Jiaaaahhh!!! Aku salah sangka …. dari jauh tulisan itu memang terbaca “Sushi Miyabi”… ternyata setelah diperhatikan lagi, BUKAN!!! Ia adalah Sushi Miya81. Hohohooo … itu pula-lah mengapa saya bikin judul ada ‘ups…’ nya 😀 Karena saya juga telah sejenak tertepuuu .. tapi tak apalah, akibat tertepu, akhirnya malam itu saya dapat menikmati sushi dengan harga murah dan pelayanan ramah. Rasapun??? Cukup memuaskan ….
Mengapa Sushi Miya81 ???
Hohooo .. saya tahu resto sushi miya81, berkat senior saya, mbak gawie, yang selalu aja ketemu tempat tempat makan baru dan enak di Jakarta. “Yun, sudah pernah makan di sushi miyabi belum??? Itu loh yang di daerah Blok M”. “Belum mbak Gawi”. “Ya udah besok sore habis dari ultah si kecil, kita totok aura di dian kenanga, terus abis gitu makan di sushi miyabi itu yaaa”. “Sip deh mbak gawiii, cu tommorow” … begitulah BB singkat kita yang direalisasikan keesokan harinya.
Usai totok aura di Dian Kenanga di kawasan pejaten, saya, mbak gawie dan teman satu lagi, devi, langsung meluncur ke kawasan ahmad dahlan jakarta selatan. Sambil tengak tengok kanan kiri mencari sesosok tulisan ‘Sushi Miyabi’… “Itu diaaaaa!!!” teriak saya nggak pake ngotot tentunya, soalnya kan di dalam mobil hehehe… “Loh, ini sushi Miya81, bukan miyabi” kata saya kepada manager resto yang rajin amat keliling meja, “Iya … bukan Miyabi. Soalnya kalau pake nama Miyabi takutnya nanti di protes, soalnya kan sudah ada resto yang pake nama Miyabi di Amerika dan Singapore sana” … “Owwww terus kenapa maksa pake nama Miya81?” … “Um,… ya kan nama itu fenomenal dan bisa jadi pelesetan” … xixixixixixiii tau dong pelesetannya apa :p
Lalu, mbak gawie bertanya, “Ini resto udah 3 bulanan ya”, “ow ngga baru 4 hari kok” … ????????? Haaaah? baru 4 hari??? Bukannya di twitter sudah ramai diperbincangkan sejak berbulan bulan lalu???? oooww ternyata itu hanyalah trik usaha dengan menggunakan kecanggihan teknologi … jadi, resto belum jadi masih dalam konsep, tapi sudah di tweet seolah resto itu sudah ada. Dan karena yang ngetweet adalah artis yang notabene pemilik resto ini, jadinya yaa beritanya menyebar secepat kilat. Yayayaaa … teknologi memang jika digunakan dengan benar, akan berdampak sangat positif terhadap usaha … buktinya??? Baru 4 hari buka, lumayan rame nih warung.

Soal rasa si Miyabi … ups Miya81
Rasa itu cenderung relatif ya … jika makanan enak tapi tempat tidak mendukung, ‘rasa yang enak juga menjadi tak terlalu spesial’. Sedangkan rasa yang kurang tapi jika tempatnya menunjang, maka ‘rasa’ akan naik kelas. Dan jika masakan dan tempat berkolaborasi dengan pas, maka lidah pun akan bergoyang seolah kita sedang bahagia karena mendapat anugerah kelezatan.
Dan yoiii … inilah gabungan yang nikmat dari Miya81: Pertama, tempat yang nyaman untuk nongkrong bareng teman (lokasi yang strategis dengan kondisi di pojokan jalan, kursi dan meja yang pas untuk posisi ngobrol dan makan, pencahayaan yang tak terlalu terang namun juga tak remang, dengan lampu lampu merah yang mana warna merah secara nggak sadar sangat mempengaruhi gairah orang untuk makan dan terus makan).
Kedua, pelayanan yang cepat dan ramah. Meski lumayan rame, tapi ternyata pesanan kami cukup cepat sampai di hadapan. Dan ketika pelayan salah menyajikan hidangan (padahal sudah kami makan), meski ngga diganti dengan pesanan kami yang benar, tapi permintaan maafnya cukup membuat kami senang. Apalagi ternyata pesanan yang salah yang sudah kami makan itu, enak 😀 Jadi ya sudahlah hehehee …
Dan ketiga yang terpenting juga adalah, harganya yang cukup pas untuk kantong kami. Harga sushi disini sekitar 14ribu – 21ribu rupiah perporsi. Sedangkan makanan lain, seperti sup, burger … dimulai dari 6rebu rupiah saja perporsinya. Lumayaaan kan … buar ganjel perut dan dompet gak bocor. Sedangkan minuman termurahnya adalah ocha si teh Jepang dengan harga 3000 rupiah.
Waktu kesana sendiri, saya memesan Tomasiro Dragon Roll… Dragon Roll memang merupakan sushi kesukaan saya, karena di dalamnya terdapat kolaborasi rasa manis dari alpukat, unagi (belut) dan crunchy-nya tempura kemudian ditabur dengan saus teriyaki yang biasanya sudah dimodif oleh chef. Disini sendiri dragon roll nya diberi irisan cabe rawit yang diletakkan di luar sushi. Dan soal rasa, cukup oke untuk harga 21rebu perporsinya (isi 6 iris).

Sedangkan Mbak gawie memesan Ori Baked California roll. Wow .. menurut saya ini rekomen banget untuk anda pesan … menu ini adalah yang paling enak menurut kami bertiga, mbak gawie, devi dan saya. Sushi yang ditabur dengan baked scallop. Meski tampil berwarna agak merah, ternyata ia manis. Nyuuummmiiii sekali. Harganya sendiri adalah 21 rebu per 6 potong sushinya.
Selain itu kami juga memesan 2 hidangan lain … Oya dan untuk ocha-nya sendiri … ya tak usah berharap anda akan mendapat ocha yang bagaimana geto … namanya juga 3000 rupiah boleh isi ulang 😀 Dan 1 hal yang agak kurang sih … “Sushi-nya belum ada menu salmonnya!!!” … hoooooo padahal salmon adalah kegemaran kami bertiga ini … tapi ya sudah lah kami sudah kenyang dan merasakan nikmat makan disini … dan tentunya kami akan kembali untuk menikmati sushi ini jika ke Jakarta lagi. Tentunya dengan harapan, “Sudah ada hidangan salmonnya!!!!” 😀
Alamat Sushi Miya81. Jl. Haji Ahmad Dahlan no 21 Kebayoran Baru Jak Sel (Dpan SMU Lab School Kebayoran) – 02191569691
Penulis : Catur Guna Yuyun Angkadjaja, Jakarta Indonesia

Leave a Reply