Royalnya Bumbu pada Masakan Betawi Kuno di Betawi Ora (Betawi Pinggiran) Ciledug

Makanan bagi masyarakat Betawi ternyata tak hanya sekedar santapan yang mengenyangkan dan yang penting lezat semata, karena banyak cerita bahkan filosofi bisa digali dari hidangan khas Betawi. Dan inilah pengalaman saya ketika mampir di rumah makan Betawi Ora yang terletak di kawasan Cileduk Jakarta Barat.

Kunjungan Pertama ke Betawi Ora

Luar Biasa. Hanya itu yang bisa saya katakan ketika mencicip aneka hidangan yang tersaji di hadapan saya. Betapa tidak, semua masakannya, enak!!! Resto ini benar benar sesuai dengan namanya Betawi Ora yang artinya Betawi Pinggiran. Dimana orang betawi pinggiran, jika memasak memang terkenal royal bumbu. Mereka pun tak menggunakan standart resep karena memasak bagi mereka adalah perasaan. Maka tak heran jika semua hidangannya kaya akan rasa bumbu. Makanan yang dijual pun semuanya adalah masakan khas betawi pinggiran. Yuk kita cicip beberapa diantaranya.

Nasi Ulam Bumbu Saur daging Empal Rp. 19.000 / porsi

Nasi Ulam adalah saudara sepupu nasi uduk, saya menyebutnya. Karena ia sama sama gurih dan harum, namun bedanya, jika nasi uduk menggunakan santan maka nasi ulam sama sekali tidak tersentuh santan dalam pembuatannya. Jadi buat anda penderita mag yang terkadang tidak kuat makan nasi uduk, mungkin bisa menggantinya dengan nasi ulam.

Nasi Ulam sendiri biasanya dimakan dengan bumbu saur, yaitu srundeng yang terbuat dari percampuran kelapa, ebi dan aneka bumbu dapur. Meski sudah enak dimakan seperti ini namun tentunya lebih mantab jika dinikmati dengan aneka lauk. Disini bisa dipilih mau lauk ayam kampung goreng atau empal goreng. Berhubung pelanggan sebelum saya memesan empal dan ketika di goreng aroma harumnya memenuhi seluruh resto, saya pun memesan Lauk Empal.

Astagaaa!!! Inilah empal dengan bumbu terkaya yang pernah saya makan. Bumbu tampil sangat melimpah dengan daging yang super besar. Rasanya??? Manis dengan aroma ketumbar yang sangat kuat. Empal yang manis ini benar benar mantap ketika dimakan bersama sambal teri dan tempe yang ada disamping sambal pete. Menu ini sangat direkomendasikan untuk anda cicip jika kemari.

Oya, nasi ulam ini sendiri ada sejarahnya loh. Hasil perbincangan saya dengan Abang Robi pemilik rumah makan ini, ternyata awalnya nasi ulam ini adalah hidangan kesukaan Sunan Gunung Jati dan anaknya Sultan Hasanudin yang akhirnya menjadi Raja di Kerajaan Banten. Perlahan tapi pasti hidangan keluarga Raja tersebut akhirnya sampai juga ke daerah Batavia (sekarang Jakarta) yang saat itu masih dipenuhi pohon kelapa. Dan sejak saat itu, nasi ulam menjadi hidangan rakyat betawi sampai saat ini.

Gabus Pucung Rp. 20.000 / porsi

Gabus adalah nama ikan yang berkembang biak di sawah dan rawa. Ikan jenis ini dulu di daerah Batavia sangat banyak. Namun sejak nama Batavia berubah menjadi Jakarta dan pembangunan terus berkembang pesat, pelan tapi pasti ikan ini mulai susah di dapat. Jadi jangan heran jika gabus pucung ini merupakan hidangan yang sempat nyaris punah. Nah, tapi jika anda rindu, jangan kuatir karena disini ada menu tersebut.

Pucung sendiri adalah nama bumbu yang jika di jawa timur disebut kluwek. Bumbu berwarna hitam yang jika dikombinasikan 2 persen biji buah pucung dengan 2 persen garam, maka dapat mengawetkan ikan selama beberapa hari tanpa mengubah kualitas ikan. Nah, maka tak heran. Ketika saya membungkus masakan ini dan baru saya makan di rumah pada malam harinya, ikannya masih berasa segar!!!

Baru kali ini saya makan ikan yang dibungkus dalam jangka waktu lama dan ketika dimakan masih dalam keadaan fresh. Luar biasa memang bumbu betawi ora ini. Mungkin zaman dahulu belum ada kulkas untuk menyimpan ikan hasil tangkapan di sawah, jadi mereka menggunakan kluwek sebagai pengawet alaminya ya. Oya selain berfungsi sebagai pengawet alami, pucung juga memiliki antioksidan tinggi untuk antikanker.

Satu lagi. Ciri khas Betawi Ora atau Pinggiran dalam hal makanan juga adalah ‘hanya mau yang terbaik’. Maka tak heran jika ikan Gabus pun dipilih Gabus Malas. Gabus Malas adalah Gabus yang semasa hidupnya jarang bergerak. Alhasil daging si pemalas ini lebih lembut dan halus teksturnya. Si ketika dimakan ia berasa sekali kres gurih-nya. Berbeda dengan Gabus Lincah yang dagingnya lebih liat.

Kepala Kakap Merah Sayur Krecek Rp. 30.000 / porsi

Mendengarnya saja sudah terbayang kelezatannya. Dengan ukuran kepala kakap sebesar kepala saya, dagingnya segar sekali tanpa aroma amis yang mengganggu. Apalagi ketika sendok telah menggapai kuahnya yang bening,… hmmmm pedas asam yang berasal dari rawit dan belimbing besi yang mantab.

Inilah perbedaan kakap betawi dan kepala kakap dari daerah lain. Jika kebanyakan kita menjumpai kakap dimasak santan, maka kakap disini dimasak bening dengan rasa segar yang bikin anda tak akan tega meninggalkan kuahnya tersisa di mangkuk. Pecinta pedas, disini juga disediakan 3 macam aneka sambal yang silahkan dipilih dan di ambil sesuka hati.

Selendang Mayang

Minuman yang serupa cendol rasanya ini memang dahulu kala bernama cendol porak. Namun seiring berjalannya waktu, cendol warna warni ini diberi nama selendang mayang. Hal ini tentu tak terlepas dari warna warninya yang cantik, hijau putih dan merah, secantik mayang atau bahasa bekennya bidadari.

Pun, awal mula diciptakan, mengapa tak seperti cendol lain yang cuma berwarna hijau, ini juga tak lepas dari keseharian warga betawi yang suka berfilosofi. Merah disini di artikan oleh mereka sebagai lambang harga diri, putih sebagai simbol pengingat hubungan antara manusia dan penciptanya yang Suci dan hijau sebagai perlambangan kemakmuran. Dimana saat itu hampir semua penduduk betawi pinggiran memang pekerjaannya adalah bertani. Hm… soal rasa??? Tak usah ditanya, di tengah teriknya siang ini selendang mayang benar benar bak oase bagi lidah, kerongkongan dan otak saya.

Teh Betot dan Oblang Duren

Teh Betot ini tak lain adalah Teh Tarik. Waaah ternyata sejak baheula teh yang pembuatannya ditarik tarik sehingga berbuih ini telah ada di Betawi yang notabene adalah golongan Melayu. Namun tak bisa dipungkiri, warga Jakarta justru lebih mengenal istilah teh tarik dibanding teh betot, karena memang Malaysia-lah yang mempopulerkan seni membuat teh ini. Teh Betot yang ada disini memiliki aroma wangi daun jeruk. Segar sekali.

Nah, terakhir yang saya cicip di rumah makan ini adalah Oblang Duren. Makanan yang biasanya disajikan saat ada acara ini terbuat dari durian yang dimasak dengan santan dan gula aren. Pembuatan dan bahannya mirip sekali dengan hidangan khas Palembang yang pernah saya makan 2 tahun lalu (saya lupa nama makanan di Palembang tersebut). Kuah durian ini kemudian dimakan bersama dengan ketan. Nyaaam ….

Selain aneka hidangan yang saya cicip ini masih banyak sekali hidangan yang patut dicoba seperti sop Iga yang dipesan teman saya yang tampak sangat segar. Soto betawi, semur jengkol, pecak dan aneka hidangan khas betawi pinggiran lainnya.

Lokasi : Rumah Makan Betawi Ora. Jl. Raya Karang Tengah No 2 – Ciledug Jakarta Barat. (samping lampu merah ciledug Tangerang). Telp 021 98819551 / 70659800

penulis : caturguna yuyun angkadjaja

 




10 comments

  • Irfan (anak betawi asli)

    Betul sekali, masakan betawi bumbunya lain dari yg lain, anda sebut royal bumbu tepat sekali, kalo orang tua betawi dulu bikin sayur asem, sayur bayem, tumis kangkung, sayur sop, ayam goreng, daging goreng, ikan goreng bumbunya enak sekali dan pas racikannya, makan sayur bisa 3 kali nambah, ayamnya enak sekali walaupun pakai ayam biasa apalagi pakai ayam kampung, wuiih, bisa nambah2 makannya, kenyang dan nikmat, sekarang nyak2 dah pada meninggal warisan bumbunya lama2 hilang, mudah2an dgn adanya resto betawi itu warisan kuliner terutama bumbu betawi dan cara memasaknya tetap lestari selamanya

  • irfan πŸ™‚ waaahhh irfan udah pernah coba juga yach πŸ™‚ asli nie resto yang satu ni bumbuna medook banget πŸ™‚ jadi kangen eeeh pengen makan disana πŸ™‚

  • Bnr bgt tuh,dijamin ga bakal nyesel deh kl mkn disana,sumpah enak bgt…
    O ia,alamat yg diatas salah tuh,bkn ciledug jakarta barat tp harusnya ciledug tangerang banten,c0z aq tnggal didkt situ jg…hehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: