(sudah tutup) Kini Makan Iga Bakar cukup Pakai Sendok, hanya di Iga Bakar Maknyuusss

Iga Bakar … Hm,.. mendengar namanya sudah terbayang kelezatannya. Berhubung sekarang saya tinggal di Purwokerto, sebuah kota damai di Jawa Tengah, yaaa … akhirnya berjumpa dengan teman yang ternyata baruuuu saja buka warung makan berjudul Iga Bakar Maknyusss … Hebatnya, kawan kawan baru saya ini sebetulnya adalah para pengusaha muda Purwokerto yang aslinya memiliki latar belakang nol soal kuliner. Tapi,…. pada hari ke 7 pembukaan warung, saya mampir dan sangat terkejut!!! Apa pasal??? Warungnya rameeeee buanget!!!

Keunggulan Iga Bakar Maknyusss

Melihat warung yang ramai sekali bahkan beberapa orang terlihat mengantri, jiwa kuliner saya pun semakin menggebu tak sabar untuk segera mencari tau, “Apa sih yang membuat warung ini ramai?”. Dan akhirnya kutemukan beberapa alasannya.

Soal Rasa. Bumbu yang diracik sendiri oleh Bunda Ika (salah satu pemilik warung ini) memiliki selera yang Purwokerto sekali, yaitu manis namun ada selingan panas dan gurih rempah. Ya,… jawa tengah memang lidahnya condong ke manis, namun di Purwokerto, manis tak melulu harus manis mutlak, melainkan harus ada gurihnya. Hal ini pulalah yang membuat lidah warga Purwokerto terasa lebih cocok pada Bumbu Iga Bunda Ika daripada beberapa resto Iga lainnya disini yang cenderung hanya manis yang ditonjolkan.

Seperti yang disebutkan salah seorang pelanggan, Reni, yang ternyata sudah 3 kali kemari (padahal ni warung baru buka 7 hari),  “Iganya empuk banget, nih lihat di iris pakai sendok aja sudah rontok dagingnya. Terus terutama bumbunya, manisnya itu pas, nggak bikin neg. Ini baru seleranya Purwokerto, manis tapi ada gurihnya”. Tampaknya Reni memang tak berbohong, karena saya perhatikan, ia menggunakan kawat gigi dan tampaknya sama sekali tidak ribet ketika menyantap iga yang biasanya identik dengan alot atau keras.

Begitu saya coba … wow iya, dagingnya memang super empuk. Bahkan menurut saya ini terlalu empuk untuk disebut Iga. Memotong dagingnya, sungguh tak perlu menggunakan pisau. Ketika saya tanya pada Bunda Ika, “Ngga ada rahasia sih ya. Cuma Iga kita pilih daging yang terbaik dan di presto selama 1 jam. Kalau soal bumbu, yaaaa ini resep sehari hari dirumah yang mana kan saya dan suami kan asli Purwokerto, jadi ya mungkin seleranya kebetulan sama dengan warga Purwokerto lainnya”.

Ya,… jika anda ingin merasakan Iga Bakar Purwokerto, mungkin anda mesti mampir kesini. Karena rasa yang ditawarkan memang otentik resep keluarga yang jauh berbeda dengan rasa bumbu di tempat lain.

Harga Murah!!! Kehebohan lain yang membuat warung ini ramai banget, menurut saya selain rasa yang pas dan daging yang empuk, juga karena harga yang murah banget. Bayangkan dengan Rp. 10.000,- kita sudah bisa menikmati Iga bakar lengkap dengan nasi putihnya. Jika mau daging yang lebih besar dikit 150 gram, kita pun cukup membayar Rp. 15.000,- itu sudah termasuk nasi putih!!! Wow,… luar biasakan?

“Kebetulan kita memang pedagang daging sapi. Jadi selain bisa memilih daging yang terbaik juga harganya jatuhnya bisa dijual lebih murah dari tempat lain”, begitulah sebut Mas Joko, suami Bunda Ika yang luar biasa pekerja keras. Pagi sampai malam berjualan Iga dan subuhnya sudah dipasar untuk jualan daging sapi.

Suasana yang Nyaman

Suasana yang ditawarkan cukup menarik. Jika anda datang ke Purwokerto, anda akan mendapati udara yang cukup bersih dan sejuk dimalam hari. So, menurut saya, warung yang dibuat terbuka ini memberikan nilai plus. Apalagi, warung ini tampak terang benderang dibanding suasana disekitarnya yang tampak redup (jika anda perhatikan Purwokerto memang tipikal kota yang minim pencahayaan). Jadi dengan cahaya yang terang, resto tampak sangat eyecatching dan bersih.

Pelayanan yang Ramah. Buat saya, pelayanan adalah hal nomor 1 mengapa saya dan mungkin juga anda, mau kembali ke rumah makan tertentu. Disini, pelayanannya sangat kekeluargaan. Ya, … karena ditilik dari sejarah berdirinya yang berasal dari hobi nongkrong pemiliknya (Bunda Ika dan suaminya Mas Joko dan temannya Mbak Ambar dan suaminya Mas Runi) dan kemudian terpikir, “Mengapa kita tiap hari cuma kumpul kumpul gini aja seperti kurang bermanfaat ya??? Gimana kalau kita buat tempat yang tiap hari bisa ketemu dan menghasilkan?”.

Jadilah resto Iga Bakar Maknyusss. Ya, karena dilandasi hobi, maka warung ini lantas dikelola sendiri oleh mereka. Dimana mana saya rasakan, resto yang pemiliknya terjun sendiri melayani pelanggan, akan tampak lebih welcome. Dan inilah yang terjadi disini. Para pengusaha muda yang tak canggung jadi pelayan di restonya sendiri ini, mungkin menjadi alasan pelengkap mengapa warung ini ramai.

Alamat : Iga Bakar Maknyusss. Jl. HR Bunyamin no 71 Purwokerto Jawa Tengah. 0281 7625422




%d bloggers like this: