Mengintip Resto kaum Bangsawan dan Tamu Penting Negara; Oasis Restaurant

September 9th, 2010 by · 9 Comments

Berkat sahabat saya, ‘ce’ Prisca, akhirnya saya berkesempatan juga untuk menikmati hidangan dan suasana di Resto kelas Kakap, Oasis. Kenapa saya sebut kelas kakap? karena resto ini merupakan resto yang digunakan oleh para perusahaan berkelas dan para negarawan termasuk presiden untuk menjamu tamu penting. Sebut saja yang pernah kemari adalah Presiden Amerika kala itu Bill Clinton; Raja Spanyol Juan Carlos; Perdana Menteri Britania Raya Margaret Thatcher; Penyanyi Legendaris Phill Collins; Petinju Dunia Evander Holyfield dan masih banyak tokoh penting lain yang pernah singgah kemari.

Perjumpaan pertama dengan Oasis

Takjub, begitulah kesan saya begitu pertama menjejakkan kaki di halaman parkir Oasis. Takjub karena seorang bapak penyambut tamu yang saya tidak pernah kenal sebelumnya tiba tiba menyambut saya dengan sangat ramah, seperti saya adalah tamu penting yang sering datang kemari. “Apa kabar?”, begitu ucapnya dengan jabatan tangan yang hangat. Ternyata, bapak ini sudah bekerja di Oasis lebih dari 30 tahun, wow.

Begitu masuk ke dalam, saya lebih terpesona lagi. Karena Oasis tak pernah membedakan tamu. Orang penting atau orang tidak penting seperti saya diperlakukan sama. Lihat saja, begitu kaki saya menginjak karpet merah yang empuk, gamelan khas Jawa langsung mengalun dengan merdunya oleh para penabuh yang dengan senyuman berucap sopan, “Selamat Datang dan Selamat Malam”.

Maju sedikit tiba tiba seorang wanita dengan kebaya yang anggun, memukul gong sambil tersenyum mempersilahkan saya masuk ke pintu berikutnya. Begitu pintu terbuka, 11 wanita dengan pakaian Jawa tersenyum kepada saya sambil berkata, “Selamat Datang”. Sementara salah seorang diantara mereka, memberi saya sebuah bunga berwarna kuning.

Usai melewati barisan penyambut tamu tersebut, saya pun diantar menuju meja dan memesan makanan. Disini terdapat live music, dimana para tamu boleh turut menyanyi dan minta lagu. Banyak juga loh yang maju untuk menyanyi.

Rahasia di Balik Menu Oasis

Teman saya Prita yang datang bersama saya, langsung tertawa begitu saya melihat daftar menu yang lengkap dengan harganya, “Sudah dibayar kok Yun, pesen aja”. Takjub ke dua pun terjadi. Bagaimana tidak? Sayur Asem disini harganya Rp. 200.000,- dan Mie Tek Tek dihargai Rp. 300.000,- ++. Tak kalah mahal menu menu lainnya pun berharga tak jauh dari kisaran Rp. 150.000,- ++ (++nya ini 21%).

Acara pesan memesan sudah selesai, sekitar 10 menit datanglah seorang Koki yang ternyata adalah Executive Chef disini yang berasal dari Switzerland. Ia dengan sigap langsung memperagakan teknik Flambey dalam membuat steak. Ya, pesanan kami adalah Veal Oscar yang merupakan daging sapi muda yang nantinya akan dilumur saus jamur dengan fresh asparagus. Rasanya? Cukup dengan ungkapan, “Mantaaab”. Dagingn ya empuk dengan tingkat kematangan medium well. Juicy dan berasa manis daging segar. Sausnya pun sangat lembut dengan campuran kepiting dan jamur yang berlimpah plus di tumis dengan butter, hm,…

Menu selanjutnya adalah Spagethy Tek tek atau kita biasa sebut Mie Tek Tek. Um, pantes mahal!!! Mie Tek Tek yang biasanya cuma berisi ayam, yang ini berisi lobster dalam ukuran jumbo. Luar Biasa!!! Rasa Mie Tek Tek kampung si abang pinggir jalan ternyata tak di tinggalkan. Justru Materi Lobster yang digunakan disini, menambah aroma wangi dan manis alami pada kuah yang sangat gurih segar.

Pak Toto, Manager Partner di Oasis menyebut, ini adalah resep dia semasa dia belajar di luar negeri dan merindukan Mie Tek Tek sampai akhirnya membuat sendiri resep ini. Coba coba untuk rasa yang sangat sempurna ini, ia mengaku membutuhkan waktu 1 tahun dengan bahan bahan yang beragam. Seperti Daging Sapi biasa, daging wagyu, king prawn dan aneka macam jenis daging dan seafood lainnya ia coba namun ternyata yang paling cocok adalah Lobster. Dan jadilah menu ini sekarang ada di hadapan saya.

Kemudian Sayur Asem. I Like It Very Much!!! Jujur saya kurang begitu suka sayur asem Jawa karena rasa asemnya yang bertubrukan dengan manis yang membuat kuah jadi nggak seger. Tapi, sayur asem Jawa yang ada disini TOP BGT sampai sampai saya hampir menghabiskan semangkuk seorang diri. Kacang yang biasanya sudah melempem di dalam kuah, disini terasa sekali gurihnya. Kemudian kuahnya ini meski memiliki unsur manis khas Jawa, namun tertutup oleh rasa segar asem dan gurih yang dihasilkan oleh Udang (king prawn) yang digunakan sebagai lauk tambahan.

Saya pun akhirnya paham, mengapa sayur asem disini begitu mahal, hingga mencapai Rp. 200.000,- / mangkuknya. Padahal di luar sana sayur asem hanya dihargai Rp. 3.000,-/ porsi. Ya karena, selain menggunakan King Prawn, sayur asem disini juga dilengkapi dengan asparagus segar dan jamur shitake. 3 macam aksesoris yang kita tahu di dunia dapur, mahal harganya. Mantaaaab!!! Jika ada rejeki dan bisa kemari, menu utama yang mesti saya makan adalah Sayur Asem ini.

Rijsttafel, Pesta Hidangan Indonesia

Supaya lengkap kemewahan yang saya rasakan, sahabat saya ‘Ce’ Prisca pun merekomendasikan saya untuk mendapat pelayanan ala Rijsttafel. Luar Biasa!!! Kita dilayani bak Raja dan Ratu. Seperti inilah kira kira gambaran tentang Rijsttafel.

12 wanita dengan kebaya yang anggun, datang dengan membawa piring besar kuno berisi hidangan Indonesia dari berbagai macam daerah. Ketika datang, mereka akan memukul gong dan kemudian satu persatu memperlihatkan hidangan yang mereka bawa dan mempersilahkan kita untuk mengambil sesuka hati atau menolak.

Hidangan yang saat itu disajikan adalah Nasi dan Ketupat, Semur Telur Puyuh, kakap putih bakar sambal kecap, ayam opor, rendang daging, sate ayam dan kambing, sayur godok, sambal goreng tempe kering, pisang goreng kenari, serundeng kelapa kacang, kerupuk dan acar juga aneka sambal. Hidangan ini pun dapat berubah tergantung moment. Misal di hari Kartini, menu yang mereka sajikan adalah semua tentang masakan Rembang, tempat kelahiran Ibu Kartini.

Uniknya, mau kita datang secara rombongan atau datang seorang diri, jika kita memesan menu rijsttafel, maka anda akan dilayani seperti ini. Hebat ya. Menu Rijsttafel ini sendiri perorangnya sekitar Rp. 500.000,- makan sepuasnya dari menu pembuka, utama hingga penutup. Usai mereka membagikan makanan, maka mereka akan berbaris lalu mengucapkan “Selamat Makan”. Oya, buat yang mau tambah jangan kuatir, karena mereka akan datang 2 kali (maka kalau dicermati foto di atas, kebaya-nya berbeda, yang hitam adalah kloter pertama dan yang datang kemudian siapa tau ada yang mau tambah adalah yang berkebaya biru).

Soal rasa? Enak sekali. Tak ada yang terlalu asin, tak ada yang terlalu manis dan tak ada yang terlalu pedas. Semua bisa dimakan oleh anak kecil hingga dewasa dan oleh anak bangsa maupun kaum ekspat yang biasanya tidak terlalu tahan cabai rawit. Tapi yang ingin saya puji disini, semua resep nya adalah resep otentik yang benar benar rasa rumahan sehingga menghadirkan kembali nuansa kampung halaman.

Sejarah Oasis Restaurant

Oasis ini bisa dibilang salah satu resto tertua di Indonesia yang masih tetap bertahan dengan gengsinya yang apik. Bangunannya sendiri masih asli dengan ornamen yang tetap dijaga. Bangunan ini dahulu adalah rumah pribadi F. Brandenburg van Oltsende, sang jutawan rempah rempah yang dibangun pada tahun 1928. Kemudian baru difungsikan sebagai resto dengan nama Oasis pada tahun 1968.

Ruang Utama digunakan sebagai Ball Room resto, sedangkan kamar kamar yang besar digunakan sebagai private room yang dapat digunakan untuk acara keluarga, bisnis dan menjamu tamu kenegaraan. Diarea paling belakang terdapat Taman dengan patung patung yang indah. Tujuan dari resto ini sendiri adalah melestarikan makanan Indonesia dengan cara mengangkat derajat masakan pinggir jalan/ kaki lima. Seperti Mie Tek Tek dan Sayur Asem yang sudah saya coba tadi. Tentunya selain makanan ini masih banyak sekali hidangan lain yang mesti di coba lain kali.

Oya jika anda memesan private room, jangan kuatir nggak dapat live music, karena penyanyi dengan pakaian adat akan menghibur anda dengan suara emas mereka. Mau lagu daerah, pop hingga nostalgia dan luar negeri, tak masalah.

Detail Oasis Restaurant

Nama Oasis Restaurant
Alamat Jl. Raden Saleh Raya no 47, Jakarta Pusat (tidak jauh dari RS Cikini)
Telp (+6221) 3150646
Jam Buka 11.00 – 15.00 lanjut 19.00 – 00.00 (hari minggu tutup)
-
Jenis Masakan Spesialis Risjttafel dan Masakan Indonesia
Harga Rp. 200.000,- – Rp. 550.000,-
-
Tipe Fine Dinning
Suasana Rumah Kuno
Ruang Ball Room dan Private Room
Busana Casual dan Resmi
Lain – lain Tempat untuk menjamu tamu penting perusahaan/ negara dan tempat yang nyaman untuk makan bersama keluarga atau kekasih

Penulis : Catur Guna Yuyun Angkadjaja. dokumentasi milik wisataseru.com



Artikel Terkait

Categories: Kuliner Jakarta · Kuliner Jakarta Pusat · Wisata Kuliner

9 responses so far ↓

  • 1 anggun nugroho // Sep 10, 2010 at 3:55 pm

    dilihat dr makanannya si kayaknya enak bener,,ntar kl pulang ke jakarta mau coba ah,,,dan mudah mudahan dapet discont..biar bisa nyoba makanannya banyak..he he he

  • 2 caturguna // Sep 11, 2010 at 3:16 am

    iya uuuk … nanti kalau ke jakarta kita ke sana yach … rekomendasi banget dan uknya mesti coba sayur asemnya!!!! enak buanget … tapi disini nggak terlalu pedes uk masakannya karena sasarannya ekspat yang gak tahan cabe … tapi, dikasih 4 pilihan cabe kok hehehee… jadi bisa di blend sendiri

  • 3 yohanes // Sep 12, 2010 at 1:10 am

    haaaaaa?? ini tetanggaan klinik kebidanan raden saleh tempat dulu aku magang

    untung pas makan siang ngga pernah mampir, bisa keluar lagi dgn senyum mesem2 abis liat harganya

    hahaha tapi sekali2 ngga apa2, deket2 resto amira dan al jazeera juga nich :)

  • 4 caturguna // Sep 12, 2010 at 7:33 pm

    yohanes :) betuuuuuuuuuulllll…. wkakakakaa hahahahaa … untung aku gratis :D dengan senyum lebar … tapi nek kamu yo gpp to joooo :) itung itung sekali makan di eropa … kan sama harganya hihihiiiiii …. ya gak ya gakkk … hehehee kapan brangkat yo? pertengahan oktober atau awal?

  • 5 paul // Sep 17, 2010 at 10:31 pm

    menarik juga tempatnya..!!
    oya, bagaimana kalau caption photo by..diilangin dari photonya ya..kurang nyaman aja melihatnya. Kalau caption titel masih mewakili lah..soalnya jadi numpuk gt, kurang elok dilihatnya. bisa diatur saja, di atas atau dibawah tulisan gt..

    regards
    paul

  • 6 sophia // Sep 21, 2010 at 2:55 pm

    @paul huehehe..makasi atas masukannya… ;) ini kami terus memperbaiki tampilan terus nih hehehe…

    kapan mau nyoba resto ini ;)

  • 7 caturguna // Sep 22, 2010 at 3:10 pm

    hai paul :) aduh maaf baru buka internet nih … kemarin liburan pulang kampung 10 hari benar benar gak menyentuh komputer selain beli tiket online ehehhee :)

    makasih banget wat masukannya hihiiii … maklum saya ni kurang begitu tau seni jadi tata letak tulisannya ngasal aja yang penting ada tulisan heheheee … hm,… mesti banyak belajar soal seni tata letak nih :) makasih yach makasih buanyak untuk masukkannya :)

    salam wisataseru

  • 8 ardian // Nov 11, 2013 at 1:48 pm

    waw mewah bener???????
    pasti asyik tu,,apalagi liat makanannya,sepertinya enak tu hmmm???

  • 9 Gea // Dec 8, 2013 at 1:38 am

    Ya ampun ini mbak Yuyun to yg nulis blognya.. Aku lg iseng2 browsing trs pas liat fotonya kok mirip sama Yuyun yg aku kenal dl main bulutangkis haha. Piye kabare mbak? Thank you ya buat review resto nya, aku pgn kpn2 nyoba hehe

Leave a Comment