Serunya Jika Pecinta Teh Ngumpul – @ Tea House ‘Cawan’ Mangga Dua Square

Luar Biasa!!! Inilah kesan pertama saya terhadap komunitas pecinta teh di Jakarta yang diprakarsai oleh Bu Ratna yang cantik jelita. Bagaimana tidak??? Saya yang awam ini, disambut dengan sangat ramah oleh seluruh anggota komunitas Pecinta Teh ini. Mereka begitu antusias untuk saling berbagi pengalaman tentang teh satu dengan yang lain.

———– Berbicara dikit tentang Komunitas Pecinta teh

Komunitas ini di prakarsai oleh Bu Ratna Somantri. Dari wajahnya, kita bisa melihat dengan benar, “Inilah khasiat teh”. Wow, kulitnya bagus bersinar dengan tubuh yang langsing sehat. Bu Ratna ini sudah sekitar 5 tahun belakangan mempelajari ‘Teh’ secara khusus di Malaysia. Ia mengaku tertarik untuk mempelajari teh, karena ternyata banyak filosofi dan budaya pada secangkir teh. Untuk menyebarkan virus cinta teh yang ia rasakan, ia pun segera membentuk komunitas Pecinta Teh. Tak disangka komunitas ini cukup aktif, hampir tiap sebulan sekali mereka mengadakan pertemuan untuk saling bertukar rasa teh yang dimiliki dan bertukar pengalaman dalam merasakan teh.

Tempat mengadakan gathering ini sendiri berpindah pindah. Kebetulan kali ini diadakan di Cawan Mangga Dua Square Jakarta Utara. Sebuah tea house yang khusus menjual teh china yang dimiliki oleh Bu Johanna yang juga anggota komunitas Pecinta Teh. Ups,… ini akan saya bahas sendiri nanti di artikel lain supaya lebih lengkap.

Anggota Komunitas pun bervariasi, mulai dari backpacker sejati seperti Bu Anna dan Mas Hadi. Bu Anna baru pulang saja pulang dari India dan tak lama lagi akan backpack lagi ke Jepang. Sedangkan Mas Hadi juga baru saja pulang melancong dan Mei nanti ini akan berangkat lagi backpack ke Tibet China. Mereka pun sudah berangan angan, “Nanti saya belikan teh disana, kita coba rame rame”. Asyikkkk yach komunitas ini.

Kemudian ada juga golongan pengusaha seperti Pak Julian, Pak Anton dan Pak Se Tjie. Mereka termasuk dalam golongan senior soal pecinta teh cina, saya menyebutnya. Pasalnya, mereka memang sejak kecil telah rutin mengkonsumsi teh china dan bahkan hingga kini mereka masih meneruskan tradisi menyeruput teh pada anak anaknya. Hasilnya? Salah satu yang saya tanya, Pak Anton. Di usianya yang tahun depan menyentuh angka 50, ia sama sekali tidak memiliki pantangan atau ketakutan untuk mengkonsumsi hidangan apapun termasuk seafood yang full kolesterol. Hm,… Teh China memang jagonya meluruhkan lemak lemak jahat.

———— Mencicip 14 macam teh @ Cawan Chinese Tea House


Jadwalnya. Acara ini diadakan pukul 10.00 – 12.00 dengan mencicip 6 macam teh pu’er. Kenyataannya??? Kami mencicip 14 macam teh dan jam pun sudah menunjuk pukul 16.50 ketika saya pamit untuk pulang. Yach, beginilah jika sudah kumpul dan membahas teh. Keasyikan lantas jadi lupa waktu. Sungguh menyenangkan.

Teh yang kami coba adalah Pu Er Ya Bao, Row Pu Er bentuk daun, Row Pu Er bentuk press, Pu Er Cooked daun, Pu Er Cooked Press tahun 2009, Pu Er Cooked Press tahun 2006, Row Pu Er usia 11 tahun, Row Pu Er usia 20 tahun, Pu Er Korea, Yellow Tea, Tea Kwan Im, Da Hong Bao, Jiaogulan, Long Ching dan Rose. Woooww …

——— Apa sih Teh Pu Er

Sengaja saya tak ingin mengutip wikipedia atau referensi buku lain. Karena saya hanya ingin share apa yang saya dapat selama datang di gathering komunitas Pecinta Teh ini. Ternyata Pu Er adalah nama sebuah kota di Yunan China Selatan sana. Sebuah kota yang menjadi pusat bertemunya para pedagang teh dari pegunungan Yunan penghasil teh. Dari kota ini baru nantinya teh disebar ke seluruh China dan bahkan seluruh Dunia.

Teh Pu Er sendiri memiliki sifat seperti beberapa wine. Semakin lama disimpan maka rasanya akan semakin enak. Menyimpannya pun tak susah, diletakkan dimana saja asal ditempat yang kering dan tidak ditutup secara kedap. Sifat ini pula yang membuat Pu Er juga dimanfaatkan menjadi barang kesenian oleh para seniman di China. Teh Pu Er dibentuk menyerupai lukisan yang dapat di simpan sambil dipajang di rumah.

Nah, sekarang kita membahas soal ciri khas teh Pu Er. Biasanya kemasan Teh Pu Er adalah di press. Ada yang bentuk bulat, bentuk kotak bahkan bentuk bundar. Sejarahnya sendiri kenapa di Press, karena turun gunung dengan memikul berkilo kilo daun teh tentu bukan perkara gampang zaman itu. Maka untuk meringkan beban, teh tersebut di press dan kemudian di beri lubang dibagian tengah. Lubang ini untuk memasukkan bambu yang digunakan untuk memikul.

Sedangkan ditilik dari pohonnya sendiri, pohon Pu Er ini dapat mencapai usia hingga ratusan bahkan ribuan tahun. Semakin lama usia pohon maka teh yang dihasilkan pun semakin enak. Rasa yang paling khas dari Pu Er adalah keberadaan bau tanah. Namun semakin lama disimpan, bau tanah akan hilang menjadi bau karung goni dan semakin lama lagi maka tak ada bau tanah. Yang ada hanyalah rasa nikmat semata dengan rasa manis khas teh. Sedangkan perbedaan yang row dan yang cooked. Ternyata cooked adalah cara mempercepat supaya daun teh siap untuk segera dikonsumsi. Karena Row Pu Er memang baru bisa dinikmati enak ketika sudah lewat dari umur 10 tahun.

Teh Pu Er ini dapat diseduh hingga 7 kali dengan kualitas tetap enak. Bahkan bisa dibilang puncak terenaknya menurut saya adalah pada seduhan ke 3 dan 4. Rasa pekat teh sudah mulai bersahabat di lidah. Perbedaan rasa antara yang disimpan dibawah 10 tahun dan di atas 10 tahun adalah, pu er muda memiliki rasa agak pahit dengan aroma tanah yang cukup kuat. Sementara Pu er usia 11 tahun yang saya minum, rasa pahitnya jauh berkurang dengan aroma karung goni yang sangat khas melekat. Aneka Pu Er yang kami cicip ini adalah koleksi teh dari Cawan tea House.

Kemudian, ternyata Pak Anton juga membawa koleksi Pu Er nya yang sudah usia 20 tahun. “Supaya kalian bisa lebih membandingkan rasa dari tahun ke tahun, mari coba ini, 20 tahun”, kata Pak Anton sambil menyodorkan daun teh. Secara kasat mata, teh-nya lebih jernih dan memiliki rasa yang lebih manis tanpa gangguan pahit yang nyata plus aroma karung goni-nya sudah jauh berkurang. Selain itu after taste nya jauh lebih nyaman di lidah. Hm,… bagaimana dengan teh pu er yang sudah ratusan tahun ya??? Pasti sangaaat enak.

———— Teh Kwan Im


Nah, usia mencicip 8 macam pu er dengan tahun yang berbeda beda, kami rehat sebentar dan makan siang. Usai makan siang, tak disangka semangat berkumpul kami masih begitu besar. Gathering yang seharusnya sudah selesai pun terus berlanjut. “Mau cobain Teh Kwan Im ga? Kemarin baru dipanen, ni saya bawa”, tanya Pak Bumi yang saudaranya memiliki kebuh teh di An xi, Fu Jian, China.

Luar biasa,… baru dibuka dari kemasannya saja, aroma wangi teh langsung menguar tajam. Teh Kwan Im ini memang terkenal akan aromanya yang sangat harum dan rasanya ringan plus manis. “Waaahhhh aromanya sangat segar”. “Iya kemarin baru saja dipanen, jadi masih fresh teh nya”. Hm,.. sungguh pengalaman yang sangat berharga buat saya, bisa merasakan nikmatnya teh Kwan Im yang Fresh.

———– Teh Da Hong Bao

Usai seduhan ke 4, Bu Johana pemilik Cawan pun berkata, “Mau coba apa lagi? Da Hong Bao ya?”. Ia pun berdiri dan segera mencari teh Da Hong Bao di tokonya yang dipenuhi oleh teh china ini. Da Hong Bao merupakan Top Ten Tea in China. Produksinya sangat terbatas, seperti ada 1 cerita, ketika presiden Amerika, Nixon, datang berkunjung ke China. Mao Tze Tung memberi hadiah Nixon, 100 gram Da Hong Bao. “Kok cuma 100 gram? Pelit banget loe”, begitulah kira kira bahasa gaulnya percakapan antara Jubir Amrik dan China. Di jawablah, “100 gram ini adalah setengah dari negara china”.

Ya,… hasil panen teh ini memang sangat sedikit. Saking sedikitnya, teh ini usai dipanen hanya boleh dinikmati oleh para pejabat tinggi negara saja. Biasanya selain digunakan untuk minum juga untuk hadiah kenegaraan. Namun, kini seiiring majunya perindustrian teh, pohon tersebut dibudidayakan di daerah sekitar lokasi pohon asli, di gunung Wu Yi. Namun, tentu saja hasilnya tak mungkin sama rasa, hanya menyerupai.

———– Lain lain


Hm,… jika bercerita 1 persatu tentu sangat panjang yach … jadi, gimana??? Tertarik untuk mengenal teh lebih dalam lagi??? Ikut saja komunitas Pecinta Teh. Nyaris tiap bulan mereka mengadakan pertemuan dengan tema teh yang berbeda beda loh. Tak hanya teman temannya asyik, tapi juga pengetahuan tentang teh kita akan melesat bak meteor. Love it!!! Makasih ya Pak Anton untuk undangannya. Pak Se Tjie dan pak Julian untuk pengarahan dan informasi tentang teh teh nya. Juga untuk semua untuk kebaikan dan keramahannya. Tak lupa untuk Bu Johanna yang sudah menyediakan begitu banyak macam teh. Terima Kasih.

Komunitas Pecinta Teh. mau join ke komunitas??? klik saja di http://groups.yahoo.com/group/pecinta_teh/

Alamat Cawan tea house. Mall Mangga Dua Square Lt UG Blok A no 23, Jakarta Utara. 021 62318546

penulis : catur guna rahayuningsih. dokumentasi : wisataseru.com




19 comments

  • Wah tulisannya indah dan lugas sekali. I like it.
    Saya pun masih belajar tentang teh dan semakin dipelajari semakin menarik.

  • Olcee : iyaaaa πŸ™‚ seruuuu bgt … Semuanya bener bener cinta teh
    Farid : makasiiii ya rid uda ngenalin pak anton ke aku πŸ™‚ akhirnya aku bisa ikutan gathering yg luar biasa ini πŸ™‚
    Pak Anton : senang sekali pak seperti mendapat hikmah baru πŸ™‚ suasana baru, semangat baru πŸ™‚ teh memang luar biasa
    Pak Se Tjie : pengetahuanku langsung berlipat2 bertambahnya πŸ™‚ senang sekali πŸ™‚ tunggu artikel ke dua ya πŸ™‚
    Bu Johanna : sukses terus buat cawan ya bu πŸ™‚ hebat bagus sekali… Senang ada 1 lagi toko khusus teh hadir di jakarta πŸ™‚ senengnyaaaa
    Pak Bambang : iyaaaa πŸ™ saya kemarin nanya, “mana Pak Bambang” kan seneng kalau bisa ngumpul hehhehee … Oooww hehhee gt ceritanya :p gpp ntar mg2 next gathering saya bisa ikut πŸ™‚ jadi bisa ketemuuu

  • Thanks ya Mbak Yuyun yang manis dan cute banget, liputannya keren sekali. Seneng deh bacanya, infonya lengkap banget. Thanks to Johana krn udah ngejamu kita n merelakan tempatnya dijajah para pecinta teh dari pagi sampai sore. Thanks to Julian, koordinator acara ini. Thanks to all yang sudah hadir.

    Btw, Om Julian itu moderator bukan motivator πŸ˜€

  • Halllooo kak ratnaaa waaaahhhh makasiiii banget pujiannya hihihi … Sungguh saya terkesima dengan komunitas pecinta the ini … Sungguh menyenangkan berada di antaranya πŸ™‚ komunitas yg hebat πŸ™‚ oooooowwwW moderator hihihiiiiii oke nanti diganti hihihiiiiiii ….

    Sukses terus ya kak πŸ™‚

  • di sby ada ga komunitas pecinta teh? sy minum teh (oolong)lbh dari 10 thn yg lalu, skr minum pu er tea sama teh hitam …

  • Pak Budi πŸ™‚ kak ratna tolong dijawab pertanyaan dari pak budi yach πŸ™‚ hehehee maaf ya Pak Budi saya baru saja bergabung jadi kurang ngerti juga ehehehee …

  • sebenarnya..tdak perlu harus mengeluarkan kocek dengan harga mahal..hanya untuk menikmati teh yang berkhasiat…coba dibuka pelajaran mengenai teh..justru teh indonesia ( teh hitam ) menduduki rangking ke 3 ( setelah pakistan dan banglades – kalau tidak salah ). Katekin teh indonesia, 1,34 x teh dari negara lain
    Kandungan antioksidan dalam 2 cangkir teh hitam, setara dengan 7 gelas jus jeruk, dan 20 gelas jus apel
    Efektivitas kekuatan antioksidan dalam teh hitam setara dengan 100 x dari vit. c dan 25 x dari vit e

    sekedar sharing…tks…I LOVE TEH INDONESIA

  • Hai para pencinta teh. saya baru bergabung dgn para pencinta teh, ada sharing sedikit, kebetulan keluarga kami sdh 3 thn ini minum teh indonesia black tea spt yg pak dwi mulyoto sampaikan memang badan jadi enak, tdnya suami sering sakit migrain dan saya kolesterol, he he padahal badan saya langsing tidak gemuk, banyak yang heran, tp karena pola makan dulu tidak benar, ya jadi masalah,tp berkat teh blesstea ini namanya keluarga kami sehat2 saja. tks

  • Haiii…
    Saya juga pecinta teh, walaupun tidak tidak paham jenis dan macam-macamnya, tapi setiap hari saya selalu mengkonsumsi teh krn memang saya suka. Selama ini saya suka teh sosro melati dan twinning earl grey yang hanya diseduh dari dispenser. Tapi bila saya sempat, saya prefer memasak teh di air mendidih beberapa saat dan disaring. Untuk yang ini saya suka teh cap botol. Biasanya saya mengkonsumsinya dengan madu atau brown sugar.
    Saya belum tahu apakah ada resto or tea house yang menyajikan teh sosro or teh botol yang biasa saya suka tsb.? Atau ada saran tempat tea house yang lain yang dapat saya kunjungi? Saya juga prefer tempat yang nice and cozy untuk menikmati teh πŸ™‚

    Warm regards,
    Firapia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: