaitu 6-18 detik saja. Maka, jika anda berencana menggunakan shinkansen, jangan coba coba untuk terlambat meski hanya 1 detik. Tapi, kalau pun pada akhirnya anda terlambat juga, ya udah nggak usah kuatir, karena jadwal kereta ini cukup banyak. Sekitar 20 menit sekali atau tergantung, coba saja lihat di jadwal hihiiii …

Oya … shinkansen ini kan digadang gadang sebagai sarana transportasi antar kota yang cukup mampu menggantikan posisi pesawat. Maka bagian dalam kereta pun nyaris mirip kondisi pesawat kelas ekonomi Garuda (hmmm bukan ekonomi pesawat selain Garuda yang buset dah jarak antar kursinya mepet banget. Bahkan ada juga pesawat yang saking ekonominya, duduk aja mesti tegak gak gak kayak punggung tentara saat baris berbaris… Hadeh!!! Kalau ekonominya Garuda kan jaraknya masih lebar antar kursi … memang harga tuh nggak bohong 😀 )

Selain kursi yang nyaman, toilet di shinkansen juga sangat bersih dan cukup lebar. Terdapat pula pramugari (hmm atau apa nih istilahnya untuk yang dikereta) yang menjajakan souvenir berkelas seperti layaknya souvenir di pesawat. Dan juga dijual makanan dan minuman. Dan yang paling menyenangkan lagi, sungguh sangat aman suraman. 4 kali menggunakan fasilitas Shinkansen ini, saya dan suami selalu meletakkan tas di samping toilet (terdapat ruang kecil tempat meletakkan barang – tanpa penjaga dan lokasinya ada di samping pintu keluar) dan voilaaaa … tas tersebut selalu dalam kondisi seperti semula dan tak ada sesuatu apapun yang hilang. Hebohnya lagi, bahkan ketika di atas tas tersebut kita letakkan 3 buah raket badminton yang benar benar tanpa pengamanan, raket tersebut masih ada pada tempatnya. Jepang, sungguh benar benar negara dengan kejiwaan warga yang jauh dari keinginan untuk mengambil barang yang bukan miliknya. Hebat yach … saya nggak membayangkan, apa yang akan terjadi jika meletakkan raket Yonex secara sembarang di sebelah pintu keluar kereta di Indonesia. Jiaaaahhhh!!!

Oyaaa … lupa, Tadi saya dan suami kan pesan tiketnya dari Nagano ke Meguro. Nah, tapi bukan berarti kereta akan berhenti tepat di stasiun Meguro loh. Karena istilahnya, saya dari Surabaya hendak menuju Ke Jakarta dengan Tujuan wilayah Pasar Minggu. Nah begitu pula dengan ini, saya dari Nagano hendak menuju ke Tokyo dengan tujuan wilayah Meguro. Maka kereta antar kota tidak mungkin ikut campur dengan tujuan wilayah dalam kota.

suasana stasiun Tokyo, luas sekali dengan banyak kios kios penjual makanan enak enak

Seperti ilustrasi di Indonesia, dari Surabaya, kereta pasti berhenti di Gambir. Nah jika saya ingin ke Pasar Minggu, maka begitu kereta sampai di gambir, saya harus keluar dari kereta semula dan menuju ke kereta dalam kota dengan tujuan pasar minggu. Begitu pula dengan ini, dari Nagano, shinkansen berhenti di stasiun terakhir, yaitu Tokyo Eki. Setelah itu kami harus keluar dari shinkansen dan menuju ke arah kereta dalam kota. Disini meguro ada di line Yamanote. Maka kami harus berjalan menuju ke yamanote line dan menunggu kereta datang, setelah itu naik dan sampailah kita di Meguro.

Oya, ini juga salah satu kecanggihan Jepang. Jika di Indonesia kita nggak bisa beli tiket dari surabaya – jakarta – pasar minggu sekaligus (alias ketika sampai gambir harus keluar dulu baru antri beli tiket dalam kota lagi), maka di Jepang, kita bisa sekaligus beli tiket dalam kota. Sehingga keluar dari shinkansen, kita ngga perlu jauh jauh keluar dan mengantri untuk beli tiket ke wilayah tujuan kita. Uumm … gimana cara beli tiket dalam kota???

Menggunakan Kereta Dalam Kota di Jepang

Kereta Dalam kota Jepang

Di Jepang, tidak ada kartu khusus untuk pengguna kereta seperti di Hongkong atau Singapore yang bisa sekaligus digunakan untuk naik bis atau bahkan untuk masuk ke lokasi wisata. Di Jepang, sistem tiketnya nyaris sama seperti di Jakarta, cuma lebih canggih, yaitu semua serba komputer dan touch screen alias nggak pake petugas. Kalau kita ingin beli tiket, yang pertama yang harus kita perhatikan adalah : 1. Kita berada di stasiun apa dan ingin menuju ke stasiun mana. (Hohoooo… akhirnya setelah pengalaman di Kita Nagano, saya pun diajarin suami, menggunakan komputer untuk beli tiket)

Contoh, saya saat itu berada di Meguro Eki dan hendak menuju ke Nishi Koyama. Maka saya harus melihat ke Peta yang disediakan. Di Peta tersebut, dibawah nama Kota ditulis juga angka dengan embel embel ‘Yen’. Ini maksudnya adalah harga. Jadi jika tertulis Nishi Koyama 120 yen. Berarti kita tinggal memasukkan koin senilai 120 yen dan pencet tulisan 120 yen yang tertera di komputer touch screen tersebut. Nggak pake lama, tiket pun keluar dari mesin dan sudah bisa digunakan.

Bagimana kalau nggak punya uang pas??? Jangan kuatir!!! Karena anda bisa membayar dengan uang lembaran, misal harga tiket 120 dan anda hanya punya uang lembaran 1000 yen. Maka masukkan saja uang lembaran tersebut dan tekan tulisan sesuai harga tiket, alhasil yang keluar dari mesin nggak hanya tiket, namun uang kembalian anda juga akan keluar sesuai dengan jumlah semestinya.

Mudah sekali bukan 🙂 yang susah … hanyaa… hahaha beberapa stasiun tidak menyediakan tulisan romanji pada petanya, alias nama kota hanya ditulis dengan tulisan kanji… et daaah … kalau udah begini, ya udah nanya orang aja, berhubung bahasa jepang saya oke banget (hahahahaaaa) jadi asal ngomong aja,  “Ano, summimasen, Meguro (nama kota) wa ikura desu ka” … artinya, “Maaf, Meguro harganya berapa yach” … hahaha tau dah, bahasanya bener kagak, yang penting kan tuh orang ngerti maksud kita. Setelah dikasih tau, “aah, 120 yen” … ucapkan saja, “ah, arigatou gizaimashita”.

Lalu bagaimana jika tujuan kita ternyata ngga ada di jalur kereta kita??? Yup, itu artinya anda harus transfer kereta untuk bisa mencapai tujuan terakhir. Misalnya, saat itu saya berada di Nishi Koyama hendak menuju ke Daiba. Ini membutuhkan beberapa kali transfer kereta. Dari Nishi Koyama, kita harus menuju Meguro dengan harga tiket 120 yen. Setelah itu keluar kereta dan beli tiket lagi ke tujuan Simbashi dengan harga 160 yen. Kemudian, sampai di Simbashi, kita harus keluar lagi, karena harus ganti kereta dengan tujuan Daiba, seharga 310 yen. Jadi total harga tiket dari Nishi Koyama ke Daiba adalah 590 yen sekali jalan.

Oya … sekedar informasi, seperti shinkansen, kereta dalam kota disini juga sangat tepat waktu. Tapi nggak usah kuatir kalau ketinggalan kereta, karena armada berjumlah cukup banyak. Di beberapa jam tertentu ada yang hanya 20 menit sekali, namun di jam jam tertentu pula ada yang datang tiap 5 menit bahkan tiap 1 menit sekali. Yaa … jadi jangan heran, meski jumlah penduduk Jepang sangat banyak, tapi nggak ada penumpang yang nekat sampai naik atap hahaha … soalnya selain semua serba tertutup sehingga tidak memberi celah penumpang untuk bisa naik ke atap, frekuensi kedatangan kereta juga cepat dan tepat waktu.

Ahaaa … masih ada info lagi. Setelah kita beli tiket, gimana cara menggunakannya??? Setelah tiket ada ditangan, carilah papan petunjuk yang bertuliskan arah kota yang hendak anda tuju. Kemudian masukkan tiket anda ke mesin yang juga berfungsi sebagai pintu masuk menuju koridor, tapiii jangan ditinggal. karena tiket tersebut akan otomatis keluar lagi dengan stampel dan lubang kecil sebagai tanda anda sudah masuk ke jalur kereta pemberangkatan.

Simpan tiket tersebut. Tiket tersebut nantinya akan menjadi tiket untuk anda bisa keluar dari stasiun. Yaa .. jika tiket anda hilang, anda nggak bisa keluar atau dengan kata lain, harus beli lagi dengan harga yang sama untuk bisa keluar stasiun. Eheeem … kalau anda kebabalas atau indonesianya, kelewatan stasiun, mungkin karena kebanyakan ngobrol atau ketiduran, jangan panik. Anda tinggal turun saja dari kereta dan meenyebrang menuju ke kereta arah sebaliknya. Tinggal naik saja dan kemudian turun ketempat tujuan anda.

Alat transportasi umum selain Kereta

Taxi mah … mahal ajah euy …

Disini alat transportasi utamanya memang kereta. Jadi ngga ada ojek, ngga ada becak, ngga ada angkot. Adanya hanya kereta, bus dan taxi. Meski terlihat mudah, tapi naik bus juga nggak semudah yang kita kira. Karena tujuan tujuan juga hanya tujuan tujuan tertentu yang kita harus transfer transfer juga + ngga bisa berhenti disembarang tempat, alias harus naik dan turun hanya di halte yang telah disediakan.

Oya, kalau anda ingin mencoba naik bis… Jangan lupa!!! ketika anda naik bis, langsung ambil nomor yach. Nomor ini bukan nomor kursi, melainkan nomor halte tempat dimana anda pertama kali naik. Nah nanti membayarnya, kita tinggal lihat dibagian atas sopir, disana ada nomor nomor halte lengkap dengan harganya. Jika nomor yang kita dapat tadi adalah 10, maka ketika kita turun, kita lihat saja harga yang tertulis dibawah nomor 10 tersebut. Itulah harga yang harus kita bayar ketika turun dari bis.

Cara bayarnya gimana??? Masukkan uang pas, lengkap dengan kertas nomor yang kita dapat ketika naik tadi, ke dalam kotak mesin pembayaran disamping sopir. Jika kita tidak punya uang pas, kita bisa tuker uang di kotak sebelah kotak pembayaran tadi. Misal, kita nggak punya uang 10 yen an, maka masukkan saja uang 100 atau 50 yen ke dalam kotak tersebut. Atau kita tidak punya uang 100 yen, masukkan saja uang 1000 yen ke dalam kotak tersebut, tak lama uang 1000 yen anda akan berubah menjadi 100yen sebanyak 10 koin, dan jika 100 yen akan berubah menjadi sepuluh yen sebanyak 10 koin.

Sebaiknya, jika anda tidak memiliki uang pas, segera lakukan penukaran uang, jauh sebelum anda turun dari bis. Karena bis disini dituntut untuk tepat waktu, maka jika anda terlalu lama membayar, maka bis tersebut akan jalan lagi dan baru akan berhenti di halte berikutnya.

Naik Taxi??? Siap siap aja tekor hoohooo … soalnya mahal booo… ada yang 2 menit pertama 720 yen, ada yang 1,5 menit pertama 710 yen. Itu pun kilometerna mahal cui… Waktu itu naik taxi ngga sampe 7 menit, mesti bayar 15oo yen alias 150ribu rupiah. Lalu naik taxi ngga sampe 20 menit, bayar 300 rebu rupiah. Hadeeeh … puyeng kan … mahal banget. Ngga usah naik taxi dah kalau ngga kepepet banget. Tapi, taxi disini baik. Dia nggak akan muter muterin kita kayak kalau naik taxi di Indonesia. Jarak yang harusnya cuma 5 kilo bisa jadi 10 kilo … hadeh. Disini Pak Taxinya jujur jujur. Udah gitu karena ngga ada kebiasaan ngasi tips di Jepang, maka anda akan diberi kembalian Pas. Bahkan jika ada 1 yen nya pun, 1 yen itu akan diberikan pada anda. Di jamin, pak taxi itu nggak akan keluar alasan “Aduh mbak, ngga ada kembalian nih”.

Penulis : Catur Guna Yuyun Angkadjaja – Nagano Jepang
Booking Hotel di Jepang, Klik Disini.




23 comments

  • kayaknya kalo nominal angka di atas slalu dikalkulasikan dgn rupiah, nggak kebayang dewh mahalnya transport di Jepang.. mungkin biaya hidup di sana juga lebih mahal yah mba yun?? but, so far info dr artikelnya membantu banget. apalagi bagi saya yg cuma bisa ngebayangin Jepang dr mimpi.. heeehee..

  • hehehe iyaaah … kalau di jakarta kan kereta jabodetabek mau dekat atau jauh harganya sama 😀 kalau disini beda beda … makin jauh makin mahal dan harga tiket ke stasiun terdekat adalah minimal 120 yen atau 12ribu .. jadi kalau kita jalurnya ganti ganti kayak aku pas dari meguro mau ke odaiba, yaaaaa mahal :”( iya biaya hidup mahal di jepang … ngeriiii … hehehee gpp kata temen aku, “semua bermula dari mimpi” 😀

  • boleh kasih perkiraan harga makanan di tokyo gak?misalkan,makan mie ayam semangkoknya brp?kl mau murah enaknya nginap di mana di tokyo?tempat wisata apa yg jangan sampai terlewatkan?thankyou banget u.sharingnya…

  • @christine : perkiraan makan sih relatif ya :p … tergantung masuk ke resto mana hehehe … mungkin ada tuh aku tulis juga di artikel soal makanan di tokyo … jadi kalau mau murah masuk sejenis izakaya … atau kalau makan di wartegnya jepang seperti matsuya, yoshinoya dan sukiya juga saeseriya, makanan dijual mulai dari 20ribu rupiah sampe 90 rebu. aku biasa makan yang 30rebuan itu udah ueeenak banget … daging pakai nasi gitu …

    kalau mie ayam??? duh dimana ya beli mie ayam 🙁 adanya soba dan ramen … harganya kalau selama ni sih makan di resto, soba sekitar 70 – 150 rebu rupiah tergantung restonya .. tapi itu udah lengkap ama tempura nya ….

    untuk nginep aku sendiri juga ga tau wakakaka.. secara waktu tu aku juga salah hotel .. ga terlalu bagus tapi mahal buanget /… perorangnya 800 rebu rupiah hadeh … jadi kalau di japun sana ngitungnya bukan perkamar tapi perkepala …

  • mau nanya donk… saya akhir february ini akan ke jepang,,tp msh bingung mslh cara pembelian tiket shinkansen.. saya sempat baca klo tiket hanya bisa dibeli melalui web/luar dr negara jepang sendiri,,apa itu betul?? apa bisa membeli tiket sehari sebelum akan naik shinkanshen?? thx

  • @ratih : bisa kok beli di travel di indonesia … beli lewat inet juga bisa kalau ga salah heheee aku lupa nama webnya, ntar kutanya misua yah … kalau ga salah sih pakai hyperdia atau apa gt yah… beli di lokasi untuk dipakai besoknya juga bisa …

  • halo Mba Catur, April 2012 lalu saya ke jepang tapi urusan kantor, mungkin Oktober/nobember nanti saya mau travel sama keluarga, kira kira kalo nggak pakai rombongan travel maksudnya jalan sendiri mau ke tokyo, hakone, kyoto, osaka bawa2 koper repot nggak atau ada penitipan koper disana. Kalo transpor mendingan beli JR Pass disini ya, tapi kayaknya gak semua kereta bisa pakaai JR Pass ya?

    tq ya

  • @agus : wah aku kurang tau loh soal itu :p cuma kalau bawa koper sih ngga susah kok … karena ada tempat semacam bagasi di deket toilet situ .. dan ngga usah kuatir hilang, di jepang ga ada pencurinya :p aku juga waktu tu koper aku taruh disana … aman aman ajah …

  • Agustus 2012 , saya dan keluarga ke Osaka,Kyoto dan Tokyo. Saya mau tanya tentang prepaid card Suica dan Pasmo, mana yg lebih leluasa penggunaannya ? Thanks

  • bro kan gw nih lagi 3 hri mau ke jepang kalo dari narita ke ibaraki , kira kira brp yah ngabisin duit di transfortasinya .. sebainya naik shinkansen atau bus ??

  • Hi, Mba Catur,
    Akhirnya Saya kesampaian juga ke jepang tgl 9-16 nov lalu, saya ke kyoto, kawaguchiko, Kyoto, Osaka tampa ikut tur bersama keluarga lagi. Ternyata gak terlalu sulit ya untuk naik kereta, bus atau Shinkansen. Bawa koper gede pun gak ribetdi stasiun besar ada koin locker nya. Jadi ketagihan NIH mau ke jepang lagi. O iya November ini musim gugur dingin juga ya, apalagi waktu ke arashiyama dingiinnya top. Ok.

    Salam,

    Agus

  • wahhh jadi kalo bawa koper besar ga ribet yah?emang di setiap stasiun kereta di jepang (subway, jr line,dll) semua ada loker nya yah

  • Mbak mau tanya, lebih enak mana jika di Jepang kita beli tiket kereta atau bus ditempat atau beli Japan Rail Pass? Kalo beli Japan rail pass sebaiknya berapa hari sebelum keberangkatan ke jepang? thanks

  • Jepang memang aman… Waktu itu saya di Okayama (Osaka sono dikit), tas saya berisi laptop ketinggalan di kereta! Langsung sama teman jepang saya stasiun keretanya ditelpon. Stasiun kereta jawab suruh tinggal nomer telpon. Kira-kira sejam, telpon masuk dari stasiun kereta – suruh ambil barang. Sampai sana tas dikasih, dan disuruh periksa apakah ada barang yang hilang… ternyata semua lengkap. Kata petugas stasiun, seorang penumpang memberikan tas tersebut kepada masinis. Dan masinis dengan penuh tanggung jawab memberikannya kepada petugas di stasiun… Hebat!!

  • nambah soal taksi. Waktu itu kami dari Tamano kembali ke Okayama; tidak ada jalur kereta. Satu-satunya cara adalah naik taksi. Karena aergometer terus melonjak, oleh supir argonya dimatikan. Kita tanya kenapa, kata dia nggak enak sudah terlalu mahal, katanya… ohlala…

  • Juli ini saya mau ke jepang. Saya berencana pergi sendiri tidak ikut tour. Kalau saya naik shinkanzen apa ada bagasinya? Koper saya besar. Kami pergi ber 8. Mohon informasinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: