Espoir!!! Mewujudkan Impian Mencicip Creamy-nya Kue Soes Tradisional

Kue Soes … ini adalah penganan favorit saya semenjak duduk di bangku Taman Kanak Kanak. Saat itu makanan masih banyak yang alami dan pula saya hidup di kota kecil di Tuban Jawa Timur yang tentunya kue kue masih dibuat secara tradisional. Hingga akhirnya saya keluar dari Tuban di usia 12 tahun dan kemudian ketika pulang Tuban, ‘rasa’ kue soes tersebut sudah berubah dari imajinasi.

Hingga suatu hari saya nonton film Zettain Kareshi, dan saya pun tiba tiba membayangkan sebuah kue sus yang memiliki rasa gurih dari kulit soes yang bercampur dengan lembut manisnya kream yang sering tampak mencutat keluar dari `antara` belahan kue. Nyaam dan impian itu terkabul di Espoir!!! Sebuah toko roti rumahan di Nagano Jepang.

Film ini memang secara spesifik tidak bercerita tentang kue soes, namun terdapat bagian bagian film dimana sang pemeran wanita ditokohkan mampu membuat kue soes jadoel dengan rasa yang mirip olahan tangan kakek sang tokoh pria dalam film. Alhasil sang pria tertarik oleh wanita tersebut, sedikit banyak karena `rasa soes` jadoel racikan sang wanita.

Hm … entah mengapa … tapi ketika menonton bagian pembuatan soes tersebut, ingatan saya langsung terkembang kearah masa silam dengan aroma kue soes yang menembus layar televisi. Seolah 3 kali menonton bagian tersebut, saya seperti mampu mencium wangi dan merasakan gurihnya kulit soes tersebut membaur dengan creamy-nya fla di lidah. Sejak saat itu (2010 saya menonton film tersebut), saya begitu terobsesi dengan kue soes kembali dan Yokatta!!! Saya akhirnya dipertemukan dengan `rasa itu` kembali, yakni di Jepang.

Kue Soes yang telah Memikat Hati saya … saking larisnya, dalam 2 jam selalu sudah ludes

Kue Soes merupakan hidangan pencuci mulut yang pertama kali diperkenalkan di Perancis pada tahun 1540 dengan nama choux à la crème. Bentuknya bundar dengan model berputar seperti kubis, plus bagian dalam roti, kempong, alias tak berisi. Kemudian bagian yang kosong ini, diisi dengan fla. Ada yang sengaja fla ditampilkan mencuat keluar, ada yang mendesain flanya tidak terlihat didalam. Ya … kira kira hanya itu sejarah kue soes yang berhasil saya dapatkan dari internet. dan kita kembali soal kue soes yang telah memikat saya di Jepang ini.

Yuppp … meski sejarahnya bermula dari negara barat sana, tapi negara Jepang juga tak bisa dipandang sebelah mata tentang kelezatan kue kuenya, termasuk kue soes yang cukup populer juga saya rasa di Jepang ini. Mengapa saya rasa demikian? Karena di seven elevent, di supermarket supermarket di Jepang, selalu terlihat ada kue soes di pajang di etalase pendingin mereka. Namanya juga terobsesi, saya pun mencicip soes soes di tiap tiap etalase. Tapiiiii … saya belum menemukan yang benar benar dirindu oleh lidah saya. Sampai akhirnya suatu pagi saya pergi ke toko roti langganan suami saya (biasanya kita membeli roti disana saat sore hari dan hari ini saya pergi di pagi hari).

Pagi itu, saya melihat kue soes mungil di pojokan etalase sebelah kasir. Tinggal 2 biji saja dengan tulisan harga 120 yen (saat ini 1 yen sekitar 107 rupiah). “Kore wa hitotsu onegaishimasu”, kata saya pada pelayan cake shop yang rumahan, alias toko rotinya itu berada di lantai 1 sebuah rumah tinggal. Sampai di apartemen, tanpa babibu, saya langsung sikaaat tuh kue soes yang tampilannya nyariiiiss mirip dengan kue soes yang ada di film zettain kareshi. Mungil, agak kecoklatan dan tampil sangat garing. Aromanya??? Jangan ditanya, meski ini adalah kue soes dingin, yang diletakkan dalam frezzer, namun begitu bungkus soes saya buka, aroma harum nan lembut fla langsung menyelusup nikmat di hidung. Hociiiiaaattttt!!!!!!

“OMG!!!! Terima Kasih Tuhaaaan …. finally, saya menemukan rasa itu, rasa yang telah lama ada dalam imaji”. Teriak saya dalam hati. Kue Soes ini benar benar original seperti rasa yang selama ini selalu saya rindu. Kulitnya garing gurih dengan fla yang creamy abis!!! Cream soes yang biasanya manis dengan aroma vanila yang keterlaluan, disini tampil sangat sederhana tanpa terlalu banyak aroma tapi manisnya langsung mencengkeram seluruh dinding mulut dan mematikan seluruh indera perasa di lidah. Yang berfungsi seketika itu juga hanyalah indera perasa manis. Kawaii so!!!

Oya … meski basah, namun kulit soes ini cukup garing dan sangat renyah, apalagi ketika gigi kita menyentuh kacang almond yang turut memperindah rasa. Yup,… bisa kita lihat di bagian kulit soes ini, terdapat benjolan benjolan tak rata, itulah si almond. Alhasil, bisa dibayangkan sensasi memakan soes ini. Percampuran yang sempurna di lidah antara garing garing basah sang kulit, bercampur dengan gurih kacang almond dengan aroma yang lembutnya khas … masih pula ditambah lembutnya creamy fla-nya yang benar benar meleleh di mulut. Akibat frezer pula, fla ini terasa dingin dilidah. Woooww …

Luar biasanya, kondisi letih lesu yang aku alami saat itu setelah seharian melakukan pekerjaan rumah tangga dan menepis hawa panas yang menggila di Jepang, hilang sudah. 2 hari kemudian, saya kembali ke toko tersebut dengan maksud untuk membeli soes, … ups kali ini saya harus kecewa, karena toko yang di depannya tertulis tutup pukul 7 malam, ternyata pada jam 5.30 sore sudah tutup, dengan alasan seluruh kue sudah habis terjual… hiks …

Keesokan harinya saya kesana lagi lebih pagi, pukul 3 sore … dan hiks lagi lagi saya harus pulang dengan kecewa, “Kue Soes biasanya habis 2 jam setelah toko dibuka. Maaf, lain kali anda bisa datang sebelum jam 12 siang, mungkin kuenya masih ada” … Ciaaaatttt!!!! saking enaknya, kue soes ini hanya bertahan tak lebih dari 2 jam ditoko lantas udah ludes diburu pelanggan… hmmmm …

Tapi … daijoubu (artinya: tak apa-apa) …. toko ini tak hanya menjual kue soes, melainkan juga aneka macam kue yang lezat lainnya … dan tentunya akan saya bahas di artikel yang lain lagi hehehe karena kue kue disini tak hanya tampilannya aja yang bakal bikin anda ngiler, tapi rasanya juga layak untuk dapat 4 jempol … enak maaaaakkkkk!!! besoknya??? saya tak menyerah dan datang lagi pukul 10 pagi … alhasil keranjang soes penuuuh …!!! Asyiiikkkk ….

Oya, karena ini merupakan toko roti rumahan, disini biasanya orang cuma datang membeli dan pergi, alias tidak makan ditempat. Tapi jika anda mau, mungkin bisa, karena saya melihat di area belakang rumah, ada taman dengan 1 set kursi taman yang cantik sekali … nama toko roti yang lokasinya berada di rumah ini, mungkin juga namanya Espoir. hehee … maaf maklum nggak bisa bahasa Jepang dan berhubung cuma bisa baca katakana dan hiragana, ya yang bisa kubaca cuma katakana yang bertuliskan Esupowaru, dimana mungkin ini artinya espoir yang merupakan bahasa Prancis, artinya harapan. ESPOIR!!! akhirnya harapanku memakan kue soes yang sesuai imaji, tercapai sudah … arigatou ne espoir …

Alamat Toko Roti Espoir : hihiii berhubung nggak tau bahasanya, ni saya fotoin kartu namanya … yang jelas ia ada dikawasan nagano shi nagano ken Jepang. Jika anda berada di Jepang, silahkan print kartu nama berisi alamat ini dan tunjukkan pada warga sekitar.

Penulis : Catur Guna Yuyun Angkadjaja

Booking Hotel di Jepang, Klik Disini.

rumah berwarna coklat agak orange itulah cake shop nya – foto diambil dari jendela apartemen




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: