Ajang Kreasi Membunuh Rutinitas dengan ‘Go Cooking’. Sebuah Inspirasi dari Potluck Community

foto kiri : (dari kiri ke kanan). Yuyun, Epi Handayani, Astrid Tayib, Jane Andika, Herlina Olin, Aisyah Almansyur

Bekerja kantoran tentu ada saat saat yang membosankan karena kita selalu disibukkan dengan rutinas. Bahkan ketika rutinitas yang dijalani pun selalu berbeda, misal journalist yang setiap hari selalu bertemu dengan orang yang berbeda di tempat yang berbeda, namun jika dipikir, ini pun sebuah rutinitas. Maka, di tempat saya bekerja MNC, dibutuhkan sebuah pola segar baru yang membuat kami selalu bersemangat bekerja. Yaitu, “Go Cooking” dengan komunitas bernama POTLUCK yang pesertanya adalah para wanita yang hobi memasak.

Komunitas ini diprakarsai Astrid Tayib Napis, seorang produser sekaligus presenter di MNC News. Namun ‘Go Cooking’ disini bukan dalam artian kita live cooking di kantor ya … waaah bisa di jitak dan itu pasti membutuhkan waktu sangat lama. Bisa bisa pekerjaan kantor terbengkalai. Sementara sebagai sebuah kantor berita kita dituntut untuk selalu cepat bergerak. Maka acara pun lebih ke, kita memasak sendiri dirumah masing masing dengan resep yang ingin kita pamerkan ke teman teman, judulnya tetep eksistensi dan narsis. Nah, bekal ini kemudian kita makan bersama sama saat jam makan siang. Saling icip, beri komentar dan saling memuji.

kami dengan hasil masakan masing masing

Gerakan sebulan sekali pamer makanan ini ternyata cukup ampuh untuk mengusir kebosanan, menjalin silahturahmi terutama dan percikan api pada bensin untuk yang belum bisa memasak. Bayangkan pengalaman penting salah seorang produser High End on TV MNC bernama Jane Andhika. “Cin, kemarin gue untuk pertama kalinya ke pasar dong, pakai angkot pula. Iiih seru ya”. Jane ini adalah seseorang yang hampir dikata ‘nggak pernah’ menyetuh dapur kecuali membuat mie instan, minuman atau sekedar pancake. Namun berkat acara Potluck ini, dia tiba tiba terusik jiwanya untuk mencoba pergi sendiri ke pasar tradisional dan tergerak untuk belajar memasak. Luar Biasa kaaan …

Astrid sendiri selaku penggagas acara ini mengaku sangat senang dengan perkembangan kami para anggota PotLuck. Menurutnya, sebagai seorang Ibu Rumah Tangga memang sudah seharusnya kita bisa menyiapkan makanan baik untuk suami, anak bahkan tamu yang datang ke rumah. Maka, tak ada alasan “Gue sibuk kerja cin, mana ada waktu masak?”. Karena sejujurnya, meski tidak mengungkapkan secara langsung, para suami akan sangat bangga jika istrinya pandai memasak. Hayooo betul gak para suami suami?

Untuk terus memberikan suntikan semangat, maka Astrid selalu membawa peralatan yang paling heboh untuk menjaga kelancaran acara, seperti microwave!!! Ya,… ia tak keberatan repot repot karena masakan yang dimakan hangat hangat tentu lebih enak. Ya meski nama komunitas kita Potluck kan bukan berarti disajkan apa adanya juga kan. Bahkan selain microwave, Astrid juga membawa piring piring saji yang cantik untuk menambah selera makan, “JIka makanan disajikan menarik tentu kita makannya akan lebih napsu”. Dan tau nggak sih, pulang dari acara ini saya langsung hunting piring saji cantik untuk nanti dibawa bulan depan saat acara lagi. Sangat menginspirasi.

Oke kita ulas satu persatu masakan yang tersedia (oya, semua masakan yang disajikan disini adalah no MSG. karena kita konsepnya adalah masakan home made yang sehat). Jadi semua hidangan yang ada adalah lezat karena bumbu rempah, bukan karena kimia.

Astrid dengan Roast Chicken dan Sop Buntut Gorengnya. Waaaaah gak sangka Astrid bisa memasak sedemikian nikmat. Enak sekali sampai teman teman menyarankan astrid untuk buka depot. Pasalnya, Roast chicken dengan ayam kampungnya ini berbumbu sangat segar. Dengan metode marinate, harum segar jeruk rendamannya benar benar menggugah selera makan. Untuk Sop Buntutnya, aw aw aw Astid memiliki sambal yang dipuji oleh 100% orang yang memakannya. Sambalnya tampak seperti matah yang bening dan mengkilat, tapi kata teman teman pedesnya menggigit segar (berhubung saya tidak suka pedas jadi tidak coba sambalnya). Untuk kuahnya sendiri??? aw segar sekali. Kuah yang asli dari kaldu sapi ini terasa segar dan sehat di perut. Dagingnya? Nggak usah di tanya, empuk pisan euuuuy.

Epi Handayani dengan Ayam Kuning dan Ikan Sambal Hijaunya. Luar Biasa!!! Epi memang sudah jago masak sejak ia belum menikah. Bahagialah saya yang sempat satu kost dengannya karena sering mendapat hasil masakannya. Saking lezatnya, Sang Pemimpin Redaksi, Siane Indriani, yang mencicip memberikan acungan jempol dengan kata kata, “Hebat, sapa itu yang masak Ikan Sambal Hijau? Bahan sederhana murah meriah tapi bisa diolah dengan bumbu yang membuatnya berasa nikmat sekali, seger bumbunya”. Saya sendiri juga jatuh cinta dengan Ayam Kuning si Epi yang bumbunya meresap sempurna, dengan wangi laos yang susah di lupakan. Saya sampai nambah untuk Ayam Kuning Epi ini.

Herlina Firdawati dengan oncom dan nasi putihnya. Oncom si produser MNC yang kerap dipanggil Olin ini juga mendapat pujian dari Bu Siane sang penggemar masakan rakyat. “Oncomnya mantab. Bumbunya terasa semua. Siapa yang buat?”. Begitu pertanyaannya pada saat ketika sedang siap siap pulang kantor. Oncom ini memang merupakan masakan yang nggak sembarangan, alias jika tidak diolah dengan benar maka rasanya bisa menjadi aneh dan bahkan pahit. Dan untuk Nasi putih. Hm,… ini adalah makanan pokok penentu nikmat tidaknya acara makan bagi orang Indonesia. Karena beberapa orang, termasuk saya, sering tidak mau balik ke resto yang nasi putihnya tidak enak. Bahkan lebih ekstrim adalah pasangan saya yang bahkan memilih untuk nggak jadi makan ketika nasi yang ada dihadapannya tampak tidak mengundang selera. Dan nasi putih olin ini pulennya mantab. Di makan dengan lauk apa aja terasa enak. Top buat nasi putihnya.

Duh kasian ya ... dipojok sana ternyata ada mas arif yang memungut sisa sisa masakan kami ... wakakakakaa hahaha mas ariiif posenya itu looh di depan tumpukan piring kotor sambil jongkok

Saya dengan Spageti Bolognais resep dari Mbak Indah si pemilik tempat kursus Dapur Bunda. Tak disangka, spageti home made saya ini dipuji semua yang mencoba.  “Nggak sangka Yuyun bisa membuat spageti seenak ini”. Hahhaa,… karena saya kan nggak bisa masak. Dan membuatnya pun benar benar sesuai dengan Resep saat kursus. Tapi,…  ketika kursus saya memang sangat memperhatikan segala gerak gerik mbak Indah sehingga ketika saya membuat sendiri pun rasanya tak beda jauh. Spageti mbak Indah ini juga adalah spageti pertama yang membuat saya doyan spageti dan terpacu untuk mencoba memasak yang lain. Spagetinya terbuat dari bahan alami, mulai dari buah tomat yang direbus, bawang bombai dan … ups ini dia link (klik sini) untuk mencoba spageti yang saya bawa. Saya jamin jika anda mengikuti resep ini rasanya akan menyerupai dengan spageti buatan saya yang dimakan teman teman ini.

Waaaahhhh … cape juga ya pasti ngebacanya. Masih banyak ni, ada Mbak Vyara dengan capcay-nya yang kuahnya mantaaab … kentalnya pas dan isiannya dagingnya buanyaaakkkkk hehehehe pilihan baksonya juga bakso yang enak .,… dasar ya masakan rumah semuanya enak … terus masih ada bla bla bla… tapi ulasannya cukup sampai disini ya. Bulan depan saya buat review-nya lagi. Bulan depan temanya adalah “All About Red”. Jadi boleh membawa masakan apapun yang penting warnanya merah. Hm, kira kira apa aja ya????

Gimana??? apakah anda nggak ingin membuat suasana kantor anda menjadi ceria seperti kantor kamiiiii???? Ayooo budayakan memasak….

Thanks to : makasih ya mbak Vyara untuk dokumentasi fotonya

Epi Handayani, Astrid Tayip Napis dan Aisyah Almasyur




%d bloggers like this: