Kuliner di Tokyo – Jepang … (Seri = 30 jam di Tokyo)

buku menu di Izakaya

Jepang, masih masuk dalam wilayah Asia. Jadiii .. soal makanan tentu tak ada masalah. Apalagi, saya tergolong orang yang nggak terlalu suka makanan pedas, yaaa pas banget dah. Karena ketidak-sukaan mayoritas orang Jepang terhadap makanan pedas, lebih parah dari saya. Pedas sedikit aja mereka sudah berekspresi mengkicut, “Karai desu yo” yang artinya “Pedas yaaa”. Nah … di artikel kali ini, saya akan membahas soal makanan makanan yang saya cicip selama 30 jam berada di Tokyo.

IZAKAYA di MEGURO

Atas rekomendasi Pak Iwan dan para sahabat, inilah resto pertama yang kukunjungi di Tokyo. Terus terang, saya tak tahu nama resto yang kami datangi ini, namanya apa. Pasalnya, saya kan ngga ngarti tulisan Kanji 😀 yang jelas resto ini memiliki tanda lentera merah di depan tokonya yang memiliki arti tulisan “Menyediakan Minuman Keras”. Haaahhhh??? Tega teganya mereka merekomendasikan kami untuk makan di tempat penjual minuman keras!!! Ups, tunggu dulu hehehehee ….

Karena ditilik dari sejarahnya, Izakaya ini memang merupakan tempat nongkrong para lelaki untuk minum minuman keras khas Jepang (sake dan kerabatnya) melepas penat setelah seharian bekerja keras. Ya, tipikal bekerja keras dan hidup yang monoton, memang perlu di relaks kan dengan minuman keras, demikianlah kira kira budaya mereka. Sampai akhirnya, para pelanggan Izakaya ini mulai meminta pada pemilik resto untuk menyediakan camilan dan makanan berat sebagai pendamping acara minum minum mereka. Dan karena digunakan sebagai hidangan pendamping, maka makanan dan camilan selalu dijual lebih murah daripada resto biasa … dan pula, untuk menarik orang supaya mau datang minum ke restonya, Izakaya biasanya memiliki hidangan yang lezat lezat bahkan sering lebih lezat daripada resto biasa. Jiaaaahhh sumpeee .. aku seneng sekali dikenalkan dengan resto semodel Izakaya gini. Selain nambah pengetahuan, juga memang rasa masakannya asli uenaaak tenan.

Tahunya krispi banget … dalemnya ternyata tofu, lalu dibanjur dengan saus dan suwiran ikan kering kayaknya

Nah,.. mungkin dari rasa yang enak dan harga yang murah itulah, lantas resto sejenis Izakaya kemudian lantas digemari tak hanya oleh pekerja kantoran yang melepas penat, tapi juga oleh mahasiswa dan keluarga. Karena asli deh ,… makanannya enak enak banget dan sumpeeeh murahnya. Kemarin ke Izakaya di kawasan daerah Meguro, deket hotel menginap, Princess Garden.  Kita berlima dan pesan makanan cukup banyak. Habisnya??? Cuma 5200 yen saja. Harga yang luar biasa untuk rasa enak yang ditawarkan.

Saya memesan tahu yang mirip banget tampilannya sama tahu sumedang. Jadi tuh tahu bagian luarnya krispi bangeeetzzz terus begitu di gigit, woooww yang mencetus adalah tofu yang lembut ajib. Ediaaaaannnn tenan enake poolll poollan!!! Terus diantara rasa gurih si tofu goreng tersebut, terseliplah rasa dan aroma saus yang diberi suwiran ikan kering. Ampuuuunnnn … jadi ngileeer … kalau ngga salah camilan enak buanget ini harganya kalau dirupiahkan ngga sampe 35ribu. Hmm .. tapi yang bikin aku penasaran dari tahu ini adalah “Gimana yach cara ngebuatnya???”. Soalnya tofu itu kan lembut banget. Jangankan digoreng ampe garing begitu, disentuh aja kadang udah hancur. Ckckckckkkk … luar biasa mantab dah pokoknya.

Kemudian suami memesan steak sapi. Steak ini dipotong kecil kecil, jadi bisa langsung sekali makan ngga usah pake iris iris lagi. Sejujurnya, steak ini merupakan hidangan yang paling ‘kurang’ daripada serangkaian makanan yang kita pesan di Izakaya ini, tapiiii se kurang enaknya, steak ini juga masih enak 😀 apalagi harganya juga cuma sekitar 50ribuan doang. Hadeh, dimana coba di Resto Jepang lainnya, makan steak dengan harga 40ribuan selain di resto semacam Izakaya. Itu dibagian tengah ada lobak dengan bawang daun. Rasanya agak asem asem, tapi jika dicampur dengan makan dagingnya yang manis, rasanya jadi pas …

Steak memikat ini harganya tak lebih dari 40ribu rupiah

Makanan Rekomendasi yang nggak Ke Potret di Izakaya

Kemudian pesanan lainnya adalah Nasi Goreng Kepiting!!! Ini rekomendasi banget untuk dipesan. Enak sekali … bumbunya ringan dengan rasa kepiting yang cukup mencolok. Harganya juga nggak jauh jauh dari 50ribuan. Warna nasi gorengnya sih seperti nasi goreng Hong Kong. Hm .. benar benar sedaaap.

Kemudian yang rekomendasi lainnya juga adalah salad dengan topping cumi mentah. Suegeeer tenan. Makanan segar kalau dimakan mentah mentah memang rasanya bisa jauh lebih enak daripada setelah di olah. Cuminya seger gurih kres … Kemudian bercampur dengan saus salad dengan sedikit aroma lemon … hadeeeh jadi ngiler dah.

Dan rekomendasi lainnya lagi adalah hidangan tulang muda ayam yang digoreng tepung (fotonya ada diatas, foto buku menu yang atas sebelah kiri) . Duuh Gusti, enaknya ngga nahan. Selain gurih, hidangan ini juga memiliki aroma mentega yang cukup lembut dan bikin penasaran. Kres banget tulang mudanya.

RESTO ‘SURABAYA’ di AQUA CITY ODAIBA, phone : 3599-5341

Resto ini letaknya di dalam Mall bernama Aqua City di kawasan Odaiba. Mall ini sendiri letaknya persis di depan Stasiun Kereta Daiba dan berada tepat di samping salah satu stasiun televisi terkemuka di Jepang FUJITV. Bahkan pemandangan restaurant ini juga arahnya ke bangunan FUJITV tersebut. (foto gedung FUJITV ada di halaman lain wisataseru).  Surabaya Resto Resto ini menjual menu menu berwajah Indonesia, mulai dari nasi campur, bakso dan aneka hidangan khas Indonesia lainnya.

Kangen di kangen, masuklah saya dan Mbak Ika (sahabat suami di Jepang – Makasih ya mbak mau nemenin jalan jalan) ke resto ala Indonesia ini. Jreeeenggg jreeeng!! Kaget juga saya, karena di dalam isinya orang Jepang semua. Ternyata orang Jepang banyak juga ya yang suka makanan Indonesia. Tapi, meski kanan kiri depan belakang, orang Jepang semua, suasana Indonesia masih tetap berasa. Soalnya pegawai di sini mayoritas orang Indonesia semua hehee.. Jadi kita dilayani dengan bahasa Indonesia. Seneng deh rasanya.

nasi campur surabaya … enak sekali dan porsinya jumbo abis

Oya, di depan kenapa saya bilang makanan ber’wajah’ Indonesia??? Karena memang tampilannya merupakan menu Indonesia, tapi rasa sudah disesuaikan dengan rasa Jepang. Misalnya, saya kan pesan nasi campur komplit dengan dessert. Nah di nasi campur tersebut ada telur, namun tidak di balado atau saus merah, melainkan dibumbu dengan rasa manis sedikit asin. Mengapa tidak dibuat telur berbumbu merah??? Mungkin karena orang Jepang memang tidak suka pedas, jadi hidangan yang tersaji pun dijamin ngga ada yang pedas, kecuali sambal yang disediakan di wadah berbeda.

Kemudian ayam goreng yang tampak, juga memiliki rasa manis yang mbikin penasaran. Sate ayamnya juga berbumbu kacang sangat halus dengan rasa manis yang lembut. Hm … meski semuanya bertitik pada rasa manis, tapi herannya sama sekali ngga ngebuat bosen. Bumbunya enak … heheheee … oya masih ada soto, kuah sotonya ini dibuat dengan rasa yang mirip di Indonesia. Asin segar dengan kaldu asli yang ringan di perut… cukuplah untuk memenuhi harsrat kerinduan pada kampung halaman, Surabaya.

STARBUCKS di SHIMBASHI

Usai jalan jalan di Daiba, Mbak Ika mengajak saya untuk singgah ke Ginza, sebuah tempat yang menjual aneka produk fashion berkelas, seperti LV, Prada, dan luaen laen yang mbuh ngga hafal saya nama nama barang ber-merek hehehee. Dari Odaiba, kita harus naik kereta menuju ke Shimbashi. Berkat ngantuk yang mendera, begitu turun dari kereta, mbak Ika langsung mengajak minum kopi dulu di Starbucks. Hm … ternyata dimana mana starbuck ya tampilannya seperti ini yach. Harga harganya juga nggak beda dengan di Indonesia. Bekisar antara 30 – 50 ribuan pergelasnya.

Mbak Ika dan suasana Starbucks

Cuma ya bedanya mungkin, kalau di Indonesia kopi dengan harga segitu, tergolong mahal dan akhirnya Starbuck menjadi tempat nongkrongnya kaum elit alias agak berduit. Sedangkan di Jepang, dengan harga segitu, yaaa berarti Starbuck disini cuma jadi tempat tongkrongan biasa yang bukan untuk gaya gayaan, “Gue lagi di Starbuck nih”.

Hohohoooo .. dan coba tebak apa yang terjadi ketika pesanan sudah datang???? Salah pesan cuiiiii!!! Maunya beli kopi supaya nggak ngantuk, ternyata yang datang adalah susu coklat. Hahahaha .. alhasil selesai minum, bukannya mata jadi terang, malah justru makin buram. Ngantuk dikasi susu, yaaa udah pikirannya kasur aja dah… hahahahaa ….

ANRAKUTEI di AKABAME

Daging sapi berlemak kesukaan suami

30 jam sudah hampir terakhir, artinya sudah waktunya harus pulang ke Nagano. Mbak Ika kemudian mengantar saya balik ke tempat suami bekerja (hohoooo pria bekerja dan wanita jalan jalan dong … asyiiik).  Sebelum benar benar balik ke Nagano, suami mengajak makan dulu di stasiun kereta Akabame, makan daging di Anrakutei resto.

Anrakutei resto ini ada memiliki banyak cabang di Jepang. Termasuk di Nagano deket dengan apartemen juga ada, dan ini menjadi salah satu resto daging yang cukup sering didatangi suami. Hidangan kesukaan suami adalah daging dengan banyak lemak dan juga lidah sapi. Hadeeeeh … saya sih makan salad udang aja dengan daging berlemak dah,.. ngga tega saya makan lidah. Lidah kok makan lidah hehehee…

Suami sih bilangnya “Enak banget” … tetep aja, pas aku makan rasanya stress sendiri karena membayangkan betapa kasarnya lidah sapi … jiaaahhhh … akhirnya cukup makan segigit dan “Udah, ngga mau”. Oya lupa .. anrakutei ini semacam resto yakiniku. Jadi semuanya serba panggang. Kita memanggang sendiri dan yaaa makan sendiri lah hehee …

Usai makan, mejeng dulu bersama suami 😀

Sausnya disediakan bermacam macam. Ada yang manis, ada yang pedas. Tapiii yaaa pedasnya orang Jepang, sambalnya masih aja manis hehehee … Anrakutei, termasuk resto yang ngga mahal bagi orang Jepang, tapi cukup mahal bagi kita orang perantauan hahahaa …. pesan daging sapi berlemak 1 piring, 1 piring kecil daging sapi tanpa lemak, 1 piring lidah sapi isi 4 dan salad udang, harus dibayar sekitar 800ribu jika dirupiahkan.

Penulis : Catur Guna Yuyun Angkadjaja, Tokyo – Jepang

Untuk info hotel di Jepang : Klik disini




%d bloggers like this: