Sop Buntut ex Borobudur. Resep Hotel Bintang 5, Harga Kaki Lima

October 15th, 2010 by · 3 Comments

Siapa yang tak kenal kelezatan Sop Buntut Hotel Borobudur??? Saking lezat dan masyurnya pada maret 2010 lalu kawasan lapangan banteng Jakarta sampai mengular antrian mobil mewah hanya untuk berebut hidangan sop buntut borobudur yang sedang dibanderol Rp. 36.000,- dari harga biasanya Ro. 108.000/ mangkuknya. Ya, meski pencipta resepnya chef Sangid sudah tak bekerja di Hotel tersebut, namun menu-nya masih digunakan sebagai trade mark di Bogor Cafe Hotel tersebut.

Nah,… terus kemana chef-nya??? Dengar dengar sejak pensiun dari Hotel tersebut, pada awal tahun 2000an, chef Sangid lantas mengajarkan resep sop buntut andalannya pada anak kedua-nya Sri Nuraini. Alhasil pulang dari Jepang, Sri pun segera membuka gerai gerai sop buntut dengan nama Sop Buntut ex Borobudur Mr Sangid. Dan mari kita cicip kelezatan hidangannya.

Sop Buntut ex Borobudur dari Mall hingga Kaki Lima

Sejujurnya, saya belum pernah mencicip sop buntut yang ada di Hotel Borobudur-nya, sehingga tidak mungkin bagi saya untuk membandingkan rasanya. Tapi,… saya akan menceritakan dengan detail pengalaman saya menikmati sop buntut ex Borobudur ini.

Mengenal sop buntut ini pertama kali di Pasaraya Grande Blok M dan akhirnya beberapa kali makan disana dengan perasaan puas. Pertama karena rasanya enak dan kedua karena rasanya sangat enak. Hehehe,… jadi meski harga agak mahal sekitar 55 ribu rupiah/ porsi, ya tetap saja balik dan balik lagi. Sampai suatu hari saya menemukan cabang lain yang hanya berupa kaki lima di kawasan cilandak KKO Kampung Kandang Jakarta Selatan atau tepat di pintu bon bin ragunan bagian belakang.

Nyata punya ternyata, sop buntut yang disajikan di kaki lima ini porsinya sama besarnya dengan yang disajikan di pasaraya. Rasanya??? juga sama!!! Hanya harga yang berbeda. Disini semua jenis sop buntut dihargai 29.000 rupiah/ porsinya. Beda harga tentu karena harga sewa lokasi juga berbeda antara di Mall dengan di pinggir jalan bukan. Asyiknya, ketika saya kesini untuk yang ke 2 kalinya, ternyata kaki lima ini tetap di jaga langsung oleh pemilik warung, Bu Sri Nuraini. Hebat sekali, salut saya. Meski punya beberapa gerai di kawasan elit Jakarta, ia justru banyak meluangkan waktunya untuk menjaga yang di warung kaki lima.

Rasa Sop Buntut

Buntut yang digunakan disini adalah Buntut bagian tengah (bukan ujung bukan pula atas). Sehingga dagingnya lembut dan teksturnya bagus, lemaknya juga tidak terlalu mengganggu acara makan. Ukurannya??? Jumbo sekali, jadi makannya puas dan ketika di gigit terasa benar kres dagingnya. Mantaaaab!!!

Kuahnya berwarna agak kecoklatan dengan tampilan tanpa minyak atau lemak yang berlebihan. Dari sini terlihat bahwa kuah kaldu sapi ini dimasak dengan cara 2 kali perebusan. Rebusan pertama yang terkontaminasi dengan lemak sapi dibuang lalu direbus kembali dengan air berbumbu. Alhasil, kaldunya bersih dari gangguan lemak. Di lidah-nya pun terasa lebih ringan dan sedap.

Yang lebih mantab, disini ternyata tak hanya ada sop buntut kuah dan goreng aja, melainkan ada sop buntut dabu, balado, rica, bakar, kecap hingga mentega. Aneka hidangan ini disebut oleh  Sri adalah hasil dari pengembangan resep sop buntut ayahnya oleh dirinya sendiri. Ini dia aneka rasa yang saya coba (tentunya selain sop buntut biasa dan goreng yang tak diragukan lagi kelezatannya)

Sop Buntut Bumbu Dabu

Ini adalah favorit saya. Buntut yang digoreng setengah kering kemudian dilumur dengan air gula, cuka, potongan bawang bombay, bawang merah, cabe rawit, daun jeruk, perasan jeruk lemon, tomat, gula dan garam. Hm,… rasanya segar sekali!!! Manis pedas asam dan segar menjadi satu di dalam mulut dan membuat lidah ini benar benar bergoyang. Buat anda pecinta hidangan segar, ini sangat cocok.

Yang membuat saya sangat terkesan adalah semua hidangan dimasak secara fresh atau tidak ada yang namanya bumbu jadi. Seperti ketika memesan Buntut Dabu ini, ia benar benar meracik dari awal mulai dari memotong motong bawang bombay, cabai dan semua bahan baru kemudian disajikan. Maka tak heran jika yang ada dihadapan saya adalah sebuah buntut dabu dengan tampilan sangat segar. Tak hanya untuk dabu, melainkan semua hidangan disini memang diracik dari awal.

Sop buntut Bakar

Untuk penyajiannya sama dengan buntut dabu, yaitu kuah dan daging diletakkan di piring terpisah. Dipanggang dengan olesan kecap lalu disajikan bersama dengan irisan bawang merah mentah, bawang merah goreng dan cabe rawit. Ketika digigit tak disangka, kecapnya ini meresap sampai ke seluruh bagian daging tapi tidak rasanya tidak terlalu manis, melainkan bercampur dengan segarnya perasan jeruk lemon yang sudah dicampurkan dengan olesan kecapnya. Mantaaaafff. Ini adalah best seller disini.

Sop Buntut Balado

Warnanya merah menyala. Tampak sangat pedas. Apalagi komposisinya terdiri dari cabe rawit dan cabe keriting yang dilembutkan sempurna. Tapi, hebatnya ternyata tak terlalu pedas. Entah bagaimana ceritanya, warna merah menyala ini justru dominan dengan rasa tomat segar yang memang di potong potong lalu dimasukkan dalam racikan ketika memasak. Selain itu tak lupa perasan jeruk lemonnya juga semakin menambah kesegaran bumbu balado ini. Atau mungkin rasa pedas cabai tidak terlalu menyengat karena ‘di – rem’ dengan manisnya bawang bombay. Ini juga salah satu masakan yang memikat hati saya. Enak sekali.

Sop Buntut Goreng Mentega

Layaknya ayam goreng mentega, seperti itu pula lah tampaknya bumbu sop buntut ini. Ia dipenuhi oleh rasa asin dari mentega dan kecap inggris dan aroma gurih bawang putih. Soal rasa, tentunya manis asin gurih yang sangat cocok dimakan dengan daging buntut yang empuk mrepul ini.

Sop Buntut Goreng Kecap

Ini adalah yang memiliki rasa paling manis dari ke semua sop buntut di atas. Tapi jangan disangka manis yang bakal bikin anda neg. Karena komposisi kecap inggris dan minyak wijen-nya, terutama perasan jeruk lemon-nya dijamin akan bikin bumbu ini jadi manis yang lembut dan segar. Hidangan ini sangat cocok untuk anak anak pecinta buntut. Mantab racikan bumbunya.

Mana cabang yang asli Mr. Sangid atau bukan?

Kepopuleran sop Buntut Borobudur memang membuat beberapa orang turut mendompleng ketenaran dengan memberikan nama warungnya ‘Borobudur’. Nah bagaimana cara membedakan yang asli buatan anak Pak Sangid atau bukan mudah sekali. Jika tidak ada tulisan ‘Mr. Sangid’ maka bisa dipastikan bukan. That’s all.

Hm,… gimana??? Mau coba yang mana???? Semuanya enak dengan harga yang sangat terjangkau (porsi nya besar = 3 buntut ukuran besar) Rp. 29.000,- / porsi. Oya dan ketika saya tanya cabangnya ada dimana aja, ternyata banyak sekali. Bukan cuma di Pasaraya dan di kaki lima cilandak KKO sini, tapi juga ada di beberapa tempat lain. Tentunya dengan harga berbeda beda sesuai harga sewa tempat.

Alamat Sop Buntut ex Borobudur Mr. Sangid

Kaki Lima :
- Ragunan Pintu Barat Jl. Raya Cilandak KKO Kampung Kandang Jakarta Selatan
- Belakang Taman Jajanan Babe Tanjung Barat Jakarta Selatan

Depot :
- Di kawasan Ragunan juga tak jauh dari Raya Cilandak KKO (ups maaf lupa tanya alamat jelas)
- Batavia Promenade Kelapa Gading Jakarta Utara

Mall :
- Blok M Pasaraya Grande
- Blok M Square

Kalau masih nggak jelas bisa langsung telp saja ke Bu Sri Nuraini di 021 93025015 atau 081318055800

ditulis oleh : caturguna yuyun angkadjaja – dokumen foto milik : wisataseru

 
 

Categories: Kuliner Jakarta · Kuliner Jakarta Selatan · Wisata Kuliner

3 responses so far ↓

  • 1 Nelson // Nov 15, 2010 at 9:59 am

    ga ada dikalimalang atw jakarta timur atw bekasi yaa.. sigh.. soalnya suka bgt sop buntut borobudur, malah sampai hunting yg baru buka di Pasific Place dan harganya masih diatas 100rb ajah… hehehehehe… kl harga segini bs mkn tiap hari nih ^_^

  • 2 caturguna // Nov 17, 2010 at 5:58 pm

    waduuuh wakakkaa ga tau… tapi kemarin dia barusan buka cabang di deket kost ku wakakakkaa :) dia tau aku suka, jadi dia buka cabang di tanjung barat hihihiiii

  • 3 dito ex lumire hotel // Oct 16, 2013 at 4:00 pm

    Mau nyobain sop buntut pa sangid.. Dateng aja ke lumire Hotel samping atrium senen..

Leave a Comment