Kappa Sushi … Pesan Sushi, diantar dengan Shinkansen

Ini dia sushi terenak yang pernah aku makan!!! Dagingnya sangat segar dan terasa dingin, nasinya pulen hangat dan memiliki kombinasi garam dan cuka yang nempeleng di lidah. Harganya pun sangat murah, 105 yen perporsinya. Yen??? Yup, kali ini saya bercerita tentang pengalaman menikmati sushi di negeri sakura, Jepang. Itadakimasu!!!

Perbedaan Sushi di Indonesia dan di Jepang

Jujur sebetulnya sub judul di atas tidaklah sepenuhnya benar dan bisa diterima. Karena di Jepang ini saya baru mencicip sushi di Kappa Sushi yang kebetulan lokasinya dekat dengan tempat saya menginap. Saking dekat dan enaknya, dalam seminggu saya sudah 3 kali makan disana hehehe … mumpung sushinya enak … kalau di Indonesia, saya belum pernah dapat sushi yang seenak ini soalnya.

Apa sih yang membuat sushi di Indonesia dan di Jepang beda??? Menurut saya simpel saja, karena bahan!!! Yup, beras Jepang dan beras Indonesia saja sudah berbeda. Dan karena sumber daya bahan utama untuk sushi adalah nasi, maka jelas sudah 1 faktor sushi di Indonesia mengapa bisa kalah nempeleng, terjawab sudah.

Kedua, adalah kualitas bahan tempelan (ikan, daging, udang atau apapun yang nemplok diatas nasi). Di Jepang, supermarket saja sangat memperhatikan kualitas, dalam sehari daging yang dijual belum laku, besoknya sudah ada tulisan discount 30%. Hm … jika supermarket aja seperti itu, apalagi restaurant??? Yuppp… dan begitulah kenyataan rasa yang kutemukan di Kappa Sushi ini. Dagingnya sangat dan sangat segar. Bisa dibayangkan, daging mentah segar yang disajikan dalam kondisi setengah dingin. Woooww … sampai di lidahnya sangat nyaman dan ketika digigit akan menimbulkan sensasi ‘kreeeessss’ yang membuat mulut terasa ingin terus mengunyah.

Nah … yang ke tiga … adalah masalah ukuran. Pada dasarnya, cara memakan sushi yang benar adalah dengan memakan langsung seluruh bagian sushi (1 sushi untuk sekali makan, bukan untuk 2 atau 3 kali gigit). Di Kappa Sushi sini, ukurannya benar benar pas untuk ukuran mulut (beberapa resto di Indonesia, masih menyajikan sushi dengan ukuran lebih besar sushi daripada mulut pada umumnya … jadi makannya nggak bisa enak karena harus digigit dan kemudian nasi sushi akan rontok).

Terakhir, yang ke empat. Pastinya soal harga. Harga sushi disini murah sekali, hanya 105 yen perporsinya (1 yen = 107 rupiah). Kalau untuk saya, makan 3 porsi sudah cukup kenyang tapi lain perut lain porsi yach … Lihat lah foto saya dengan piring yang banyak tersebut, ada sekitar 12 piring sushi … Oh nooo!!! Bukan saya maruk, tapi sungguh saya cuma habis 3 porsi dan selebihnya adalah suami saya hehehe … Selama di Indonesia dia adalah orang yang anti sushi. Ternyata begitu tinggal di Jepang dan mencicip Kappa Sushi, dia langsung jatuh cinta dan gemar sekali kemari dan sekali makan selalu habis antara 9 – 12 porsi. Oke itulah ke 4 perbedaan sushi yang ada di Indonesia dan Jepang yang pernah saya makan. Sekarang waktunya saya bercerita tentang hidangan favorit saya di Kappa Sushi.

Pesan Sushi – Diantar dengan Shinkansen (Kereta Cepat Jepang)

Kappa sushi sendiri ada beberapa cabang di seluruh Jepang. Mereka adalah salah satu resto yang memiliki ciri khas ‘pelayan’ shinkansen (Kereta cepat Jepang). Woooowww hehehe bukan kereta sungguhan, melainkan kereta mainan shinkansen. Yup, jika datang ke resto ini, anda tinggal duduk dan lalu memesan pesanan melalui komputer yang ada pada tiap meja. Setelah anda memesan, tak lama kemudian pesanan anda tersebut akan datang dengan diantar oleh kereta shinkansen mainan, bukan oleh manusia. Beginilah ceritanya … Kappa Sushi seperti tampak pada foto adalah resto sushi dengan sistem sushi yang berjalan mengelilingi deretan pengunjung, kemudian pengunjung bebas mengambil, ingin sushi yang mana.

Namuuun, jika anda tak sabar menunggu sushi kesayangan anda, anda bisa memesan dengan memencet layar berisikan aneka hidangan yang ada di resto tersebut. Layar/ komputer order ini ada di tiap meja. Cara memesannya, tinggal tentukan pesanan yang anda inginkan pada beberapa jenis sushi bergambar dan anda akan diberi pertanyaan, “Menggunakan wasabi atau tidak”. Kemudian tinggal pencet “order” dan tak lama kemudian sushi pesanan anda akan datang dengan diantar oleh kereta shinkansen mainan. Oya, setelah anda mengambil pesanan anda dari atas shinkansen, silahkan pencet tombol berwarna merah. Tombol ini adalah penanda bahwa pesanan sudah anda ambil dan kereta siap mengatar untuk pelanggan lainnya.

Oya … tapi jika anda lebih ingin sensasi menunggu sushi berjalan juga tak apa apa. Tak usah melakukan order di komputer, tinggal amabil aja sushi dihadapan anda. Untuk sushi yang berjalanย  berputar sendiri, dijamin sama segarnya dengan sushi yang anda pesan lewat layar komputer. Karena tiap 30 menit, sushi yang tidak diambil pelanggan akan langsung dibuang dan diganti dengan yang baru. Dan mencobalah saya, ternyata memang tak ada perbedaan antara yang memesan by layar komputer atau langsung mengambil sushi yang berjalan tersebut. Sama sama segar dan uenak. Oya, jika anda mengambil sendiri di sushi berjalan tersebut, ingatlah, bahwa sushi berpiring merah muda itu artinya sushi tersebut ada wasabinya. Sedangkan sushi yang tak berwasabi adalah sushi dengan piring berwarna kuning.

Sushi Favorit Saya di Kappa Sushi

Terus terang saya tak tahu namanya karena memang tak bisa bahasa Jepang apalagi membaca tulisan yang rumit tersebut. Saya sendiri memesan hanya berdasar gambar dan rekomendasi dari suami. Dan ternyata yang paling enak dari beberapa sushi yang saya coba adalah sushi dengan salmon yang ‘mungkin’ sedikit dipanggang. Woowww … sushi ini enak sekali, berbeda dengan sushi di Indonesia yang biasanya salmon hanya tampil mentah. Disini entah diapakan, yang jelas akibat proses pemasakan tersebut, lemak dari si salmon jadi begitu terasa manis dan gurihnya berlipat ganda.

Sushi favorit ke dua adalah sushi dengan topping jagung bermayonise. Hadeh aje gile ,… sushi yang ini sama seperti sushi salmon di atas yang baru saya ceritakan, pertama makan langsung bikin jatuh cinta. Jagungnya berkolaborasi sungguh cantik dan indah bersama mayonisenya. Begitu di kunyah, air jagung yang manis langsung muncrat memenuhi indera perasa lidah. Enaaak sekali!!! Tak usah dibayangkan anda akan neg dengan manisnya jagung bermayonise, karena manis yang lembut ini akan diredam oleh asin cuka dari nasi dan shoyu. Endang bambang enaknya.

Oya … jika anda kemari juga sebaiknya tak melewatkan hidangan sup. Saya lagi lagi tak tahu namanya, tapi sup ini mudah sekali dicari dan dikenali, karena buku menu disini semua bergambar. Isi dari sup ini sendiri hanyalah udon, tempura dan rumput laut + sedikit taburan daun bawang. Sup ini sangat segar dan sangat cocok dimakan ketika badan letih. Karena berdasar pengalaman 2 kali memesan, seusai makan, badan saya selalu langung terasa segar.

Sedangkan untuk minuman??? Tak usah mengeluarkan kocek terlalu dalam, karena minuman disini, ocha – teh jepang, boleh diminum sebanyak anda suka, dan itu gratis!!! Mau yang dingin? Tinggal ambil di bagian tengah resto, siap tuang. Atau ocha panas??? Kalau yang ini ada di tiap meja. Tiap meja selalu dilengkapi dengan aneka bumbu penunjang hidangan dan ocha bubuk juga air panas dan gelas + sendok untuk menyeduh ocha. Hm ,… gimana gimana??? Semoga informasi Kappa Sushi ini berguna bagi anda yang sedang bepergian ke Jepang.

Alamat Kappa Sushi : untuk lebih lengkap bisa klik di web nya ajah yach http://kappazushi.jp/shop_info/index.php

penulis : Catur Guna Yuyun Angkadjaja, Nagano Jepang
Booking Hotel di Jepang, Klik Disini.




%d bloggers like this: