Ayo Mengenal Origami!!! Omoshiroi desu …

Iseng iseng kemarin saya ikut workshop Origami yang diadakan oleh Japan Foundation Jakarta. Senang bercampur sedih, senang karena ini sangat menarik, sedihnya saya kurang puas masih pengen belajar cara melipat yang lain, hehehee … Hm,… Ini ya saya tulis balik tentang origami yang saya dapat dari News Letter JF.

Sejarah Origami

Kurangnya dokumentasi yang ada, awal mula kapan origami di Jepang mulai di praktikkan masih simpang siur. Namun dapat di telusuri bahwa kertas washi (kertas dengan aneka corak yang cantik) mulai di produksi pada abad ke 7 dan pada abad ke 10 telah ditemukan bukti bahwa origami telah digunakan sebagai alat pembungkus.

Dalam perkembangannya lahirlah budaya reiho origami yaitu origami sebagai alat hias, salah satunya adalah kertas yang ditempel pada bingkisan. Kemudian berjalannya waktu mulailah dikenal Yugi Origami yaitu melipat kertas menjadi beraneka macam bentuk seperti bangau, kapal dan aneka bentuk lainnya. Pada masa inilah origami mulai berkembang cukup pesat hingga digunakan untuk motif kimono.

Origami sendiri tidak bisa disebut berasal dari Jepang, karena beberapa negara juga memiliki kebudayaan melipat kertas. Namun jika pada akhirnya ‘bisa’ disebut dengan kata ‘origami’ tak lain karena Jepanglah yang paling aktif menjaga nilai nilai kesenian dan mengembangkan seni melipat ini.

Boleh gak sih pakai lem dan gunting?


Meski disebut seni melipat namun sama sekali tidak diharamkan untuk menggunakan lem dan gunting dalam ber-origami. Lem digunakan untuk merekatkan satu bagian dengan bagian yang lain supaya tampak lebih kuat. Sedangkan gunting meski sangat tidak disarankan dalam ber-origami namun pada kondisi tertentu boleh saja digunakan.

Kembali ke Workshop

Di workshop ini saya mengikuti kelas Pemuda. Karena pemula kami pun belajar dari cara memegang dan melipat kertas yang benar. Sensei dari Jepang tersebut mengatakan bahwa melipat yang benar adalah dengan cara kertas diletakkan pada media yang datar (bukan diatas sesuatu yang bergelombang) dan ketika melipat harus ditekan dengan kuat supaya tercipta garis yang jelas. Selain itu dalam melipat tidak boleh sembarangan alias harus tau ukuran dan jarak yang diperlukan. Disini kami di ajar membuat bentuk LOVE, kotak toples permen dan tetrapak.

Alamat : The Japan Foundation,Jakarta
Gd.Summitmas I lt. 2-3 . Jl. Jend.Sudirman kav.61-62 Jakarta Selatan.
T.021-520-1266

penulis : caturguna yuyun angkadjaja

photo : dokumentasi wisataseru




3 comments

  • hihihiiii okaaay sooon 🙂 pasti dikabarin 🙂 tau nih yang bulan ini ada gak ya??? orange sudah konfirmasi oke tapi aku belum dikirim bahan buat publikasi 🙁 wakakakka … rencana kalau jadi bulan ini, jepang juga son… nendo “teknik melukis 4D dengan roti tawar”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: