Melukis Gombal (kain tak terpakai) Ternyata Asyik dan Bernilai Seni Tinggi

Lukisan dari Limbah Kain karya Irma Haryadi

Go Green!!! Kata kata ini mulai membahana di tahun 2009. Akhirnya, tak sedikit orang yang lantas turut berpartisipasi dalam melestarikan alam melalui sejumlah karya yang memanfaatkan limbah atau sampah yang tak terpakai. Salah satunya adalah Bu Emmy Subagyo dengan Griya Emmy nya yang terletak di Kota Bogor Jawa Barat.

Karya-nya yang memukau sejak ia tinggal di Jepang 10 tahun silam adalah Nendo, yaitu seni melukis dengan menggunakan limbah roti tawar. Namun, ups di artikel ini saya hanya ingin fokus pada karya dari limbah lainnya (nendo akan dibahas di artikel lain), yaitu Gombal atau Kain Tak Terpakai. Alasannya karena ini adalah kerajinan baru yang ingin diperkenalkan Griya Emmy oleh Generasi Muda.

Ide ini sendiri di dapat Bu Emmy dari Rekannya yang sering menjadi Trainer Batik di Griya-nya, Irma Haryadi. Seorang seniman Batik yang pada tahun 2004 mulai terpesona dengan lukisan kain perca karya Didit Susanto sang pemilik Hak Paten Lukisan Gombal. Secara rutin ia terus berlatih sehingga kini telah menghasilkan banyak karya Lukisan Gombal dalam jumlah cukup banyak dan kereeen. Nih hasil karyanya.

Irma Haryadi, pelukis kain perca

Lukisan dari Limbah Kain karya Irma Haryadi

Teknik dari Lukisan ini sendiri adalah menggabungkan gradasi warna aneka macam kain bahkan benang yang kemudian disesuaikan dengan pola gambar. Semakin mahir memilih warna untuk gradasi maka lukisan akan tampak lebih alami sehingga sulit untuk dikenali bahwa lukisan ini terbuat dari limbah. Pengerjaan yang terlihat sulit ini sendiri disebut Irma, tidak sulit!!! Hanya butuh kesabaran dan ketelitian saja.

Meski pembuatannya menyita banyak waktu karena mesti detail dan ditempel satu satu, namun nilai ekonomis yang dihasilkan sangat sesuai. Terutama karena lukisan ini tak hanya dicintai penikmat seni dalam negeri, melainkan juga terutama para ekspatriat dan wisatawan asing.

Keunggulan karya seni ini sendiri adalah proses pengerjaannya yang ramah lingkungan dan bahan bahan yang mudah di dapat. Cari saja pakaian pakaian lama yang sudah tak terpakai dan siapkan gunting, lem, dan melukis pun sudah bisa dilakukan. Pun dengan penggunaan limbah kain, lukisan ini tentu lebih ramah kesehatan daripada lukis dengan cat yang menimbulkan aroma kimia.

Perawatan lukisan ini sendiri sagat mudah. Dapat dicuci dengan air biasa dan sabun kemudian disikat lembut dan di coating lagi dengan lem kertas transparan. Di liat dari bahannya yang kain, lukisan ini dapat disimpan ratusan tahun tanpa perlakuan khusus.

Nah ,… gimana tertarik untuk mencoba berkreasi dengan limbah kain? Ikuti gathering wisataseru pada 16 Oktober 2010 ini di Cipete Jakarta Selatan. Hanya dengan Rp. 40.000/ orang anda sudah bisa mendapat ilmu tentang teknik membuat Lukisan Gombal dari Bu Irma, bahkan langsung praktik sendiri dengan bahan bahan yang sudah kami siapkan.

Anda juga bisa langsung berkonsultasi tentang kerajinan ini dan serunya biaya 40 ribu tersebut sudah termasuk snack dan makan masakan Bu Endang yang terkenal Mantab dengan Resep Jawa Kunonya. Info lebih lanjut Klik disini.

Pelatihan ini dapat anda teruskan sendiri dengan langsung menghubungi Griya Emmy di : Resto Soto Karak / Griya Emmy. Jl. Jendral Sudirman no 30 Bogor (depan museum Peta Bogor). 0251 474 3486.

penulis : catur guna yuyun angkadjaja





%d bloggers like this: